Polrestabes Medan Gulung 5 Sindikat Curanmor 2 Diantaranya Diberi Tindakan Tegas Terukur
Polrestabes Medan Gulung 5 Sindikat Curanmor 2 Diantaranya Diberi Tindakan Tegas Terukur
News
Berita pembegalan terus mengisi ruang publik di tengah hiruk pikuk masalah ekonomi, hukum, dan politik di negeri ini.
Baca Juga:
Kehadirannya yang bertubi-tubi nyaris tanpa jeda belakangan ini menjadi tamparan keras buat negara yang masih sering absen dalam menjamin keamanan dan keselamatan warganya. Karena minimnya kehadiran negara, begal dengan serangkaian terornya begitu mudah mengobrak-abrik rasa aman masyarakat.
Hak rakyat untuk mendapatkan perlindungan dan keamanan dari negara pun kandas di tangan para jagal jalanan itu. Korban terus berjatuhan seiring dengan kian tingginya derajat keresahan masyarakat. Dalam kasus begal motor, polisi sebagai wakil negara hampir seperti mati langkah.
Seolah ketinggalan ditikungan. Entah mengapa, tangan polisi pun seperti tak pernah benar-benar mampu menjangkau kelompok begal yang tersebar.
Paling baru dan sangat menyedihkan terkait kejahatan jalanan juga ialah kasus pembegalan dengan korban mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Medan (14/6).
Sebelumnya pembunuhan oleh Geng Motor terhadap seorang kepala keluarga yang membonceng anak istrinya di Medan Labuhan dan banyak kasus lainnya yang sudah dipublikasi media.
Pastinya korban begal sudah banyak berjatuhan. Meski, tidak spesifik begal, namun ini merupakan kejahatan jalanan yang menakutkan dan memilukan.
Memang di dalam peristiwa pembegalan, umumnya, masyarakat sebagai sasaran (korban) tidak berdaya karena para pelaku begal menggunakan senjata tajam dan tak segan nekat membunuh korban dengan sadis. Pelaku juga biasanya adalah sekelompok orang dengan sebutan geng motor, dan lain sebagainya. Meningkatnya kasus kriminalitas dipercaya oleh banyak pakar disebabkan banyak faktor.
Faktor itu antara lain faktor sulitnya ekonomi. Ada juga yang berpendapat faktor narkoba. Orang yang sudah candu atau ketagihan narkoba harus menyediakan uang untuk membeli barang haram tersebut hingga akhirnya melakukan pembegalan.
Pendapat lain adalah faktor lemahnya hukum ataupun keluarga yang rusak (broken home) maupun pendidikan yang belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Terbukti dari usia sebagian pelaku pembegalan adalah usia anak sekolahan/di bawah umur (kurang lebih 15 tahun).
Beragam faktor itulah yang dianggap menjadi alasan kuat maraknya aksi kriminalitas jalanan ini.
Apapun itu, kampanye pemberantasan begal wajib terus dilaksanakan oleh semua pihak. Tidak hanya tugas kepolisian dan pemerintah. Tidak hanya menerapkan hukuman tapi juga melakukan usaha preventif (pencegahan). Menyelesaikan masalah begal dengan cara main hakim sendiri jelas tak dapat dibenarkan dari sisi hukum dan keadilan.
Namun, itu berpotensi bakal terjadi bila polisi dan pemerintah selalu lemah atau terlambat melakukan pengamanan.
Polisi jelas harus meningkatkan kinerjanya untuk memenuhi rasa aman publik. Tindakan terukur, tegas, massif dan rutin adalah kunci lain dalam mencegah korban begal berikutnya. Itu, memang tidak mudah.
Apalagi dari sisi jumlah, personil Kepolisian RI masih jauh dari ideal. Belum lagi soal peningkatan profesionalisme Polri yang masih kerap ‘diganggu’ faktor politik. Namun, bila pemerintah punya komitmen kuat untuk melindungi warganya, masalah itu mestinya dapat diatasi. Di sisi lain, dalam menjaga keamanan lingkungan, masyarakat pun tetap harus pegang peran.
Bila publik memandang kejahatan begal sudah menjadi penyakit yang mesti diberangus, sudah semestinya pula mereka memasang level kewaspadaan tinggi.
Itu jauh lebih efektif dan beradab ketimbang menunggu begal beraksi dan kemudian menghukumnya sendiri.
Harus diingat pula, begal bukan sekadar masalah kriminal. Para pelaku begal yang rata-rata berusia muda itu tumbuh menjadi liar karena faktor lingkungan dan masalah sosial. Begal, harus diakui, ialah kriminalitas yang berbalut masalah sosial-ekonomi. Karena itu, solusi komprehensif yang menjangkau ranah sosial-ekonomi juga mesti menjadi bagian dari strategi.
Masalah kemiskinan dan pengangguran yang selama ini terus menjadi momok harus dibereskan segera karena dari situlah benih-benih begal mulai tersemai. Semua langkah itu mesti dijalankan integral agar kewibawaan negara tidak dirampas begal jalanan.
Farid Wajdi Founder Ethics of Care
Polrestabes Medan Gulung 5 Sindikat Curanmor 2 Diantaranya Diberi Tindakan Tegas Terukur
News
Polsek Medan Kota Tangkap 2 Residivis Curanmor saat Beraksi di Jalan Air Bersih Medan.
News
Pengedar Narkoba di PatumbakDiciduk Satres Narkoba Polrestabes Medan
News
PAPBD 2026 Paluta Resmi Disahkan, Basri Harahap Janji Percepat Pelaksanaan Program
News
Cegah Korupsi dari Hulu, Bersama Gubsu Bobby Nasution Bupati Paluta Reski Basyah Ikut Teken Komitmen Tata Kelola Anggaran
News
Teken Komitmen di Hadapan KPK, Bupati Madina Saipullah Nasution dan DPRD Erwin Efendi Lubis Didorong Benahi Tata Kelola
News
78 Mahasiswa Palas Dapat Beasiswa SDMPKS 2026, Wabup Achmad Fauzan Nasution Ini Peluang Emas
News
IKANAS Sumut Gelar Maulid Nabi 1448 H Sekaligus Rayakan HUT ke63 Erwan Rosadi Nasution
News
MEDAN Nama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark memang terdengar besar. Di dalamnya melekat nama lokal sekaligus identitas
Wisata
Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membekali penyandang disabilitas dengan keterampilan membuat jus sehat. Pelatihan ini berl
News