Tobat Ekologis dari Balik Tembok Lapas
Tobat Ekologis dari Balik Tembok Lapas
News
Baca Juga:
- Perkuat Sinergi Pengamanan Objek Vital Nasional, PLN dan Polda Aceh Kolaborasi Dukung Keandalan Kelistrikan Serta Ketahanan Energi
- Pemprov Sumut Perkuat Kolaborasi IMT-GT Uninet, Sulaiman: SDM Berkualitas Kunci Kemajuan Daerah
- Wali Kota Tanjungbalai Dorong Kolaborasi dengan Badan Mutu KKP, Perkuat Jaminan Mutu Hasil Perikanan
karya seni, kami ingin dunia melihat bahwa Indonesia adalah ekosistem kreatif yang
hidup dan terus berkembang."
— Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Republik Indonesia
Mr. Nicholas Chua, Presiden Orchid Society of South East Asia, turut menyampaikan
sambutan sebelum Presentasi Penghargaan Singapore Orchid Show dilangsungkan.
Puncak malam hadir lewat persembahan Tari Sirna Kala, sebuah pertunjukan budaya yang
memadukan gerakan dan narasi warisan Indonesia, sebelum peluncuran resmi Orchid
Extravaganza dikukuhkan melalui momen seremonial bersama para tamu kehormatan.
Di balik megahnya pameran ini berdiri visi sebuah tim kreatif muda Indonesia yang dengan
penuh semangat memahami bagaimana warisan budaya bisa berbicara dalam bahasa visual
yang universal.
"Saya ingin setiap orang yang masuk ke Flower Dome merasakan perjalanan melintasi
Indonesia — bukan melalui peta, tapi melalui rasa, bentuk, dan cerita yang hidup dalam
setiap instalasi. Ini adalah cara kami menerjemahkan kekayaan intelektual geografis
Indonesia ke dalam pengalaman yang bisa dirasakan oleh siapa saja, dari mana saja."
— Ferdiansah Dela, Event Activation Director MASA
30+ Instalasi dari 8 Wilayah Geografis Nusantara
Orchid Extravaganza menghadirkan perjalanan imersif melintasi delapan wilayah geografis
Indonesia — Sumatra, Jakarta, Jawa Tengah, Lampung, Bali, East Nusa Tenggara, Papua,
dan Kalimantan — masing-masing diwakili oleh instalasi seni yang menggabungkan kekayaan
intelektual geografis, arsitektur tradisional, flora endemik, dan fauna Nusantara.
Dikreasikan dari dedaunan, delapan wilayah yang direpresentasikan dalam pameran ini
masing-masing membawa identitas visual dan budaya yang khas:
• Jawa Tengah — The Peacock (Burung Merak)
• Jakarta — The Ondel-Ondel (Ondel-ondel)
• Lampung — Siger Tiger (Harimau Sumatra)
• Bali — Balinese Naga Sculpture (Patung Naga Bali)
• Nusa Tenggara Timur — Komodo Dragon (Komodo)
• Papua — Lotus Spirit (Bunga Lotus)
• Sumatra — Rafflesia Bloom (Bunga Raflesia)
• Kalimantan — Hornbill's Canopy (Burung Rangkong)
Orchid Extravaganza lahir dari semangat gotong royong — prinsip kolektif Indonesia — yang
melibatkan beberapa nama dan kolektif kreatif terbaik Tanah Air. Tim Make a Scene berperan
sebagai bagian dari kolaborasi untuk menciptakan anyaman patung dari dedaunan yang
menjadi jiwa dari instalasi ini.
Pagelaran Sabang Merauke dan Mortier x Jerhemy Owen memperdalam pengalaman imersif
budaya Indonesia dan keberlanjutan. Seorang pelukis muda, Erika Richardo,
mempersembahkan sebuah karya lukisan khusus sebagai hadiah dan penghormatan kepada
Gardens by the Bay, Singapura — sebuah gestur seni yang memperkuat dimensi diplomatik
dari Orchid Extravaganza dan kehangatan hubungan Indonesia–Singapura yang menjadi
fondasinya.
Sound of Indonesia karya Maestro Addie MS mengiringi pameran ini sebagai latar musik
resminya. Mengalun di seluruh area pameran, komposisi ini menciptakan perjalanan imersif
yang merayakan kekayaan budaya Indonesia dan melengkapi pengalaman Orchid
Extravaganza secara keseluruhan.
Electronic Gamelan (E-Gamelan), yang dikembangkan oleh Universitas Dian Nuswantoro
(Udinus), menghadirkan reimajinasi gamelan Jawa melalui inovasi robotik — mewujudkan visi
MASA tentang budaya Indonesia sebagai warisan hidup di mana tradisi dan inovasi bertemu
untuk membentuk masa depan.
Didukung oleh Ekosistem Kreatif dan Institusional Indonesia
Orchid Extravaganza terwujud berkat dukungan luas dari ekosistem kreatif dan institusional
Indonesia, mencerminkan semangat kolaborasi yang menjadi fondasi MASA. Pameran ini
didukung oleh: Astra, BCA, CFX, Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Kementerian Hukum RI,
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), AMMAN, InJourney, Tiket.com, Vidio, Wonderful
Indonesia, Citilink, Garuda Indonesia, MAIKA, Museum of Toys, Nusaé, TALE X, dan
ZigZag.r
Tobat Ekologis dari Balik Tembok Lapas
News
sumut24.co MedanPerumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara melalui program Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution terus memperkuat
Umum
Semak Belukar Jadi Akhir Pelarian Pengedar Narkoba di Klambir V, Medan Helvetia.
kota
sumut24.co ASAHAN, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, memimpin rangkaian kegiatan Bhakti Sosial Keagama
News
Medan sumut24.co Kawasan Pasar Kampung Lalang di Kecamatan Medan Sunggal sering terlihat semrawut dan macet, jadi sorotan tajam karena akt
kota
sumut24.co ASAHAN , Sebanyak 16 relawan Satuan Pelayanan Pemenangan Gizi (SPPG) Mekar Sari di Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, meras
News
Bupati Gus Irawan Dorong Kajian Batang Toru Jadi Kebijakan Nyata Pascabencana
kota
sumut24.co MEDAN, Rektor Universitas Negeri Medan (UNIMED), Prof. Dr. Baharuddin, ST., M.Pd., secara resmi mengukuhkan seluruh mahasiswa ba
kota
sumut24.co MEDAN, Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si mengatakan kemampuan berkomunikasi menjadi
kota
sumut24.co SERGAI, Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Sumatera Utara menggelar kegiatan Penanaman Tanaman Pohon Pelindung d
News