Kodrat Shah: ‘Saya Tidak Gila Jabatan’

5407

MEDAN|SUMUT24

Low profile, bersahaja dan tak pernah lepas dari sikap ramah dan santun. Kodrat Shah yang saat ini menjabat sebagai Plh MPW Pemuda Pancasila Sumut menegaskan, kalau dirinya bukanlah orang yang gila jabatan. Baginya, jabatan adalah sebuah amanah dan tanggungjawab yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Karena, orang lain pasti menilai apa yang kita lakukan. “Saya bukan orang yang gila jabatan, apalagi sampai meminta jabatan,” ujarnya saat ditemui SUMUT24, Rabu (6/4).

Dikatakanya, sebagai seorang manusia, dirinya bukanlah sosok yang sempurna. Karenanya untuk memecahkan setiap permasalahan yang terjadi, ia selalu mengedepan silaturahmi dan musyawarah.

“Silaturahmi dan musyawarah, akan melahirkan saran dan langkah apa yang terbaik. Saya bukan manusia yang sempurna, sehingga kalau ada yang kurang, mari duduk bersama untuk membicarakanya,” ujarnya.

Pria yang selalu bersikap santun, dekat dengan masyarakat, suka nyetir mobil sendiri dan nongkrong di warung kopi untuk melihat keadaan masyarakat seutuhnya ini juga menyampaikan, meski baru beberapa bulan ditunjuk sebagai Plh MPW PP Sumut, hingga saat ini dirinya telah melakukan amanah dan tanggungjawab jabatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Salah satunya adalah telah melaksanakan musyarawarah di 31 Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP di Sumut. Sementara untuk yang 2 MPC lagi, saat ini masih sedang dalam proses ditingkat DPC nya.

“Kita belum memusyawarahkanya, jika ditingkat Kecamatanya belum 80 persen. Karena itu adalah peraturan organisasi. Pedoman pimpinan itu tetap ARD/ART dan Petunjuk Organisasi, jangan pernah menyimpang dari itu,” terangnya.

Soal adanya pernyataan sikap dari 17 MPC PP Di Sumut yang memberi dukungan dan meminta kesediaanya menjadi Ketua MPW PP Sumut, yang disampaikan pada acara pelantikan MPC PP Kota Medan beberapa waktu lalu, Kodrat Shah tak menampiknya. Namun, hingga kini dirinya belum menjawab permohonan tersebut.

“Sampai kemarin, saya belum menjawab iya permohonan untuk menjadi Ketua MPW. Kalau saya ditanya, saya lebih memilih menjadi Ketua MPO. Dan saya sudah sampaikan carilah orang yang benar dan tepat untuk menjadi Ketua. Tapi, sampai saat ini mereka masih ngotot meminta saya,” ucapnya.

Saat melaksanakan Umroh ke tanah suci bulan lalu, sambungnya, dirinya sempat dihubungi kalau MPC PP se Sumut berkumpul. Sebagai tuan rumahnya adalah MPC PP Kota Medan, MPC PP Dairi dan MPC PP Labuhanbatu. Seyogyanya, pertemuan itu adalah untuk membicarakan pembentukan arisan yang akan diselenggarakan tiap dua bulan sekali.

“Bukan saya yang mengundang, saya umroh saat itu. Saya ditelepon, dan dilaporkan kalau dalam pertemuan itu, MPC membuat pernyataan sikap yang sudah saya terima, meminta saya menjadi Ketua Wilayah,” paparnya.

Diakuinya, memang bukanlah hal yang mudah untuk mengurus organisasi sebesar Pemuda Pancasila ini. Ditambah dengan latar belakang kader yang berbeda-beda. Namun, Kodrat punya kiat-kiat khusus untuk menguatkan solidaritas sesama anggotanya. Salah satunya, adalah dengan selalu menjalin silaturahmi, tetap kompak dan bersama. Kalau ada anggota yang berbuat salah, di didik, dan tidak boleh bicara keluar. Selalu berupaya untuk merubah mindset.

“Sekarang saya melihat Ketua MPC sudah sangat solid, dan sudah memahami seperti apa organisasi Pemuda Pancasila itu. Bukan untuk sok jago, dan kita tetap mendidik kader agar dapat berhasil dan berguna bagi masyarakat,” terangnya.

Dan untuk memberdayakan anggota tersebut, lanjutnya, kedepan akan melakukan operasi yang bekerjasama dengan Bulog untuk menjaga ketahanan pangan dan harga. Untuk mewujudkan program tersebut, pada bulan April 2016 ini, sudah disusun rencana operasi, yakni ditiap Kecamatan ditunjuk sebagai penyalur beras gula dan minyak, yang dibeli sendiri sesuai dengan kemampuan, yang bertujuan untuk menstabilkan harga.

Menurutnya, jika melihat persiapan yang sudah ada, operasi ini paling cepat akan dilaksanakan pada bulan Mei 2016 mendatang. Mirip program operasi pasar, tapi program ini akan terus berlangsung, dan akan dilaksanakan mulai dari tingkat DPC hingga Ranting. “Kita hanya memonitor, mereka yang melakukan pembelian langsung ke Bulog,” jelasnya.

Dalam operasi ketahanan pangan dan harga ini, Kodrat menegaskan, tidak diperbolehkan menjualnya ke grosir. Dan kalau ada yang kedapatan akan dipecat. Program ini, benar-benar ditujukkan bagi masyarakat dan anggota. Sekaligus mengajari para anggota agar dapat mandiri. Karena, modalnya dari mereka, dan semampu mereka untuk belanja dari Bulog.

“Akan didirikan Rumah Pangan Pemuda Pancasila yang dikelola sendiri sebagai tempatnya. Dan untuk pengelolaannya, anggota akan dibekali penataran yang akan diberikan oleh Dinas Koperasi dan Bulog,” terangnya.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar

Menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, bukanlah jabatan yang pernah dicita-citakan Kodrat Shah. Jabatan tersebut langsung ditujukan padanya oleh Plt Ketua Golkar Sumut, Nurdin khalid, dan memberikan SK jabatan tersebut.

Dan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, kemarin, Kodrat Shah mengundang pengurus DPD, yakni Ketua, Sekretaris, Bendahara serta Dewan Pertimbangan di TK II. Para pengurus sangat senang adanya pertemuan itu, dan meminta agar acara seperti itu juga dilaksanakan di TK II, dan berharap dirinya hadir.

“Saya bilang siap saja, yang terpenting demi tercapainya tujuan organisasi. Dan dihadapan para pengurus DPD TK II itu saya sampaikan, bukan tujuan saya untuk menjadi Ketua Dewan Pertimbangan. Kendati demikian, saya akan tetap jalani amanah dan tanggungjawab ini dengan sebaik-baiknya. Selain itu, saya juga sampaikan kalau saya tidak akan menjadi legislatif, maupun menjadi Gubernur,” tandasnya mengakhiri. (Dd)

Loading...