Resmi Dikukuhkan, Ini Pesan Hendra Syahputra Pimpin Forwaka Tebing Tinggi : Pers Harus Terpercaya
sumut24.co TEBING TINGGI, Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Kota Tebing Tinggi resmi dikukuhkan untuk masa bakti 20262028 di Gedung Saw
News
SIDIMPUAN | SUMUT24 Sempat membuat heboh atas aksi pencurian di Kabupaten Padang Lawas (Palas) selama sebulan. Akhirnya, 10 sindikat pencurian yang beraksi di kantor instasi Palas berhasil dibekuk petugas Satreskrim Polres Tapsel, Selasa (18/7) sore. Ironisnya, 10 pelaku tersebut merupakan sekolompok pemuda.
Baca Juga:
Informasi yang dihimpun wartawan di Polres Tapsel, Kamis (20/7) sore menyebutkan, kesepuluh pemuda yang diamankan petugas tersebut yakni, Indra Yusuf alias Saluat (19), Fauzan Habibi (18), Liga Asrafi (17), Risky Martua (19), Hamdan (18), Rinto (22), Andreansyah (15), Mukti Ali (19), Sandi Halomoan (21), dan Jefri Suasman (21). Sindikat ini ditangkap petugas lantaran beraksi di 4 tempat kejadian yang 2 diantaranya merupakan kantor dinas Palas.
Awalnya, komplotan ini beraksi di kantor Dinas PU Kabupaten Palas tanggal 20 Juni 2016 lalu. Dalam aksinya tersebut, komplotan ini berhasil menggasak beberapa barang berharga di dinas tersebut.
Tak sampai disitu, selang 7 hari kemudian tepatnya tanggal 27 Juni 2016, komplotan ini kembali beraksi di Kantor Dinas Kesehatan Kanupaten Palas. Kembali, dalam aksinya kali ini kawanan ini berhasil menggasak barang berharga di dinas tersebut.
Selain itu, tepatnya tanggal 7 Juli 2016, kawanan ini kembali beraksi di kediaman Saparuddin Hasibuan yang berada di Jalan Ki Hajar Dewantoro. Selanjutnya, kawanan ini kembali beraksi tepatnya tanggal 16 Juli 2016 di kediaman Fahri Pulungan. Dan kembali, dalam aksinya tersebut kawanan ini menggasak harta benda di mereka sambangi.
Sial, aksi pencurian dikediaman Fahri tersebut menjadi akhir dari perjalanan kawanan ini. Pasalnya, setelah beraksi dikediaman Fahri tersebut salah seorang diantara pelaku berhasil diamankan warga yang selanjutkan dibawa ke Polsek Sibuhuan.
“Minggu kemarin, salah seorang pelaku berhasil diamankan warga yang kemudian diserahkan ke kita,” ungkap Kapolres Tapsel, AKBP Rony Samtana didampingi Kapolsek Sibuhuan, AKP S Pulungan dan Kasatreskrim Polres Tapsel, AKP Jama K Purba.
Lebih lanjut, bebernya, usai tertangkapnya seorang pelaku tersebut petugas pun melakukan pencarian kepada para tersangka lain. Tepatnya, Selasa (18/7) siang, akhirnya petugas berhasil mengamankan komplotan pencurian tersebut.
“Dari 1 pelaku itu, kita kemudian melakukan pengembangan dan Selasa kemarin kita berhasil mengamankan semua tersangka,” ujar mantan penyidik KPK tersebut.
Tak hanya itu, petugas juga berhasil mengamankan seorang penadah hasil curian yakni Sujatmoko (30). “Kita juga tangkap penadahnya,” ungkapnya.
Dikatakan Rony, sebelum melakukan aksinya tersebut kawanan ini terlebih dahulu mengecek situasi yang menjadi target operasi. Setelah merasa aman, mereka pun kemudian melancarkan aknsinya.
“Dalam melakukan aksinya, mereka tidak semuanya bermain. Namun, ada rotasi yang mereka lakukan,” ucapnya.
Saat disinggung siapa otak pelaku pencurian tersebut, Rony mengatakan Rinto dan Sandi sebagai otak pelaku. Pasalnya, di setiap aksi pencurian tersebut keduanya ikut. “RH dan SH merupakan otaknya,” pungkasnya.
Selain mengamankan kawanan ini, petugas juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti yakni, 2 unit laptop merek acer 2 unit tas laptop acer warna hitam, charger laptop, celana panjang warna loreng tentara dan kaos oblong warna biru, 1 linggis, 1 unit hp merek oppo dan perhiasan gelang, cincin dan kalung, pucuk senapan angin merek cancin, 4 bpkb sepeda motor, 1 unit Hp merek Tiger warna hijau, 5 set kunci, handset, buku tabungan Bank Muamalat, dan kipas angin merek Cosmut.
Ironisnya, dalam komplotan tersebut terdapat 2 anak dibawah. Parahnya lagi, salah seorang dari anak dibawah umur tersebut yakni Liga mengaku dirinya hanya diberi 1 porsi nasi goreng usai beraksi. “Hanya sekali aku ikut pak. Itupun dikasih 1 porsi nasi goreng aku,” akunya.
Lebih lanjut, Liga mengaku, dirinya ikut dalam komplotan tersebut lantaran diajak teman-temannya. “Diajak aku bang, makanya ikut,” pungkasnya.
Sementara itu, Andreansyah (15) mengaku dirinya mendapat uang hasil pencurian tersebut sebesar Rp350 ribu. Hal itu lantaran dirinya turut masuk menggasak harta benda yang ada di dalam tempat yang mereka santroni.
“Rp350 ribu aku dapat bang. Aku ikut masuk ke dalam. Uangnya pun aku gunakan untuk jalan-jalan bang,” ucapnya singkat.
Atas aksinya tersebut, kawanan ini pun di jerat Pasal 363 KUHP ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. (Indra)
sumut24.co TEBING TINGGI, Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Kota Tebing Tinggi resmi dikukuhkan untuk masa bakti 20262028 di Gedung Saw
News
Wali Kota menyambut audiensi dan silaturahmi BPD HIPMI Sumut, di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota membuka Musyawarah Nasional XV UNIO Indonesia, yang digelar di CCPPU KAM
News
Pemko Pematangsiantar Perkuat Tata Kelola Penanggulangan Bencana
News
Wali Kota diwakili Sekda menyambut kehadiran rombongan Kanwil Ditjenpas Sumut
News
Berani Nyimpan Narkoba Dibekuk Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
News
OTT ATR/BPN Makin Disorot, Azmi Hadly Desak KPK Bongkar Tuntas Jangan Ada yang Kebal Diperiksa
News
Peringati Maulid Nabi 1448 H, Polresta Deli Serdang Perkuat Keimanan dan Keteladanan Personel
News
sumut24.co ASAHAN, Ketegangan memuncak di lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT BSP, Jalan Protokol Sukadamai, Kabupaten Asahan. Posko milik
News
Medan sumut24.coUnit Reskrim Polsek Medan Kota berhasil menangkap dua orang residivis yang berniat menggasak sepeda motor milik warga di Ja
Hukum