Kembalikan Marwah Partai Ka'bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
Kembalikan Marwah Partai Ka&039bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
News
MEDAN | SUMUT24 Menteri Pendidikan didorong untuk lebih memikirkan kebijakan yang lebih bertujuan pemerataan pendidikan antar daerah daripada mengeluarkan kebijakan Full Day School. Anggota komisi X DPR RI Sofyan Tan mengatakan, persoalan pendidikan terbesar saat ini adalah jauhnya kesenjangan pendidikan antara daerah di luar pulau Jawa dengan daerah di pulau Jawa baik dari sisi mutu pendidikan mau pun dari sisi fasilitas pendidikan dan bukan persoalan anak tidak bersama orangtua dari jam pulang sekolah yang berlaku saat ini hingga berakhirnya jam kantor. Karena tidak semua orangtua di Indonesia yang menghabiskan waktunya bekerja di kantoran. “Persoalan pendidikan kita saat ini kan kesenjangan pendidikan antara daerah di pulau Jawa dengan daerah di luar pulau Jawa.Kesenjangan pendidikan ini dipastikan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan jika tetap dibiarkan,” ujar Sofyan Tan, Rabu (10/8). Sofyan Tan yang berasal dari fraksi PDI Perjuangan menyebutkan, persoalan anak tidak bersama orangtua sejak jam pulang sekolah hingga berakhirnya jam kantor merupakan persoalan di kota-kota besar seperti Jakarta dan bukan persoalan di daerah seperti Papua,Kalimantan mau pun Sumatera.Karenanya tidak sepantasnya menteri mengeluarkan kebijakan yang hanya menjadikan persoalan di satu kota besar sebagai dasar kebijakan. “Indonesia kan bukan hanya Jakarta atau pun Surabaya, tetapi juga kota-kota di Papua, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara atau pun Sumatera. Karenanya jangan jadikan persoalan di kota Jakarta menjadi dasar satu kebijakan yang akan berlaku secara nasional,” tegas Sofyan Tan. Lebih lanjut Sofyan Tan mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab untuk memberi makan siang para siswa jika kebijakan ini dilanjutkan.Jika dibebankan ke orangtua,maka akan banyak orangtua yang kesulitan karena menambah biaya, tetapi jika dibebankan ke negara maka bisa dipastikan anggaran yang dibutuhkan sangat besar,termasuk menambah anggaran untuk guru karena tidak sedikit guru di negeri yang
Baca Juga:
memiliki pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan. “Kalau kebijakan ini dijalankan, siapa yang bertanggung jawab memenuhi makan siang siswa? Siapa yang bertanggung jawab menambah pendapatan guru? Belum lagi sekolah akan kesulitan menyiapkan ruang kelas kalau jumlah kelas yang ada saat ini terbatas,” imbuh Sofyan Tan. Pemerintah dalam hal ini menteri pendidikan dan kebudayaan
menurut Sofyan Tan hendaknya juga memperhatikan kebutuhan anak didik
terutama kebutuhan bermain,membantu orang tua bahkan juga kebutuhan menambah pengetahuan di luar bidang akademik seperti les musik mau pun olahraga.Karena itu komisi X diyakini akan memanggil menteri untukmempertanyakan kebijakan ini. “Komisi X dipastikan akan memanggil menteri Muhadjir Effendy untuk mempertanyakan dasar kebijakan ini”, tutup Sofyan Tan. (R.05)
Kembalikan Marwah Partai Ka&039bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
News
Proyek Bahu Jalan Paya Gambar Disorot Debu Bertebaran, Tanpa Plank Proyek
News
Adik Wawako Medan Jadi Kadiv Propam Polri, CEO Sumut24 Group Nazly Putra Terbaik Sumut
News
Ikanas Sumut Prihatin Binsar Nasution Jadi Korban Kriminal, Minta Polisi Usut Tuntas
News
Adik Kandung Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap, Irjen Mahmud Nazly Harahap Kini Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri
News
H. Ruslan SH Didaulat Jadi Ketua Dewan Pembina DPP PASEDA Sumut, Dorong Seni Budaya Bangkit dan Berkembang
News
Bela Negara di Era Digital, Bupati Saipullah Dorong Mahasiswa Lawan Hoaks dan Radikalisme
kota
Perkuat Sinergitas TNIPolri, Polresta Deli Serdang Beri Surprise HUT Ke81 TNI
News
BANDA ACEH Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh mulai memperkuat langkah membangun organisasi dan pembinaan sepakbola mini
Sport
VANDUNG Sebanyak 25 advokat baru resmi diangkat oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perkumpulan Advokat Indonesia (PERADI) di wilayah huk
Hukum