Kamis, 23 Juli 2026

Tim Gabungan Polda Sumut Ringkus Dua Perampok dan Pembunuh IRT di Desa Marsada Sipirok

Administrator - Jumat, 05 Agustus 2022 09:22 WIB
Tim Gabungan Polda Sumut Ringkus Dua Perampok dan Pembunuh IRT di Desa Marsada Sipirok

MEDAN I SUMUT24.co

Baca Juga:
Tim Gabungan Subdit III/ Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, Polres Tapsel dan Polres Taput menangkap dua tersangka perampokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Korbannya adalah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Nurhaida Simanjuntak (62). Sedangkan dua tersangka yakni, BST dan AP, ditangkap dalam secara terpisah di Padang Lawas (Palas), Sumut dan Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa (2/8/2022). Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menjelaskan, pengungkapan ini bermula dari penemuan jenazah korban di Jalan Lintas Aek Latong Lama – Padangsidimpuan, Desa Marsada, Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) pada Minggu (24/7/2022) lalu. “Dari temuan itu, tim gabungan melakukan penyelidikan dan menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Hadi didampingi Kasubdit III/Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut Kompol Bayu Putra Samara, Jumat (5/8/2022). Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di lokasi kejadian, sambung Hadi, keluarga dan 114 CCTV di sepanjang jalan dari Taput hingga Kota Padang, Sumbar, selama sembilan hari kedua tersangka akhirnya dapat ditangkap. Usai proses penangkapan, kedua pelaku diketahui sebagai residivis yang sudah berulang kali melakukan aksi kejahatan serupa. “Modusnya adalah melakukan tipu daya, meyakinkan korban seolah tersangka sudah mengenal baik dengan korban. Motif mereka adalah menguasai (mengambil) barang berharga milik korban,” jelasnya. Sementara, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj menerangkan, sebelum tewas dirampok korban yang merupakan warga Sipoholon Taput itu baru pulang dari pesta di tempat kerabatnya, Sabtu (23/8/2022). Setelah itu suami mengantarkan korban ke pasar. “Namun, setelah ditunggu-tunggu korban tidak kunjung pulang, sehingga oleh keluarga dilaporkan ke Polres Tapanuli Utara. Tapi, akhirnya korban ditemukan sudah meninggal dunia di wilayah Tapanuli Selatan,” terangnya. Atas temuan ini, sambung Roman, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polda Sumut dan Polres Taput. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, pihaknya akhirnya dapat mengungkap alamat tersangka. “Korban meninggal dunia dibekap karena meronta saat kalungnya berupa emas seberat 15 gram akan diambil kedua pelaku,” terangnya. Roman menambahkan, usai membuang jenazah korban, kedua tersangka lalu menjual kalung korban kepada seorang penadah berinisial I di Kota Padang. Dari hasil penjualan itu, masing-masing pelaku mendapatkan uang Rp3,5 juta. “Kepada kedua tersangka dikenakan Pasal 365 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya.(W05)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
DPRD Sumut Soroti Minimnya Transparansi Data Pengunjung PRSU, Rudi Alfahri: Publikasi Bagus, Tapi Tak Sesuai Fakta di Lapangan
Kompak! Dua Kapolres Sambangi Kodim 0212/Tapsel, TNI-Polri Perkuat Barisan Jaga Sinergitas dan Stabilitas Tabagsel
HAN 2026 di Paluta: Raih KLA Pratama, Pemkab Tegaskan Komitmen Lindungi Hak Anak dan Generasi Emas
Proyek Pengendalian Banjir Sungai Asahan Rp15 Miliar Diduga Dimanipulasi, PPK Akui Pekerjaan Tak Sempurna, Aturan Hukum Terancam Dilanggar
Wakil Bupati Asahan Pimpin Upacara HAN ke-42, Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Ramah Anak
Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 10 Kg Sabu di Perairan Kuala Bangka Labura.
komentar
beritaTerbaru