MEDAN|SUMUT24
Masyarakat khususnya pengendara yang kerap melintasi Pasar Aksara mengeluhkan keberadaan pedagang yang berjualan di tengah jalan.
Baca Juga:
Para pedagang Pasar Aksara yang menjadi korban kebakaran, kini menjajakan dagangannya tepat di badan Jalan Aksara, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung.
“Lihatlah bisanya mereka (pedagang-red) berjualan di tengah jalan. Enggak peduli dengan pengendara yang melintas,†terang salah seorang pengendara, Amri, Kamis (8/9).
Amri mengungkapkan, keberadaan pedagang yang berjualan menyebabkan ruas jalan sempit dan susah dilalui kendaraan. Selain itu, keadaan diperparah dengan banyaknya pembeli yang berada di tengah jalan.
“Macat Jalan Aksara ini dibuat para pedagang. Bukan itu saja, kondisi semakin diperparah banyaknya calon pembeli yang melihat kios-kios dagangan milik pedagang,†ungkapnya.
Pemko Medan terkesan membiarkan para pedagang untuk berjualan di badan jalan sejak dua bulan terakhir ini.
“Sejak kebakaran Pasar Aksara dua bulan yang lalu, kini mereka menggelar dagangan di jalanan. Ironisnya, Pemko Medan terkesan tutup mata dan tidak peduli. Sebab, mereka berdagang di lokasi tempat fasilitas umum,†terangnya yang mengaku tinggal di Tembung.
Pasca kebakaran Pasar Aksara, membuat para pedagang mendirikan stand-stand untuk kembali berjualan. Hal itu, dikarenakan Pemko Medan maupun PD Pasar Kota Medan belum juga memberikan relokasi tempat berdagang.
“Sebenarnya kami enggak maunya jualan di tengah jalan. Tapi apa boleh buatlah dek. Daripada anak dan keluarga tak makan dan sekolah, kami para pedagang Pasar Aksara sepakat untuk berjualan di sini,†terang Ida (45) salah seorang pedagang.
Sementara itu, hingga saat ini aparat kepolisian dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan, belum juga memberikan keterangan penyebab kebakaran yang menghanguskan sedikitnya 720 kios di Pasar Aksara tersebut.(R02)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News