Selasa, 07 Juli 2026

Wiwiek: BI Dampingi Petani Tanam Cabai Merah di Pakpak Bharat

Administrator - Minggu, 24 November 2019 12:06 WIB
Wiwiek: BI Dampingi Petani Tanam Cabai Merah di Pakpak Bharat

PAKPAK BHARAT I SUMUT24.CO

Baca Juga:

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, strategi penanaman cabai merah ini adalah sebagai cara memerangi hal buruk dari inflasi yang terus terjadi.

Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, komoditi cabai merah yang menjadi salah satu komoditi paling berpengaruh dalam inflasi, menjadi poin yang dikonsentrasikan dengan penggalakan penanaman si buah ‘pedas’ ini demi mengendalikan laju inflasi.

Hal tersebut yang menjadi perhatian Pemkab Pakpak Bharat yang dijajaki melalui kerjasama dengan Bank Indonesia (BI) untuk melakukan penanaman cabai merah secara lebih menyeluruh.

“Dengan pengendalian inflasi melalui penanaman cabai merah ini, akan membuat petani lebih sejahtera,” ujar Wiwiek Sisto Widayat pada Peresmian dan Launching Klaster Cabai Merah Binaan Kantor Perwakilan BI Sumatera Utara di Dusun Maneas milik Gabungan Kelompok Tani Ulu Laena, Desa Ulu Merah, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, di lahan demplot seluas 2,5 Hektar, kemarin.

Lebih lanjut dikatakan Wiwiek Sisto Widayat, pendampingan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) di Kabupaten Pakpak Bharat ini selama 3 tahun, sebagai bentuk dan komitmen BI. “Bank Indonesia berharap komitmen dari pemimpin wilayah, seperti Kepala Desa, Camat dan Bupati untuk menjadikan apa yang dilakukan hari ini sebagai perhatian utama. Berhasil atau tidaknya demplot ini semua berada di tangan petani,” ujar Wiwiek.

Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (Mo) antara Bank Indonesia dengan Pemkab Pakpak Bharat, tentang Kerjasama dalam rangka pengembangan ekonomi daerah. MoU tersebut ditandatangani Kepala Perwakilan BI Wiwiek Sisto Widayat dan Pj. Bupati Pakpak Bharat, Dr. H. Asren Nasution, MA. Dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata.

Rombongan juga secara simbolis melakukan penanaman perdana varietas cabai merah di lahan tersebut dan ditutup dengan presentasi Dr. Nugroho Widiasmadi tentang manfaat MA-11 yang bersifat organik untuk meningkatkan kualitas tanaman.

Diharapkan dengan pola organik ini panen camai merah akan mencapai lebih dari 10 ton perhektarnya. Adapun klaster cabai merah nantinya dilaksanakan di dua Desa, yaitu Ulu Merah dan Lae Langge Namuseng dengan total luas lahan sebanyak 10 hektar pada 4 titik yang disiapkan.

Sementara itu, Pj. Bupati Pakpak Bharat, Dr. H. Asren Nasution, MA, sangat mengapresiasi sinergitas dan kerjasama yang dilakukan BI dan Pemkab ini yang sama sekali tidak menggunakan dana APBD.

“Inilah wujud nyata komitmen Bank Indonesia (BI) akan kepedulian pada masyarakat,” ujar U ujar ”, ujar Pj Bupati dihadapan Ka. Perwakilan BI, Wiwiek Sisto Widayat beserta jajarannya, Wakil Ketua DPRD, Mansehat Manik, SE, M.Pd, Penemu Formula MA-11, Dr. Nugroho Widiasmadi, para pejabat lingkup Pemkab Pakpak Bharat, Kepala Desa Ulu Merah dan Lae Langge Namuseng, serta masyarakat yang hadir.

Pj. Bupati menuturkan bahwa masyarakat masih membutuhkan pendampingan dalam segala hal, termasuk urusan pertanian. “Berangkat dari keterbatasan yang ada, kami menilai peran BI sangat besar dalam hal ini, dan upaya strategis kami untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, disambut baik oleh Bank Indonesia,” tambah Asren Nasution.

Kepada para petani, Pj. Bupati berharap hal ini juga menjadi motivasi untuk bangkit dan lebih baik lagi dalam urusan pertanian. “Wujud keikhlasan tanpa pamrih ini membuat kita semakin bersemangat dalam membangun, bangkit dan semakin bermartabat,” pinta Asren Nasution.

dikatakannya, bahwa apa yang dilakukan hari ini menjadi pilot project untuk seluruh wilayah di Kabupaten Pakpak Bharat, serta meminta agar amanah yang diberikan Bank Indonesai ini benar-benar dijaga. (rbm)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
komentar
beritaTerbaru