FABEM SUMUT DAN MASKER PRAGI UCAPKAN SELAMAT BERTUGAS DIRUT PT.PLN SUROSO ISNANDAR
FABEM SUMUT DAN MASKER PRAGI UCAPKAN SELAMAT BERTUGAS DIRUT PT.PLN SUROSO ISNANDAR
News
Baca Juga:
Aksi tersebut tidak hanya memancing emosi, tetapi juga membuka tuduhan serius terkait dugaan pemalsuan tanda tangan salah satu pihak terkait.
*Pemalsuan Tanda Tangan: Pintu Masalah Baru*
Kasus ini bermula dari klaim keluarga ahli waris Ritonga bahwa ada tanda tangan palsu dalam dokumen eksekusi, mengatasnamakan almarhum Hasril Ritonga. Dugaan tersebut dianggap sebagai bentuk pelanggaran serius yang mencederai proses hukum.
Menurut Alwin Fanani Ritonga, cucu dari ahli waris, dirinya siap mempertaruhkan nyawa demi membuktikan kebenaran.
"Kalau tidak terbukti kejahatan pengadilan, saya siap digantung. Tapi jika pengadilan terbukti bersalah, apa sanksinya?" tegas Alwin dalam aksi protes.
Sementara itu, Alwi Akbar Ginting, salah satu kuasa hukum keluarga ahli waris, menyampaikan bahwa dokumen dengan tanda tangan palsu tersebut dibukukan di kantor notaris. Dokumen itu digunakan sebagai bahan pertimbangan keputusan pengadilan, meski keabsahannya cacat formil dan dokumen itu seharusnya dinyatakan batal demi hukum. Karena tidak dapat dibenarkan secara hukum orang yang sudah meninggal dunia di tahun 2012 tiba tiba keluar tandatangan yang mengatasnamakan almarhum Hasril Ritonga di tahun 2017 yang tertuang di dalam warmarking nomor 4599 yang telah di bukukan di notaris Misbahuddin sh
"Orang yang sudah meninggal dunia dibuat seolah-olah hidup melalui dokumen. Kami sudah melaporkan hal ini ke Polres Padangsidimpuan, tetapi tidak diproses sesuai dengan hukum yang berlaku" ujar Alwi Akbar Ginting dengan nada kecewa.
*Aksi Kekerasan terhadap Kuasa Hukum*
Situasi semakin memanas ketika Alwi Akbar Ginting menjadi korban tindakan arogan aparat penegak hukum (APH). Dalam kericuhan tersebut, Alwi idorong hingga jatuh setelah lehernya disiku.
"Tolong Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saya dicekik dan dipukul. Sebagai kuasa hukum, perlakuan ini tidak seharusnya terjadi. Kami keberatan," serunya, meminta perhatian serius terhadap tindakan aparat di lapangan.
Senada dengan Alwi Akbar, kuasa hukum lainnya, Amin M. Ghamal Siregar dan Awaluddin Harahap, meminta agar kasus ini mendapat perhatian khusus dari Kapolri.
"Kami berharap Kapolri memberikan atensi pada dugaan pemalsuan ini dan tindak kekerasan yang terjadi selama proses eksekusi. Kami akan terus memperjuangkan keadilan," ujar Amin M. Ghamal Siregar.zal
FABEM SUMUT DAN MASKER PRAGI UCAPKAN SELAMAT BERTUGAS DIRUT PT.PLN SUROSO ISNANDAR
News
D&rsquoLegends Sumut Serahkan Sertifikat Touring Medan&ndashBanda Aceh, Kurniawan Tekankan Semangat Persaudaraan
News
sumut24.co SimalungunWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menyambut baik peresmian 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPP
Umum
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, Adik Kepala BNPB Ikut Terjerat
News
sumut24.co MedanPemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup memantau perkembangan kualitas udara menyusul sebaran kabut asap lintas batas y
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menggelar Rapat Evaluasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (M
News
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan tersangka baru dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pembanguna
Hukum
Publik Berhak Tahu! Proyek Infrastruktur Padangsidimpuan Gagal Tender, Transparansi Anggaran 2026 Dipertanyakan
News
Musa Rajekshah Hadiri Mubes XI Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno Kembali Ditetapkan sebagai Ketua Umum
News
KPLP Richwell Hutagakung Ingatkan Tahanan Baru Lapas Padangsidimpuan Disiplin dan Kesehatan Jadi Prioritas
News