Selasa, 25 Agustus 2026

Musda Ulang Diundur Lewat Juli, Plt Ketua Golkar Sumut Akan Diganti

Administrator - Sabtu, 25 Juli 2020 08:16 WIB
Musda Ulang Diundur Lewat Juli, Plt Ketua Golkar Sumut Akan Diganti

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24.co

Berdasarkan info terkini, jadwal dan panitia musda ulang Partai Golkar Sumut yang disusun dan diusulkan pihak Doli ke DPP Partai Golkar ditolak oleh Airlangga Hartato. Airlangga Hartato tak mau terikut manuver politik pihak Doli yang masih ngotot bernafsu ingin memuluskan Ridho menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sumut, ucap Gunarto Azis SAg – Wakil Bendahara DPD Partai Golkar Sumut kepads Wartawan, Sabtu (25/7). Menurutnya, Sejak awal Airlangga Hartato lebih merestui dan menginginkan H Musa Rajeckshah (Ijeck) yang memimpin Golkar Sumut.

Jika sampai akhir Juli, Musda Ulang Partai Golkar Sumut tak juga kunjung digelar, DPP Partai Golkar sudah bisa mengganti Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut. Beberapa waktu yang lalu, sudah keluar surat instruksi dari DPP Partai Golkar ke beberapa DPD Partai Golkar Provinsi, salah satunya Sumut, wajib melaksanakan musda paling lama akhir Juli tahun ini.

Langkah politik mengganti Doli sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut akan dilakukan oleh Airlangga Hartato untuk mengamankan Bang Ijeck menjadi Ketua Golkar Sumut. Apalagi niat Airlangga Hartato ingin menjadikan Bang Ijeck sebagai Ketua Golkar Sumut didukung oleh banyak elit Golkar di Pusat, seperti Lodewijk Paulus (Sekjend), Azis Syamsudin (Waketum), Bamsoet (Waketum), Agus Gumiwang Kartasaswista dan pengurus teras DPP Partai Golkar lainnya. Belum lagi dukungan seniour Golkar seperti LBP, Aburizal, maupun Agung Laksono juga lebih menginginkan Ijeck yang pimpin Golkar Sumut. Sementara Ridho hanya didukung oleh kelompok Doli dan Akbar Tanjung saja.

Sebenarnya Doli sudah memahami peta di Pusat tak memihak dirinya, tapi dengan memanfaatkan klaim dukungan 27 DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se Sumut ia tetap menekan dan memaksakan agenda politikya di Pusat. Ia tahu hanya akan membentur tembok. Ia tak perduli, pada akhirnya kelompok Ridho dan 27 DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota hanya akan menjadi korban dari manuver politiknya.

Tapi tetap saja sesengit apapun pertarungannya, Golkar sudah terlatih menuntaskan dinamika internalnya dengan baik, tanpa harus membiarkan banyak korban politik berjatuhan.(red)

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Dua Hektare Terbakar! Babinsa Koramil 0212-09/Sosa dan Warga Berjibaku Lawan Karhutla di PT SRL Palas
Paluta Raih Predikat “Inovatif”, 11 OPD/UPTD Diguyur Penghargaan
Korban Kebakaran Panyabungan Julu Segera Dapat Bantuan, Wabup Atika Minta Data Rampung 1 Hari
Bupati Saipullah Ajak Mahasiswa Baru STAIN Madina Jadikan PBAK sebagai Awal Perjalanan Kemandirian
Menuju Tapsel Bangkit, Bupati Gus Irawan Tekankan Persatuan dan Kolaborasi di RPP Pemuda Pancasila Zona III
Hotspot Terdeteksi Aplikasi Lancang Kuning, Polsek SD Hole Langsung Cek Lokasi di Aek Bilah
komentar
beritaTerbaru