Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Punya Kekayaan hingga Rp31,39 Miliar
Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Punya Kekayaan hingga Rp31,39 Miliar
kota
MEDAN | SUMUT24 Aksi premanisme berujung kerusuhan terjadi di kampus Universitas Al Wasliyah (UNIVA) Jl SM Raja Medan.
Baca Juga:
Kali ini, tiga orang preman berinisial K, T dan R memukuli alumni Himpunan Mahasiswa Al Wasliyah (Hima) Juanda hingga pingsan.
Menurut penuturan rekan Juanda bernama Asril, keributan terjadi saat mahasiswa Himah UNIVA tengah melaksanakan kegiatan pengkaderan. Saat itu, terjadi selisih faham antar sesama mahasiswa.
“Kejadiannya Jumat (27/5) malam bang. Kebetulan, ada mahasiswa Fakultas Hukum tidak ikut pengkaderan Himah,” kata Asril, Sabtu (28/5) siang.
Saat terjadi keributan, Asril yang tengah berada di rumah ditelfon oleh seniornya bernama AC Siahaan. Karena Asril alumni Fakultas Hukum, ia pun datang bersama rekannya Juanda, yang merupakan alumni Himah UNIVA.
“Pas kami sampai di lokasi, saya dan Juanda melerai keributan. Saat itu, keributan pun mereda,” ungkap Asril.
Entah bagaimana, ketika Asril dan Juanda melerai keributan, tiga orang preman masing-masing K, T dan R datang. Mereka hendak menyerang AC Siahaan.
“Bg Siahaan mau dipukuli oleh K, T dan R. Terus kami bela. Mereka kemudian menyerang kami dengan senjata tajam,” kata Asril.
Ketika peristiwa terjadi, Juanda dihantam balok kayu. Spontan, Juanda tersungkur dan pingsan.
Akibat peristiwa ini, para korban menderita luka di bagian kepala, tangan dan kaki. Bahkan, kepala Juanda mengalami luka robek.
Sementara K, T dan R, tiga orang preman yang melakukan penganiayaan dilaporkan ke Polsekta Patumbak. Laporan tersebut sesuai dengan bukti lapor STPL/474/VI/2016/Polresta Medan/Sek Patumbak.
“Setelah kejadian penganiayaan itu, kami bersama Juanda langsung melapor ke Polsekta Patumbak. Mereka itu bukan mahasiswa UNIVA,” kata Asril Siregar, rekan Juanda.
Menurut Asril, penganiayaan ini bermula saat ada keributan antar mahasiswa saat kegiatan pengkaderan di kampus UNIVA. Asril dan Juanda turun untuk meredam keributan dimaksud.
“Saat kami melerai keributan, datang tiga orang laki-laki yang bukan mahasiswa UNIVA. Mereka menyerang kami dengan senjata tajam,” ungkap Asril.
Disinggung lebih lanjut soal motif penyerangan, Asril sendiri mengaku tidak tahu menahu. Sebab, keributan di dalam kampus tidak ada kaitannya dengan para preman itu.
“Kegiatan kampus inikan murni kegiatan mahasiswa. Mereka itu enggak ada wewenang sebenarnya di dalam kampus,” kata Asril.
Ia mengatakan, dirinya meminta aparat kepolisian untuk menangkap K, T dan R. Ketiganya harus diringkus demi kenyamanan mahasiswa UNIVA. (W08)
Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Punya Kekayaan hingga Rp31,39 Miliar
kota
Bank Sumut Gandeng Tiga LPKSO Luncurkan KUR PMI, Perluas Akses Pembiayaan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia
kota
Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Silaturahmi DPD FKN Sumut dan SAS Center, Dukung Dua Agenda Akbar di Medan
kota
Buka Muswil III SAPMA PP Sumut, Ijeck Tegaskan Kader Harus Jauhi Narkoba, Firmansyah Kembali Terpilih
News
Sutrisno Pangaribuan Nilai Bobby Nasution Melecehkan DPRD Sumut karena Tinggalkan Rapat Paripurna
kota
Polsek Medan Area Tangkap Sekuriti Rampas HP Wanita Lansia saat Duduk di Kursi Roda
kota
3 Korban Tewas Ledakan Grand Polonia Teridentifikasi
kota
sumut24.co MedanWanita Karo Indonesia (WKI) berkolaborasi dengan Kaukus Perempuan Parlemen RI menggelar Seminar Dialog Interaktif di Kanto
Umum
Monthly Upgrade Academy Perkuat Pemahaman Sejarah dan Nilai Luhur UNPAB sebagai Fondasi Kemajuan Institusi
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI , Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, menyerahkan hadiah kepada lima wajib pajak asal Kota Tanjung
News