Resmi Dikukuhkan, Ini Pesan Hendra Syahputra Pimpin Forwaka Tebing Tinggi : Pers Harus Terpercaya
sumut24.co TEBING TINGGI, Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Kota Tebing Tinggi resmi dikukuhkan untuk masa bakti 20262028 di Gedung Saw
News
GUNUNG MALIGAS | SUMUT24 Suasana di Nagori Rabuhit Kecamatan Gunung Maligas mendadak heboh. Putra (20) tega membacok ibunya Legina (45) hingga luka-luka. Setelah melukai ibunya, pria yang diketahui memiliki keterbelakangan mental itu, mengejar warga sambil membawa parang.
Baca Juga:
Sontak saja warga yang ada di sekitar rumahnya ketakutan. Sambil berlari menghindar dari ancaman penganiayaan, ada juga warga berusaha menenangkan Putra. Bukannya tenang, pria itu malah semakin ganas. Siswandi yang mencoba menenangkannya pun ikut jadi korban.
Sewaktu hendak melerai dan menenangkan Putra, mantan pangulu Rabuhit itu malah dikejar hingga terjatuh ke sumur sedalam tiga meter. Peristiwa itu terjadi, Minggu (5/6) sekitar pukul 23.30 WIB menjelang dinihari, dan terjadi di rumah sekaligus warung tuak yang diusahai Lina yang diketahui merupakan janda beranak tiga yang telah ditinggal pergi suaminya.
“Anaknya itu cemburuan. Dia nggak senang kalau ibunya itu dekat dengan pelanggan tuak. Terutama mantan pangulu Siswandi yang sering membantu sang ibu. Selama ini Legina memang berjualan tuak,†ucap Kamal, Kepala Dusun I Rabuhit, Senin (6/6).
Kamal menceritakan, sebelum peristiwa terjadi, suasana kampung yang hening mendadak gaduh terdengar dari kediaman Legina. Putra yang selama ini tidur di ruang belakang, tiba-tiba mengamuk. Ia menggedor-gedor pintu ruang tengah yang memang sengaja dikunci Legina. “Setelah digedor-gedor tak dibuka, lantas ia mendobrak pintu. Setelah itu Putra masuk ke kamar ibunya,†ujar Kamal.
Parahnya, saat itu tangan Putra sedang memegang parang. Ia mengamuk dan berusaha menyerang Legina. Sadar dalam bahaya, Legina berusaha melarikan diri ke luar rumah. Namun upayanya gagal. Sebab Putra terus mengejar setelah sebelumnya memecahkan kaca jendela kamar.
“Jadi di teras rumah dekat warung tuak mereka, Putra mendapati ibunya. Di sana pula mereka bergumul. Saat itulah Putra menganiaya ibunya dan membacokkan parang ke kepala Legina. Sekejap kemudian kepala Legina langsung berlumuran darah. Matanya juga memar,†terangnya. Warga yang mendengar keributan, keluar dari rumah dan menyaksikan kejadian. Namun, karena Putra sedang memegang parang, tak ada yang berani mengamankannya.
Tak lama kemudian, mantan pangulu, Siswandi yang kediamannya berjarak dua rumah dari lokasi, keluar. Melihat kejadian, ia mendatangi lokasi. Di sana, ia berusaha melerai pelaku yang menganiaya ibunya.
“Namun Putra yang saat itu posisinya sedang memiting Legina, marah. Ia kemudian melepaskan ibunya dan mengejar mantan pangulu,†tambahnya.
Sembari membawa parang, Putra berlari ke arah Siswandi. Kontan saja mantan pangulu ini ketakutan. Ia pun berusaha menyelamatkan diri. Terakhir, Siswanti nekat melompat ke dalam sumur sedalam 3 meter yang berjarak kurang lebih 10 meter dari kediamannya.
“Padahal niatnya baik, mau melerai keributan di dekat warung tuak Legina yang sedang tutup karena Ramadan. Tapi akhirnya ia dikejar pakai parang.â€
Lanjutnya, usai kejadian, warga belum ada yang berani mengamankan Putra. Tak lama, polisi yang sudah dihubungi sebelumnya datang ke lokasi. Putra pun dibujuk-bujuk dan akhirnya diamankan. Namun sebelum dibawa, ia sempat meminta maaf kepada ibunya.
“Memang dia minta maaf dengan bahasa isyarat. Dia merapatkan kedua tangannya. Sebelumnya pun dia sudah sering buat keributan. Tapi, memang Putra selalu tak senang jika Legina didekati pria. Terkadang dia melampiaskan emosi dengan memukul dinding dan lainnya,†tukas Kamal.
Menurut beberapa warga di sana, sejak kecil anak pertama dari tiga bersaudara itu tinggal di kediaman neneknya di kawasan Timuran. “Karena sudah besar dan terbilang bandal, belakangan disuruh tinggal bersama ibunya Legina. Tapi di sini sering buat keributan,†ujar beberapa warga yang sempat diwawancarai.
Mereka juga meminta agar Putra tak kembali lagi ke kampung itu. Mereka khawatir jika masih di sana, Putra masih terus membuat keributan.
Legina yang ditemui di ruang tamu kediamannya, masih terlihat lemah. Ia hanya bisa terbaring di ruang tamu rumahnya. Sesekali rintikan kesakitan terdengar keluar dari mulutnya.
“Saya minta agar dia tak kembali lagi ke sini,†ujarnya. Diceritakan Legina, sejak empat bulan tinggal bersamanya, Putra sering membuat keributan. Bahkan pelanggan tuaknya banyak yang tak datang lagi ke lapo mereka.
“Biarlah, kalau bisa dia ke Malaysia atau ke mana saja. Biar berapa pun biayanya, asalkan tidak kembali lagi,†ucap Legina. (met)
sumut24.co TEBING TINGGI, Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Kota Tebing Tinggi resmi dikukuhkan untuk masa bakti 20262028 di Gedung Saw
News
Wali Kota menyambut audiensi dan silaturahmi BPD HIPMI Sumut, di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota membuka Musyawarah Nasional XV UNIO Indonesia, yang digelar di CCPPU KAM
News
Pemko Pematangsiantar Perkuat Tata Kelola Penanggulangan Bencana
News
Wali Kota diwakili Sekda menyambut kehadiran rombongan Kanwil Ditjenpas Sumut
News
Berani Nyimpan Narkoba Dibekuk Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
News
OTT ATR/BPN Makin Disorot, Azmi Hadly Desak KPK Bongkar Tuntas Jangan Ada yang Kebal Diperiksa
News
Peringati Maulid Nabi 1448 H, Polresta Deli Serdang Perkuat Keimanan dan Keteladanan Personel
News
sumut24.co ASAHAN, Ketegangan memuncak di lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT BSP, Jalan Protokol Sukadamai, Kabupaten Asahan. Posko milik
News
Medan sumut24.coUnit Reskrim Polsek Medan Kota berhasil menangkap dua orang residivis yang berniat menggasak sepeda motor milik warga di Ja
Hukum