Kembalikan Marwah Partai Ka'bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
Kembalikan Marwah Partai Ka&039bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
News
Medan –  Ratusan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pembaca Meter Listrik Sumatera Utara (P2MLSU) melakukan demonstrasi ke kantor PLN Wilayah Sumut di Jl. Yos Sudarso Medan, Rabu (10/8/2016). Tuntutan mereka adalah agar  pihak PLN membatalkan program baca 20 hari kerja karena bisa mengancam 65 persen dari seluruh pekerja pencatat meter di PHK
Baca Juga:
Riswan, kordinator aksi, mengatakan dengan jumlah rasio baca petugas antara 5600-5700 pelanggan mengakibatkan terjadinya perbudakan pekerja di tubuh BUMN PT. PLN (Persero) Wilayah Sumut.
“Kami menginginkan PLN Sumut membatalkan program Aplikasi Catat Meter Terpusat (ACMT) dengan rasio baca selama 20 hari per petugas antara 5.600-5.700 pelanggan. Mereka meminta pejabat PLN mengembalikan kesepakatan semula menjadi rasio 1.600-1.800 pelanggan per petugas,” katanya.
Kami juga meminta PLN untuk memecat vendor-vendor yang selalu membuat masalah terhadap pekerja (Cater) serta menginginkan adanya pemecatan pegawai PLN yang bekerja sama dengan vendor-vendor jahat, yang terindikasi adanya suap dan menyuap,” tegas Riswan.
Riswan menjelaskan, PLN tidak bisa ambil keputusan secara sepihak. Program mereka membuat efisiensi pekerjaan ke depan tapi tidak pernah memikirkan pekerja. Dengan menurunnya target yang diberikan PLN, tentu berimbas pada pengurangan pekerja.
“PLN tidak ada itikad baik, mereka tidak bisa mengambil keputusan. Kita minta pekerja tidak di-PHK dengan sistem itu. Silahkan saja buat sistem apapun, tapi jangan ada yang di-PHK. Banyak hal-hal yang dilanggar terutama hak pekerja meter,” keluhnya.
Ia menambahkan, walaupun dari kami sudah diterima oleh pihak manajemen untuk mendengarkan aspirasi kami, namun pertemuan itu tidak mendapatkan titik terang, karena alasan perwakilan PLN mereka tidak bisa mengambil keputusan disebabkan GM PLN Sumut tidak ada ditempat.
Massa lainya, Eko Surya mengatakan, kami melakukan aksi demo ini karena sejak bulan Januari tuntutan gaji kami belum juga disesuaikan dengan UMSK (Upah Minimun Sektoral Kota) sebesar Rp2.44 juta.
“Sampai bulan Agustus ini gaji kami masih saja Rp1.8 juta dan belum juga disesuaikan dengan UMSK, padahal biaya hidup semakin tinggi,” kata Eko
Ia juga menambahkan, PLN segera membayar kekurangan koefisien gaji dan DPLK pembaca meter sesuai dengan SK DIR PLN No. 1040 Tahun 2011 dan dengan SK DIR PLN No.500 tahun 2013
Kembalikan Marwah Partai Ka&039bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
News
Proyek Bahu Jalan Paya Gambar Disorot Debu Bertebaran, Tanpa Plank Proyek
News
Adik Wawako Medan Jadi Kadiv Propam Polri, CEO Sumut24 Group Nazly Putra Terbaik Sumut
News
Ikanas Sumut Prihatin Binsar Nasution Jadi Korban Kriminal, Minta Polisi Usut Tuntas
News
Adik Kandung Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap, Irjen Mahmud Nazly Harahap Kini Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri
News
H. Ruslan SH Didaulat Jadi Ketua Dewan Pembina DPP PASEDA Sumut, Dorong Seni Budaya Bangkit dan Berkembang
News
Bela Negara di Era Digital, Bupati Saipullah Dorong Mahasiswa Lawan Hoaks dan Radikalisme
kota
Perkuat Sinergitas TNIPolri, Polresta Deli Serdang Beri Surprise HUT Ke81 TNI
News
BANDA ACEH Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh mulai memperkuat langkah membangun organisasi dan pembinaan sepakbola mini
Sport
VANDUNG Sebanyak 25 advokat baru resmi diangkat oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perkumpulan Advokat Indonesia (PERADI) di wilayah huk
Hukum