BRI BO Sibuhuan Berikan Tabungan Emas Kepada Pemenang Racing FBI AgenBRILink
BRI BO Sibuhuan Berikan Tabungan Emas Kepada Pemenang Racing FBI AgenBRILink
kota
Baca Juga:
- Tegakkan Hukum, Kejari Asahan Eksekusi Terpidana Penipuan dan Penggelapan Tanah yang Berlarut-larut Sejak 2013
- Terobosan Hukum Baru! PT Medan Jadi Pengadilan Tinggi Pertama Periksa Saksi Langsung di Tingkat Banding
- Sinergi PLN UP3 Padangsidimpuan Dan Polres Mandailing Natal Tingkatkan keamanan Dan kenyamanan Bagi Masyarakat
Aksi tersebut tidak hanya memancing emosi, tetapi juga membuka tuduhan serius terkait dugaan pemalsuan tanda tangan salah satu pihak terkait.
*Pemalsuan Tanda Tangan: Pintu Masalah Baru*
Kasus ini bermula dari klaim keluarga ahli waris Ritonga bahwa ada tanda tangan palsu dalam dokumen eksekusi, mengatasnamakan almarhum Hasril Ritonga. Dugaan tersebut dianggap sebagai bentuk pelanggaran serius yang mencederai proses hukum.
Menurut Alwin Fanani Ritonga, cucu dari ahli waris, dirinya siap mempertaruhkan nyawa demi membuktikan kebenaran.
"Kalau tidak terbukti kejahatan pengadilan, saya siap digantung. Tapi jika pengadilan terbukti bersalah, apa sanksinya?" tegas Alwin dalam aksi protes.
Sementara itu, Alwi Akbar Ginting, salah satu kuasa hukum keluarga ahli waris, menyampaikan bahwa dokumen dengan tanda tangan palsu tersebut dibukukan di kantor notaris. Dokumen itu digunakan sebagai bahan pertimbangan keputusan pengadilan, meski keabsahannya cacat formil dan dokumen itu seharusnya dinyatakan batal demi hukum. Karena tidak dapat dibenarkan secara hukum orang yang sudah meninggal dunia di tahun 2012 tiba tiba keluar tandatangan yang mengatasnamakan almarhum Hasril Ritonga di tahun 2017 yang tertuang di dalam warmarking nomor 4599 yang telah di bukukan di notaris Misbahuddin sh
"Orang yang sudah meninggal dunia dibuat seolah-olah hidup melalui dokumen. Kami sudah melaporkan hal ini ke Polres Padangsidimpuan, tetapi tidak diproses sesuai dengan hukum yang berlaku" ujar Alwi Akbar Ginting dengan nada kecewa.
*Aksi Kekerasan terhadap Kuasa Hukum*
Situasi semakin memanas ketika Alwi Akbar Ginting menjadi korban tindakan arogan aparat penegak hukum (APH). Dalam kericuhan tersebut, Alwi idorong hingga jatuh setelah lehernya disiku.
"Tolong Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saya dicekik dan dipukul. Sebagai kuasa hukum, perlakuan ini tidak seharusnya terjadi. Kami keberatan," serunya, meminta perhatian serius terhadap tindakan aparat di lapangan.
Senada dengan Alwi Akbar, kuasa hukum lainnya, Amin M. Ghamal Siregar dan Awaluddin Harahap, meminta agar kasus ini mendapat perhatian khusus dari Kapolri.
"Kami berharap Kapolri memberikan atensi pada dugaan pemalsuan ini dan tindak kekerasan yang terjadi selama proses eksekusi. Kami akan terus memperjuangkan keadilan," ujar Amin M. Ghamal Siregar.zal
BRI BO Sibuhuan Berikan Tabungan Emas Kepada Pemenang Racing FBI AgenBRILink
kota
Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Amankan Pria Galang Yang Menyimpan Sabu
kota
IPQOH Sumut Berduka Cita Hafizhah Terbaik, Dra. Hj. Nadhirah S.Q Wafat di Mekkah
kota
sumut24.co ASAHAN, Semangat berbagi dan kepedulian sosial mewarnai peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi di wilayah Kec
News
sumut24.co MEDAN, Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID
kota
Sat Res Narkoba Polresta Deli Serdang Bersama Polsek Pantai Labu Ungkap Kasus Sabu di Desa Sei Tuan, Dua Pria Diamankan
kota
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara memastikan momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2
kota
sumut24.co BATUBARA, Ditengah Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus memperkuat sosialnya dengan me
News
Jaga Marwah & WKI Sumut Apresiasi Kepedulian Ahmad Sahroni terhadap Korban Begal di Medan Dapil Sumut Sehat Kan?
kota
Satpam Jadi Korban Begal Brutal Di Medan, Ahmad Sahroni Turun Tangan
kota