Medan, Sumut24.co — Suasana sidang Tipikor Medan mendadak panas ketika dua saksi kunci — mantan Kadis PUPR Sumut Topan Obaja Ginting dan Kepala UPTD Rasuli Efendi Siregar — mengaku bahwa proyek jalan Sipiongot–Batas Labuhanbatu dan Hutaimbaru–Sipiongot dijalankan tanpa dokumen teknis.
Baca Juga:
"Proyek Tanpa Gambar" Pecahkan Keheningan
Kedua saksi yang sebelumnya sempat mengelak akhirnya buka suara: proyek senilai ratusan miliar rupiah itu tidak pernah melalui tahapan teknis formal. Tidak ada gambar rencana, tidak ada kajian teknik. Pengakuan ini sempat memicu keheranan dan kemarahan majelis hakim.
Majelis pun secara eksplisit meminta KPK menghadirkan Gubernur Sumut, Bobby Nasution, sebagai saksi. Permintaan ini menunjukkan bahwa dugaan keterlibatan pejabat tinggi dalam mekanisme anggaran sudah menembus batas bawah.
Angka Bicara: Rp165 Miliar & "Fee" Rp4,05 Miliar
Jaksa menyebut proyek yang dipertanyakan nilainya mencapai sekitar Rp165 miliar. Namun dalam dakwaan awal, penyebutannya hanya soal aliran suap Rp4,05 miliar terkait pengaturan lelang. Artinya, persoalan bukan sekadar suap — melainkan arsitektur anggaran yang bisa digunakan sebagai kendaraan politik.
Majelis Dorong Penyidikan Baru
Sikap majelis hakim makin tegas: mereka meminta KPK segera membuka sprindik (surat perintah penyidikan) baru untuk menelisik alur pergeseran anggaran yang memungkinkan proyek tanpa dasar hukum teknis ini. "Kalau memang tidak ada dokumen perencanaan, pelanggaran ini sudah struktural," ujar salah seorang hakim.
Implikasi Bagi Tata Kelola & Kepercayaan Publik
1. Kualitas dan keselamatan proyek diragukan — tanpa perencanaan, kontrol mutu bisa lepas kendali.
2. Anggaran publik berpotensi disalahgunakan — dana bisa digeser dan dialihkan tanpa transparansi.
3. Kepercayaan masyarakat terkikis — jika hanya kaki kecil yang diseret ke pengadilan, struktur di belakangnya tetap aman.
Ujian Berat Bagi KPK
Kasus ini menjadi ujian nyata bagi KPK: beranikah lembaga itu menelusuri sampai jabatan eksekutif tertinggi di Sumut? Jika tidak, maka sidang ini hanya jadi tontonan drama hukum semata.
Sidang berikutnya akan menjadi momentum penting: apakah nama Bobby Nasution akan benar-benar disebut dalam daftar saksi resmi? Atau, akankah cerita ini meredup seperti banyak kasus korupsi sebelumnya?red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News