Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Dorong Persatuan dan Kepedulian Sosial
Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Dorong Persatuan dan Kepedulian Sosial
News
MEDAN- Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumut resmi laporkan Syafrida Rasahan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut ke Poldasu. Syafrida dinilai telah menistakan agama Islam dan mengusik ketentraman ibadah umat Islam di Sumut.
Baca Juga:
Syafrida dilaporkan pada Jumat (25/5), dengan nomor laporan LP/688/V/2018/SPK”I”. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa korban adalah umat Islam.
Ketua BKPRMI Sumut Zulkhairi Pahlawan, SH mengatakan, Bawaslu Sumut telah mengeluarkan surat edaran yang isinya membatasi ruang umat untuk melakukan ibadah dan kebaikan di bulan Ramadhan, dan hal itu sangat merugikan umat Islam. Katanya, jelas dalam hal ini Bawaslu Sumut telah menistakan agama Islam dan menzhalimi umat yang sedang menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
“Kenapa surat edaran ini hanya untuk agama Islam saja, apa karena di Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) ini hanya ada satu calon yang pasangannya muslim muslim. Atau ini ada upaya membantu memenangkan pasangan lain yang notabenenya muslim – non muslim?” tandasnya.
Katanya, kata-kata seperti infaq, sedekah, dan zakat di bulan Ramadhan itukan khasnya ajaran agama Islam. Jadi Bawaslu jangan lagi berkilah kalau ini aturan untuk semua agama. “Kalau untuk semua agama, kenapa istilah kolekte dan lain sebagainya itu tidak ada, dan yang ada hanya zakat. Kalau bukan untuk menistakan agama Islam, jadi untuk apa lagi surat itu dikeluarkan Bawaslu,” tandasnya.
Zulkhairi berharap agar laporan tersebut segera diproses dan tidak boleh umat Islam ini dikekang-kekang dalam urusan ibadah. Jangan karena kepentingan Bawaslu kami umat Islam ini dipaksa untuk tidak taat pada ajaran Allah.
“Bawaslu urus saja masalah Pemilu, dan jangan urusi ibadah umat Islam. Jangan karena Pemilu, para komisioner Bawaslu ini lupa dengan ibadah, sehingga kepentingan Pemilu diatas segala galanya,” tandasnya.
Pecat Aulia Andri
Zulkhairi juga tidak yakin Bawaslu akan netral, terlebih keberadaan Aulia Andri yang merupakan anak dari Jumiran Abdi Ketua Tim Pemenangan Djarot-Sihar Sitorus. Bagaimana mungkin bisa netral, buktinya belum apa-apa umat Islam sudah diserang dengan aturan.
“Jangan sampai umat Islam beranggapan bahwa keberadaan Aulia Andri turut mempengaruhi keluarnya surat edaran tersebut,” tandasnya. Oleh sebab itu, Aulia Andri harus segera dipecat sebagai komisioner Bawaslu Sumut agar Pilgubsu berjalan dengan jujur dan adil. (red)
Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Dorong Persatuan dan Kepedulian Sosial
News
Ternate Kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan di Kota Ternate, Maluku Utara, mengembangkan produk olahan pangan berbasis bahan lo
Tips
Abu Dhabi, UEA Etihad Airways, maskapai nasional Uni Emirat Arab, memperkenalkanEtihad Wellbeing, sebuah program terbaru yang menghadirk
News
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2026 dapat menjadi acuan bersam
kota
Jakarta PT Federal International Finance (PT FIF) terus berupaya memperkuat komitmennya dalam membangun bisnis yang berintegritas, patuh,
News
Purwokerto Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyiapkan tindak lanjut kerja sama untuk
Tips
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meraih penghargaan Terbaik II atas Penilaian Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Keme
News
Pangandaran, PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan PTAstra dan bagian dari Astra Financial, terus memperluas manfaat
Umum
Bekasi, POP MART, perusahaan hiburan berbasis IP terkemuka dan pelopor global dalam budaya designer toys, untuk pertama kalinya menghadirkan
Ekbis
Ternate Sebanyak 416 tenaga kerja di Maluku Utara telah menyelesaikan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch IV yang dilaksanakan di Bala
Politik