All Indonesia: Menyatukan Pintu Masuk, Pelayanan, dan Promosi Negeri
All Indonesia Menyatukan Pintu Masuk, Pelayanan, dan Promosi Negeri
News
Medan|SUMUT24 Camat Percut Sei Tuan, Lurah Desa Tembung dan Kepling, kurang peka bahkan tidak peduli terhadap kondisi yang menimpa warganya di Jalan Beringin Pasar V, Dusun Salak Lingkungan XIV, Desa Tembung menjadi langganan banjir setiap kali turun hujan deras.
Baca Juga:
- All Indonesia: Menyatukan Pintu Masuk, Pelayanan, dan Promosi Negeri
- PATEN!! SATLAP TRI CAKTI DAN SATGAS GABUNGAN GAGALKAN PERDAGANGAN BIJIH TIMAH KERING & "PERDANA" UNTUK BALOK TIMAH ILEGAL DI PELABUHAN PELINDO, BELITU
- 2.000 Hafiz-Hafizah PTAC Labura Gelar Munajat Kebangsaan, Doakan Wakil Jaksa Agung RI Prof. Asep Nana Mulyana
Ratusan rumah penduduk Jalan Beringin Pasar V, Dusun Salak Lingkungan XIV, Desa Tembung dan sekitarnya terendam banjir, Kamis (29/9) malam.
Warga sempat panik saat turun hujan malam itu, air begitu cepat naik dan masuk ke dalam rumah merendam peralatan rumah yang tidak sempat diselamatkan.
Kondisi malam yang dingin, warga memaksa diri menguras air dari dalam rumah dan mengepel lantai, agar tidak menimbulkan bau serta mengundang penyakit.
Camat Percut Sei Tuan, Lurah Desa Tembung dan Kepling, tidak peduli terhadap kondisi yang menimpa warganya.
Menurut Suharto (48) warga Pasar V Dusun Salak, daerahnya sudah menjadi langganan banjir bila turun hujan. Karena parit yang ada tidak mampu menampung debit air pada saat hujan deras turun. Selain mengalami penyempitan dan pendangkalan, parit yang ada banyak tersumbat akibat tumpukan sampah.
“Camat Percut Sei Tuan, Lurah maupun Kepala Lingkungan sama sekali tidak peduli dengan kondisi warga yang menjadi langganan banjir,” ujarnya sambil menimba air dari dalam rumah.
Inisatif atau intruksi untuk membersihkan parit secara gotongroyong, sama sekali tidak dilakukan oleh Camat, Lurah maupun Kepling. Hanya kesadaran warga saja membersihkan lingkungan rumahnya, agar rumahnya tidak tergenang air di musim hujan.
“Mbok rakyat kecil seperti kami ini diperhatikan nasibnya. Coba lihat kalau sudah hujan begini, air masuk ke rumah. Batas parit dan jalan sudah tidak nampak. Inikan bahaya untuk yang jalan,” ujar Mak Ijah (34).
Mereka berharap Camat Percut Sei Tuan, Lurah Desa Tembung maupun Kepling dapat mengatasi persoalan banjir yang selama ini dialami. Jangan hanya duduk diam di belakang meja. Akibat banjir, selain merusak peralatan rumah tangga, juga menyebabkan kesehatan dan aktifitas warga terganggu.
Janganlah camat, lurah maupun kepling tidak peduli dengan banjir yang menimpa warganya. Warga mencari nafkah saja sudah susah, kenapa harus menerima musibah banjir ! (R02)
All Indonesia Menyatukan Pintu Masuk, Pelayanan, dan Promosi Negeri
News
PATEN!! SATLAP TRI CAKTI DAN SATGAS GABUNGAN GAGALKAN PERDAGANGAN BIJIH TIMAH KERING & "PERDANA" UNTUK BALOK TIMAH ILEGAL DI PELABUHAN PELIN
kota
2.000 HafizHafizah PTAC Labura Gelar Munajat Kebangsaan, Doakan Wakil Jaksa Agung RI Prof. Asep Nana Mulyana
kota
sumut24.co ASAHAN , Menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.S
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan terus berupaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan per
News
Medan sumut24.co Satresnarkoba Polrestabes Medan, menggerebek sebuah rumah kos yang jadi gudang pemasok narkoba antar pulau di kawasan Med
Hukum
sumut24.co MedanSebagai salah satu metropolitan terbesar di Indonesia yang terus berkembang pesat, Medan memiliki ritme mobilitas yang sang
Ekbis
2.000 Bungkus Vape Getar asal Malaysia Gagal Beredar di Medan
kota
Begal Sadis Bacok Korban 8 Kali, Rampas Uang Rp.900 Ribu
kota
Medan Sumut24.coGubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Sumatera Utara untuk terus menj
Politik