Tokoh Masyarakat Madina H. Syahrir Nasution Dukung PWI Sumut Adukan Hotman Paris: Jangan Rendahkan Martabat Wartawan
Tokoh Masyarakat Madina H. Syahrir Nasution Dukung PWI Sumut Adukan Hotman Paris Jangan Rendahkan Martabat Wartawan
kota
Baca Juga:
MEDANÂ I Sumut24.co
Pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke 49 di Stand Pemko Medan dipamerkan beberapa produk herbal terbarukan diantaranya Teh Gaharu dengan merek Wikstea dan Teh Juruju yang diberi label merek Acanthace Drink.
Produk minuman kesehatan ini merupakan hasil penelitian dan temuan Dr Ridwanti Batubara, SHut, MP, salah seorang Dosen di Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara yang kemudian pada pengembangannya saat ini dibantu oleh Tim Prastartup Wikstea Instan, yang terdiri dari Sri Megawati Lubis (CEO).
Kepada wartawan Selasa (18/7) Sri Megawati menjelaskan kini Indonesia memiliki produk inovasi baru dari pemanfaatan bagian tanaman Gaharu khususnya jenis Gaharu buaya (W.a tenuiramis Miq).
Wikstea Teh Gaharu Indonesia ini juga di olah secara alami tanpa 3P (Pengawet, Pewarna, dan Pemanis buatan) sehingga sangat baik dikonsumsi untuk kesehatan karena mengandung zat-zat kimia yang baik dan memiliki antioksidan yang tinggi.
Setelah dilakukan riset, Produk Inovasi minuman teh daun Gaharu dapat mengurangi kolesterol, mengurangi insomnia, memperlancar sistem pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi penuaan, kaya akan antioksidan dan asam urat.
Komposisi bahan baku Wikstea adalah 100% daun Gaharu dengan varian rasa jahe, serai, dan kayu manis sehingga semakin menambah kandungan senyawa flavonoid, fenolik dan triterpenoid dan aktivitas Antioksidannya serta karbohidrat total dan energi total pada Wikstea. “Dengan sekali teguk minum Wikstea badan segar sepanjang hari, ” ungkap Sri Megawati.
Selain itu ada juga Teh Jeruju yang merupakan jenis tanaman herbal yang cukup banyak dijumpai di daerah pesisir pantai. Pemanfaatan dari tanaman ini juga banyak di jadikan produk olahan seperti keripik, dodol dan teh.
Selama ini teh daun Jeruju dibuat dalam bentuk simplisia, namun dengan adanya inovasi teh daun Jeruju ini kini dibuat dalam bentuk yang lebih praktis dan siap minum karena sudah dikemas rapi dalam kemasan botol dan bentuk teh celup dengan berbagai keunggulan .
Perlu diketahui dimana teh Jeruju ini memiliki keunggulan yang dibuat berasa, praktis dan baik untuk kesehatan.
Daun Jeruju yang diambil dari hutan mangrove kemudian dibersihkan dari kotoran yang menempel dengan air mengalir, selanjutnya dikeringkan dalam lemari pengering pada suhu 45oC hingga kering dan rapuh.
Setelah daun kering dan rapuh, kemudian diblender untuk menghasilkan serbuk teh. Bahan tambahan rasa adalah pandan, jahe, serai dan bunga telang digabungkan dengan serbuk teh daun Jeruju yang kemudian dikemas dalam kemasan teh celup.
Teh Jeruju ini juga dikemas dalam botol siap minum (ready to drink) dan kemasan teh celup dimana untuk mengkonsumsinya cukup diseduh dengan air panas terlebih dahulu dan ditambah gula atau daun stevia sebagai pemanisnya.
“Pada kegiatan yang dilakukan di PRSU ini sebagai pengenalan dan promosi kami juga membagikan brosur dan membuat poster dan bannernya. Produk Wikstea Indonesia dan Acanthace Drink diproduksi oleh CV GWI (Gaharu Wana Insani), sudah didaftarkan di PI-RT, Halal, ” terangkan Sri Megawati Lubis Ceo CV GWI ini.red
Tokoh Masyarakat Madina H. Syahrir Nasution Dukung PWI Sumut Adukan Hotman Paris Jangan Rendahkan Martabat Wartawan
kota
Dorong Geliat Ekonomi Lokal, BRI BO Sibuhuan Kunjungi Calon Agen Brilink Baru
kota
Layanan Kesehatan Masyarakat Nias Utara Semakin Baik,Pemprov Sumut Terus Dorong Optimalisasi Sejak 2019
kota
Mendukung Program BSPS, BRI BO Sibuhuan Berikan Fasilitas Layanan ke Masyarakat Penerima Bantuan
kota
Diduga Kelalaian Sistemik, Tokoh Pemuda Sumatera Utara Desak Kasus Tabrakan Maut Sibolangit Diusut Hingga Perusahaan
kota
Dukung Program TJSL,BRI BO Sibuhuan Lakukan Survei Kecalon Penerima Bantuan
kota
Kisah Chaidir Saleh, Beri "Sentuhan" Manisnya Melon Premium untuk Petani Milenial
kota
Ledakan Terjadi di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Alami Rusak
kota
Dianggap Rendahkan Profesi WartawanPWI Sumut Laporkan Hotman Paris Hutapea ke Polda
kota
Diduga Bayi Alami Patah Tulang Saat Persalinan di Puskesmas Binanga, Keluarga Kecewa, Aktivis Desak Investigasi
kota