Selasa, 10 Maret 2026

Diduga Ada Praktik Mafia Solar Subsidi di Pasar 4 Marelan, Publik Desak Penyelidikan Menyeluruh

Administrator - Selasa, 10 Maret 2026 14:01 WIB
Diduga Ada Praktik Mafia Solar Subsidi di Pasar 4 Marelan, Publik Desak Penyelidikan Menyeluruh
Lokasi.ist
Medan | S24
Di tengah kondisi masyarakat yang harus rela mengantre panjang demi mendapatkan solar subsidi di sejumlah SPBU di Medan, muncul dugaan praktik mafia BBM yang beroperasi di kawasan Pasar 4 Marelan. Fenomena ini menjadi ironi bagi masyarakat kecil yang setiap hari harus berjuang mendapatkan beberapa liter bahan bakar untuk bekerja.

Baca Juga:

Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan bahwa seorang pengusaha berinsial AS diduga menjalankan aktivitas pengumpulan solar subsidi dari berbagai titik pengisian BBM. Solar yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan, sopir angkutan, serta pelaku usaha kecil itu diduga dikumpulkan secara sistematis sebelum dialihkan ke jalur distribusi lain.


Lebih jauh lagi, mencuat pula nama sebuah perusahaan, PT SMS yang disebut-sebut diduga menjadi tempat penampungan BBM subsidi tersebut. Dari lokasi penampungan inilah solar yang awalnya berstatus subsidi diduga kembali dipasarkan sebagai solar industri dengan harga yang jauh lebih tinggi.


Sumber di lapangan juga menyebutkan bahwa jaringan ini diduga memiliki sekitar 12 armada pengangkut yang setiap hari beroperasi mengumpulkan BBM dari berbagai sumber. Dengan kapasitas pengangkutan yang diperkirakan mencapai sekitar 15 ton solar per hari, jumlah tersebut tentu bukan angka kecil.


Jika angka tersebut benar, maka dalam sehari saja ada puluhan ton solar subsidi yang diduga telah dialihkan dari peruntukannya. Artinya, BBM yang seharusnya menjadi hak masyarakat kecil justru berpotensi berubah menjadi komoditas bisnis bagi segelintir pihak yang memanfaatkan celah distribusi.
Situasi ini semakin menimbulkan kemarahan publik karena pada saat yang sama masyarakat di lapangan masih harus menghadapi antrean panjang hanya untuk mendapatkan solar subsidi.

Banyak sopir angkutan dan pelaku usaha kecil mengeluhkan waktu kerja mereka habis hanya untuk mengantre BBM.


Persoalan ini menjadi semakin sensitif setelah muncul informasi yang menyebutkan adanya dugaan "backup" dari oknum aparat penegak hukum terhadap aktivitas tersebut. Jika dugaan ini benar, maka persoalan ini bukan lagi sekadar praktik penimbunan BBM, tetapi juga menyangkut integritas aparat negara yang seharusnya berdiri melindungi kepentingan rakyat.


Kondisi ini menjadi ujian serius bagi para pemangku kepentingan, baik aparat penegak hukum, pemerintah daerah, maupun instansi yang bertanggung jawab dalam pengawasan distribusi BBM subsidi. Publik berharap persoalan ini tidak berhenti pada isu yang beredar di masyarakat tanpa ada tindak lanjut nyata.


Aparat penegak hukum diharapkan segera melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk menelusuri alur distribusi solar subsidi yang diduga mengalir ke pihak-pihak tertentu. Penelusuran juga perlu dilakukan terhadap peran individu maupun korporasi yang disebut-sebut terlibat dalam aktivitas tersebut.


Pada akhirnya, persoalan BBM subsidi bukan sekadar soal bahan bakar. Ini menyangkut keadilan sosial. Ketika subsidi yang berasal dari uang negara diduga dirampas dari hak rakyat kecil dan dijadikan ladang bisnis oleh segelintir pihak, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kerugian negara, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap sistem dan penegakan hukum.


Kini masyarakat menunggu keberanian negara untuk bertindak. Sebab jika praktik seperti ini terus dibiarkan, maka wajar jika publik bertanya: apakah subsidi benar-benar untuk rakyat, atau justru menjadi ladang empuk bagi para pemain yang memiliki jaringan dan perlindungan kekuasaan? Red/ec

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Oknum PNS Mantan Bendahara Panti Asuhan Diduga Gelapkan Uang Infaq Anak Yatim Rp 720 Juta, Dijadikan Tersangka
Polsek Perbaungan Tangkap Diduga Pelaku Peredaran Upal di Pasar Rakyat, Asal Uang Belum diketahui!!
Diduga Langgar Juknis BGN, Limbah Dapur SPPG di Sei Rampah Mengalir Bebas ke Parit
Sejumlah Massa Diluar Lokasi Musda XI Partai Golkar Sumut Diduga Membuat Kericuhan, Satu Unit Mobil Milik Ormas Dirusak
Program Penggemukan Sapi Diisukan Merugi, BumdesMa Bamban Jaya Berikan Klarifikasi
​Diduga Akibat Kelalaian Saat Memasak, Dua Unit Ruko di Simpang Tiga Hangus Dilalap Si Jago Merah  ​
komentar
beritaTerbaru