Menziarahi Sang Penyambung Lidah Rakyat, Abdullah Rasyid: Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah
BLITAR, SUMUT24.CO Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Ir. Abdullah Rasyid, M.E., melaksanakan zi
News
Medan I Sumut24.co
Baca Juga:
Wali Kota Medan, Bobby Nasution menyampaikan perkembangan penanganan covid-19 langsung dari Kantor Camat Medan Helvetia. Kantor Camat Medan Helvetia ini dipilih Bobby Nasution sebagai tempat berkantor mengingat di wilayah kecamatan ini masuk kedalam zona merah penyebaran covid-19.
“Kemaren ada 400 lebih kasus covid-19 di kota Medan dan penyumbang terbesarnya dari Kec. Medan Helvetia, makanya kita fokuskan disini, agar kita bisa sama-sama mengajak masyarakat untuk memutus mata rantai covid-19, namun sebelum itu dilakukan kita juga harus bisa memutus mata rantai covid-19 di internal kita.”kata Bobby Nasution saat di wawancarai oleh Kompas TV, Kamis (19/8).
Melalui siaran langsung tersebut Bobby Nasution mengatakan untuk penanganan covid-19 di Kota Medan sudah mengikuti  arahan dari Presiden RI, Joko Widodo. Dalam arahan Presiden ada empat hal yang harus diterapkan dalam penanganan covid-19 diantaranya yang pertama adalah pembatasan kegiatan masyarakat, kedua melakukan testing dan tracing, selanjutnya ketiga mengoptimalkan lokasi isolasi terpusat,  dan yang terakhir adalah mengoptimalkan vaksinasi covid-19.
“Pemko Medan terus berusaha melaksanakan sebaik-baiknya empat hal tersebut.”ujar Bobby Nasution.
Terkait dengan lokasi isoter yang ada di Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan saat ini ada dua lokasi isoter yang sudah beroprasi diantaranya yaitu di Ex Hotel Soechi dan Gedung P4TK. Dan saat ini sudah ditambah lagi dengan satu kapal terapung sebagai tempat isoter yang rencananya dapat mulai digunakan esok hari.
“tadi pagi sudah kami cek, dan saat ini sedang di siapkan fasilitasnya standar covid-19 dengan muatan mencapai 485 bed.”sebut Bobby Nasution.
Sedangkan terkait dengan vaksinasi di kota Medan, Bobby Nasution menjelaskan untuk vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 22.36% sedangkan vaksinasi untuk dosis kedua baru mencapai 15% sampai dengan 16%. Hal ini terkendala akibat minimnya dosis vaksin yang masuk ke Kota Medan. Karena selama penerapan PPKM banyak vaksin yang di fokuskan ke daerah Jawa. Padahal Pemko Medan telah menargetkan setiap harinya dapat melakukan vaksinasi hingga mencapai 16.000 orang.
“Ini dari faskes Pemko Medan saja, belum lagi dari TNI dan Polri yang juga melakukan vaksinasi massal. Sementara kami menargetkan vaksinasi setiap harinya 16 ribu namun saat ini jumlah stock vaksin kita hanya 20an ribu, jadi kalau kita suntikan semua sehari saja sudah habis.”jelas Bobby Nasution.red
BLITAR, SUMUT24.CO Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Ir. Abdullah Rasyid, M.E., melaksanakan zi
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pesta Oang Oang ( suka cita ) di peringati setiap tahunnya di kabupaten Pakpak Bharat, giat tersebut di gelar di
News
sumut24.co MEDAN, Polrestabes Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengungkap kas
kota
Dua tokoh Asia Dua dunia yang berbeda Satu visi tentang inklusivitas.
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan terus memperkuat langkah penanggulangan stunting melalui Gerakan Aksi Bergizi di Se
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Peringatan hari jadi Kabupaten Pakpak Bharat yang ke 23Tahun, yang dilaksanakan setiap tahunnya pada tgl 28 Juli.
News
Polres Padangsidimpuan Bergerak Cepat! Empat Terduga Pelaku Pembacokan Mahasiswa Ditangkap, Satu Masih Diburu
kota
Perang Melawan Rokok Ilegal! Polres Padang Lawas Serahkan Dua Kasus ke Bea Cukai Sibolga
kota
Polres Padang Lawas Bantah Isu Dugaan Penerimaan Uang oleh Penyidik, Tegaskan Informasi Viral di Media Sosial Hoaks
kota
Polres Tapsel Raih Predikat Pelayanan Prima dari Kapolri, AKBP Anton Santoso Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat Tanpa Diskriminasi
kota