Sibuhuan  I SUMUT24.co
Baca Juga:
Proyek Dek Penahan Tebing (DPT) di Sungai Gelanggang, Kecamatan Barumun , Kabupaten Padang Lawas yang bernilai Rp 3,4 miliar ambruk
Pantauan dilokasi , Senin (28/9/2020 )sebelumnya DPT tersebut kondisi nyaris ambruk pada akhir tahun 2019, proyek DPT di bantaran sungai Galanggang yang dibangun tahun 2018 itu akhirnya ambruk dan rata dengan tanah.
Proyek pembangunan fisik hanya bertahan satu tahun seperti proyek DPT di bantaran sungai Galanggang yang dibangun tahun 2018 tersebut, awal bulan Nopember 2019 sudah ambruk.
Bahkan menyusul entensitas hujan secara terus sepanjang malam, mulai pukul 20.00 WIB, Minggu (28/9/2020) malam, mengakibatkan meluapnya sungai Galanggang hingga membuat DPT yang nyaris ambruk itu jatuh dan rata dengan tanah.
Sebelumnya, menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Padanglawas (Palas), H. Hamka Harahap bersama PPK, Salvator Sitorus, bahwa ambruknya proyek DPT yang ada di bantaran sungai Galanggang itu diakibatkan bencana.
Karena cuaca yang ekstrim, dengan curah hujan yang tinggi telah mengakibatkan meluapnya sungai Galanggang, bahkan terjangan arus sungai menggerus dasar sungai hingga membuat dek tidak bisa bertahan, hingga akhirnya ambruk.
Informasinya, proyek DPT itu dikerjakan PT. Asa Cipta Sarana dengan konsultan pengawas CV Jasa Persada, proyek tahun anggaran 2018 dengan nilai anggaran Rp. 3,4 miliar ,kini kondisi hanya tinggal puing beton yang berserakan disungai gelanggang .
Salah seorang warga disekitar lokasi DPT bermarga Hasibuan mengungkapkan , proyek DPT yang menelan biaya mencapai miliar ini ,tidak bermanfaat hanya mubajir yang menimbulkan kerugian bagi negara dan daerah,bebernya (ISN)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News