Selasa, 21 Juli 2026

Gerhana Matahari Bukan Mistik

Administrator - Senin, 07 Maret 2016 04:04 WIB
Gerhana Matahari Bukan Mistik

JAKARTA -SUMUT24

Baca Juga:

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’aruf Amin meminta umat Islam, tidak menafsirkan peristiwa gerhana matahari total (GMT) di sejumlah daerah di tanah air sebagai hal mistik. Menurutnya, gerhana merupakan salah satu tanda kebesaran Tuhan yang bisa dijelaskan secara ilmu pengetahuan melalui astronomi.

“Seperti dalam hadis Rasulullah SAW, gerhana bukan karena ada matinya seseorang. Ini tanda-tanda alam, tanda kebesaran Tuhan. Jangan dikaitkan dengan yang mistik,” katanya di Jakarta. Minggu (6/3).

Sejumlah daerah di Indonesia akan mengalami GMT pada 9 Maret yang akan datang. Sedangkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebelumnya telah mengimbau masyarakat melaksanakan salat gerhana pada 9 Maret nanti.

Sedangkan pengurus MUI di daerah-daerah yang mengalami GMT juga sudah mengeluarkan imbauan tentang salat gerhana. “Itu imbauan MUI di daerah saja, yang memang di sana terjadi gerhana. Memang disunahkan salat gerhana,” tambahnya.

Sementara itu, Kelompok Ulama asal Madura yang tergabung dalam Aliansi Ulama Madura menganggap keliru kebijakan pemerintah yang menjadikan peristiwa gerhana matahari total sebagai obyek wisata. “Apalagi, di wilayah yang dilintasi gerhana, dibuat perayaan khusus,” tegas Sekretaris Jenderal Aliansi Ulama Madura KH Fudoli Ruham, kemarin.

Menurutnya, gerhana matahari pernah terjadi di zaman Nabi Muhammad. Ketika itu, umat muslim tak merayakan apa pun. Nabi justru memperbanyak istigfar dan salat gerhana (khusufus syamsi) sebanyak dua rakaat. Gerhana dianggap sebagai tanda kekuasaan Allah. Bahkan, kata dia, dalam sejumlah hadis, Muhammad menyebut tanda-tanda datangnya hari kiamat satu di antaranya menyatunya matahari dan bulan. “Gerhana bukan tontonan, bukan ajang rekreasi,” ujarnya.

Meski begitu, Aliansi Ulama tak melarang masyarakat mengikuti anjuran pemerintah. Fudoli berharap masyarakat muslim mengisinya dengan kegiatan salat sunah gerhana, memperbanyak istigfar, sedekah, dan saling bermaafaat saat gerhana matahari total, Rabu (9/3). “Khususnya antara anak dengan orang tua,” ujarnya.

Adapun waktu salat sunah gerhana, yaitu pukul 07.00 WIB, karena, menurut prediksi ilmuwan, gerhana matahari akan berlangsung pukul 06.25-07.59 WIB.

Sementara itu, Staf BMKG Mata Ie, Banda Aceh, Eridawati mengatakan teropong akan dipasang sebelum matahari terbit di Banda Aceh, sebelum pukul 06.45 WIB. “Untuk Banda Aceh, gerhana dimulai sekitar pukul 06.20 WIB,” ujar Eridawati.

Menurutnya, Aceh dilintasi gerhana matahari sebagian (GMS) dengan magnitudo 75 persen sampai 86 persen. Untuk Banda Aceh akan teramati 76 persen. Puncak gerhana dapat disaksikan pada pukul 07.21 WIB dan berakhir 08.26 WIB.

Eridawati mengharapkan warga agar tidak melihat langsung ke matahari saat gerhana karena akan merusak retina mata. “Namun bisa melihat dengan kacamata khusus,” ujarnya.

Dalam laman resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional disebutkan gerhana matahari total akan melintasi sebelas provinsi, yaitu Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku. Jalur Gerhana dimulai dari Palembang, Bangka Belitung, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwu, Ternate, Halmahera, Bengkulu, Jambi, dan berakhir di Kalimantan Barat. (int)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tokoh Masyarakat Madina H. Syahrir Nasution Dukung PWI Sumut Adukan Hotman Paris: Jangan Rendahkan Martabat Wartawan
Dorong Geliat Ekonomi Lokal, BRI BO Sibuhuan Kunjungi Calon Agen Brilink Baru
Layanan Kesehatan Masyarakat Nias Utara Semakin Baik, Pemprov Sumut Terus Dorong Optimalisasi Sejak 2019
Mendukung Program BSPS, BRI BO Sibuhuan  Berikan Fasilitas Layanan  ke Masyarakat Penerima Bantuan
Diduga Kelalaian Sistemik, Tokoh Pemuda Sumatera Utara Desak Kasus Tabrakan Maut Sibolangit Diusut Hingga Perusahaan
Dukung Program TJSL,BRI BO Sibuhuan  Lakukan Survei Kecalon Penerima Bantuan
komentar
beritaTerbaru