Senin, 18 Mei 2026

Gubsu Dukung Budidaya Guarana di Sumut, 500 Hektar Lahan Disiapkan di Simalungun

Administrator - Rabu, 04 Desember 2019 14:51 WIB
Gubsu Dukung Budidaya Guarana di Sumut, 500 Hektar Lahan Disiapkan di Simalungun

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24 Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mendukung penuh budidaya tanaman guarana di wilayah ini, yang coba digagas Koperasi Pemuda Habonaron Abadi (KPHA). “Selaku gubernur, saya tentu mendukung penuh program ini. Kaji dan hitung yang benar ini, jangan nanti dia tumbuh cuma daun saja tak ada buahnya, repot kita,” ucap Gubsu Edy saat memberi sambutan di acara Penandatangan Memorandum of Agreement (MOA) KPHA dengan Rizt Guarana Plantation Holding Berhad, di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jl. Sudirman Medan, Rabu (4/12) sore.

Edy mengaku siap membantu mencarikan ahli guna mengkaji budidaya guarana ini. Disamping itu, ia juga menginstruksikan Dinas Perkebunan Sumut harus bersinergi dengan KPHA dalam hal pengembangan tumbuhan yang berasal dari Brasil tersebut.

“Pastikan juga dalam setahun dia bisa berbuah. Atau nanti dia sudah berbuah, taunya orang Brazil tak nawar-nawar, repot juga kita. Maka ke depan untuk menjadikan ini bermanfaat, harus benar ngurusnya,” kata dia.

Dewan Penasehat KPHA, Elkananda Shah, usai acara kepada wartawan menerangkan, sesuai nawacita pihaknya bahwa ingin menjadikan guarana sebagai transformasi pertanian rakyat dan negara. Dalam tahap awal pengembangan budidaya guarana ini, pihaknya sudah siapkan lahan seluas 500 hektar di Simalungun. Nantinya, kata dia, sesuai rencana akan dikembangkan juga ke daerah Mandailing Natal dan Tapanuli Utara.

“Kemarin bersama PPKAS, kami sudah meneliti tanah dan lainnya, bahwa hasilnya guarana cocok ditanam di Sumut. Ke depan sesuai arahan pak gubernur, secara mendalam kami akan melakukan kajian dan hitungan lagi. Sehingga tanaman ini nantinya benar-benar bisa menjadi transformasi baru dibidang pertanian, sesuai keinginan bapak gubernur juga,” katanya.

Pria yang akrab disapa Nanda ini menyatakan, dukungan Pemprovsu terhadap terobosan pihaknya tersebut sudah sangat besar. Mulai dari perizinan, pengupayaan lahan dan lain sebagainya. Sementara mengenai produktivitas tanaman ini, disebut dia dalam waktu satu setengah tahun sudah dapat dirasakan.

“Hasil dari guarana ini sebenarnya juga sudah banyak di pasaran, seperti produk herbalife. Kami akan terus melakukan sosialisasi dan melakukan pengurusan izin agar benih guarana ini dapat masuk ke Indonesia untuk dibudidayakan. Dikarenakan ini tanaman yang sangat bagus, khasiatnya juga sangat banyak bisa dibuat jadi minuman, makanan, tepung, minyak goreng dan lain sebagainya,” katanya.

Ia menambahkan sesuai kesepakatan dengan Perusahaan Ritz Guarana Malaysia mereka akan langsung membangun pabrik jika sudah tertanam 500 hektar. Namun target Ritz dan KPHA di Indonesia harus tercapai hingga 2 juta hektar. “Soal harga jualnya petani juga tidak perlu ragu, dikarenakan KPHA telah melakukan perjanjian dengan Ritz untuk harga minimal kurang lebih Rp. 175.000 sampai Rp. 200.000 per kilogramnya,” katanya.

Seluruh masyarakat Indonesia yang ingin menanam guarana, hanya dapat membeli kepada KPHA, tidak ada yang lain yang menyediakan sesuai perjanjian KPHA dengan Ritz. “Kita juga menghimbau masyarakat agar jangan tertipu. Jika sekarang KPHA belum melakukan jual beli benih dikarenakan masih fokus kepada pengurusan izin-izin yang berlaku di Indonesia. Harapan kami dari KPHA terobosan ini harus didukung penuh oleh pemerintah karena guarana ini dapat menjadi tanaman alternatif untuk kesejahteraan petani Indonesia. Oleh karenanya kami sangat yakin guarana akan mampu menjadi transpormasi pertanian untuk rakyat dan Indonesia,” pungkas Ketua MPC PP Simalungun itu.

Turut hadir dalam MOA, Ketua MPW PP Sumut, Kodrat Shah, Datuk Ibrahim Bin Yahya dan Datuk Johan Pahlawan dari Rizt Guarana Malaysia, Ketua REI Sumut, Andi Atmoko Panggabean, sejumlah pimpinan OPD Pemprovsu, dan beberapa perwakilan pengurus organisasi kepemudaan di Sumut.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Turnamen Badminton PB Mitra Sporty Medan Resmi Ditutup Kadispora Bersama KONI
Rico Waas Berobat ke Luar Negeri Hak Konstitusional, Ketua Sopo Restorasi Bersatu, Antonius Tumanggor: Jangan Digiring ke Opini Negatif
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026
Bursa Calon Sekda Medan Menghangat, Enam Nama Senior Mulai Jadi Perbincangan
Sudah Lapor Mendagri Berobat Ke Luar Negeri, Rico Waas Tegaskan Tidak Gunakan Dana APBD
Pemerintah Kabupaten Solok Gelar Gerak Jalan Santai dan Senam Bersama di GOR Batubatupang Kotobaru
komentar
beritaTerbaru