Polrestabes Medan Gulung 5 Sindikat Curanmor 2 Diantaranya Diberi Tindakan Tegas Terukur
Polrestabes Medan Gulung 5 Sindikat Curanmor 2 Diantaranya Diberi Tindakan Tegas Terukur
News
TAPSEL I Sumut24.co
Baca Juga:
Penasihat Hukum Zulkifli Lubis (ZL) dan Rudi Saputra (RS) yang merupakan tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi penggunaan dana hibah Tahun Anggaran 2019 hingga 2021 yang bersumber dari APBD Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kasibun Daulay SH meminta Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan (Kejari Tapsel) untuk tidak tebang pilih dalam menangani perkara tersebut.
Menurutnya, pihak Kejari Tapsel harus bersikap profesional dan lebih konfrehensif dalam mengusut perkara yang telah menjerat kliennya tersebut, yang mana menurutnya penyidik harus menyasar pihak-pihak yang paling bertanggungjawab, bukan malah memilih-milih pihak yang posisi politiknya paling lemah saja yang dijadikan Tersangka.
“Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih, harus ada persamaan kedudukan dihadapan hukum dengan asas equality before the law, penyidik tidak boleh membeda-bedakan antara warga negara, mereka yang memiliki kedudukan politik dengan yang tidak memiliki kedudukan politik harus mendapat perlakuan yang sama dihadapan hukum. Proses hukum harus sesuai dengan fakta-fakta yang ada,â€tegas Kasibun Daulay.
Sebagaimana diketahui, ZL dan RS, kedua-duanya adalah mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Tapanuli Selatan, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi penggunaan dana hibah Tahun Anggaran 2019 s/d 2021 yang bersumber dari APBD Kabupaten Tapanuli Selatan, melalui Surat Penetapan Tersangka Nomor : Tap – 01/L.2.35/Fd.1/2023 pada tanggal 24 Januari 2023 oleh Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan. Keduanya ditetapkan sebagai Tersangka setelah Kejari Tapsel melaksanakan Gelar Perkara (Ekspose) atas Penyidikan Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada kegiatan Penggunaan Dana Hibah Oleh KONI Cabang Tapsel Tahun Anggaran 2019 s/d 2021 pada tanggal 24 Januari 2023 di kantor Kejari setempat.
Lebih lanjut Kasibun Daulay menyampaikan dugaannya, bahwa menurutnya, ada kejanggalan serta dugaan tebang pilih dalam upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejari Tapsel terutama dalam penetapan status tersangka yang hanya menyasar kliennya saja, yang padahal ada pihak-pihak lain yang dianggap lebih bertangungjawab.
Menurutnya, seolah-olah dengan ditetapkannya dua orang Ketua KONI Tapsel dari dua priode pengurusan yang berbeda, peristiwa Tindak Pidana Korupsi itu dapat berdiri sendiri dan dilakukan oleh orang atau pihak yang sebenarnya tidak memiliki kewenangan secara absolut untuk mencairkan dan menggunakan dana negara tersebut.
Maka oleh karena itu Advokat Kasibun Daulay, meminta proses hukum terhadap perkara ini harus transparan, harus objektif. Menurutnya, aparat Penegak Hukum harus adil sejak dalam alam pikiran, jangan mengambang dan seolah-olah ada yang disembunyikan dan diselamatkan.zal
Polrestabes Medan Gulung 5 Sindikat Curanmor 2 Diantaranya Diberi Tindakan Tegas Terukur
News
Polsek Medan Kota Tangkap 2 Residivis Curanmor saat Beraksi di Jalan Air Bersih Medan.
News
Pengedar Narkoba di PatumbakDiciduk Satres Narkoba Polrestabes Medan
News
PAPBD 2026 Paluta Resmi Disahkan, Basri Harahap Janji Percepat Pelaksanaan Program
News
Cegah Korupsi dari Hulu, Bersama Gubsu Bobby Nasution Bupati Paluta Reski Basyah Ikut Teken Komitmen Tata Kelola Anggaran
News
Teken Komitmen di Hadapan KPK, Bupati Madina Saipullah Nasution dan DPRD Erwin Efendi Lubis Didorong Benahi Tata Kelola
News
78 Mahasiswa Palas Dapat Beasiswa SDMPKS 2026, Wabup Achmad Fauzan Nasution Ini Peluang Emas
News
IKANAS Sumut Gelar Maulid Nabi 1448 H Sekaligus Rayakan HUT ke63 Erwan Rosadi Nasution
News
MEDAN Nama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark memang terdengar besar. Di dalamnya melekat nama lokal sekaligus identitas
Wisata
Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membekali penyandang disabilitas dengan keterampilan membuat jus sehat. Pelatihan ini berl
News