Tokoh Masyarakat Madina H. Syahrir Nasution Dukung PWI Sumut Adukan Hotman Paris: Jangan Rendahkan Martabat Wartawan
Tokoh Masyarakat Madina H. Syahrir Nasution Dukung PWI Sumut Adukan Hotman Paris Jangan Rendahkan Martabat Wartawan
kota
KISARAN | SUMUT24 Mesjid Al Husna Kisaran yang berada di Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di Simpang Enam, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan pada setiap bulan suci Ramadhan, remaja mesjidnya membuka dan menyediakan pasar jajanan berbuka (takjil) yang biasanya selalu ramai dikunjungi sebelum berbuka. kawasan jajanan berbuka puasa ini telah eksis selama 20 tahun dan ternyata mempunyai keunikan sendiri dimana dagangan kue dan buah berasal dari janda janda sekitar mesjid yang dititip dan dijajakan melalui remaja mesjidnya. Ketua Remaja Mesjid Al Husna, Sukri Jamil saat berbincaang kepada wartawan, Rabu (22/6) memaparkan cerita tentang kuliner yang didapatnya dari seniornya terdahulu di remaja mesjid yang saban hari ramai saat ramadhan ini telah ada sejak tahun 1996 dan diyakini menjadi lokasi jajanan ramadhan pertama di Asahan. “Kalau menurut cerita yang ada dari orang tua disini, lokasi jajanan ramadhan di simpang enam ini pertama kali hadir di Kisaran. Sebelum adanya para penjual di Mesjid Raya jalan Imam Bonjol,†ujarnya. Selain itu dia juga menceritakan salah satu keunikan pasar takjil simpang enam ini dimana kue kue yang dibuat berasal dari titipan ibu ibu sekitar mesjid, terutama para janda. Sedangkan penjualnya para remaja mesjid. “Remaja mesjid yang menjualnya. Hasil keuntungannya berbagi dengan si penintip kue sistim hitung komisi,†ungkapnya, sedang perataran lokasi sepenuhnya disediakan oleh panitia pihak remaja mesjid. Dengan demikian hal ini tanpa disadari akan menghidupkan suasana ekonomi masyarakat sekitar. Kaum ibu terutama para janda dapat terbantu dengan adanya berjualan kue yang dititip ke pasar takjil simpang enam, sedangkan remaja mesjidnya mendapatkan bagian komisi atas jasa penjualan kue. “Olehkarena itu, belanja takjil disini hitung hitung sekalian amal sedekah juga bang,†ujarnya sembari menjelaskan ada sekitar puluhan jenis kue yang dititipkan kepada para remaja mesjid ini yang anggotanya mencapai tiga puluh orang. Tidak hanya memberikan manfaat bagi para ibu ibu janda sekitar mesjid dan para anggota remaja mesjid, dengan adanya pasar takjil di Simpang Enam Kisaran Barat ini ternyata juga membawa berkah rejeki terutama pedagang dadakan yang memang sengaja berjualan memanfaatkan moment bulan puasa ini untuk berdagang. Dalam sehari dia menaksir omset penjualan para pedagang disekitar lokasi menjapai lebih dari 20 juta rupiah. Seperti halnya yang dituturkan oleh Eni (30) salah seorang pedagang musiman es buah yang sejak tiga tahun terakhir sudah berjualan di lokasi pasar takjil simpang enam ini. Dalam sehari dia bisa menghabiskan hampir satu ember es buah dengan penjualan Rp 5 ribu untuk satu bungkusnya. “Lumayan, keuntungannya bisa ditabung untuk keperluan lebaran nanti,†ujarnya. (teci)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Tokoh Masyarakat Madina H. Syahrir Nasution Dukung PWI Sumut Adukan Hotman Paris Jangan Rendahkan Martabat Wartawan
kota
Dorong Geliat Ekonomi Lokal, BRI BO Sibuhuan Kunjungi Calon Agen Brilink Baru
kota
Layanan Kesehatan Masyarakat Nias Utara Semakin Baik,Pemprov Sumut Terus Dorong Optimalisasi Sejak 2019
kota
Mendukung Program BSPS, BRI BO Sibuhuan Berikan Fasilitas Layanan ke Masyarakat Penerima Bantuan
kota
Diduga Kelalaian Sistemik, Tokoh Pemuda Sumatera Utara Desak Kasus Tabrakan Maut Sibolangit Diusut Hingga Perusahaan
kota
Dukung Program TJSL,BRI BO Sibuhuan Lakukan Survei Kecalon Penerima Bantuan
kota
Kisah Chaidir Saleh, Beri "Sentuhan" Manisnya Melon Premium untuk Petani Milenial
kota
Ledakan Terjadi di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Alami Rusak
kota
Dianggap Rendahkan Profesi WartawanPWI Sumut Laporkan Hotman Paris Hutapea ke Polda
kota
Diduga Bayi Alami Patah Tulang Saat Persalinan di Puskesmas Binanga, Keluarga Kecewa, Aktivis Desak Investigasi
kota