GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
MEDAN I SUMUT24.CO
Baca Juga:
- GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memastikan tidak mengambil air dari Sungai Bederah, terkait ratusan ekor bangkai ternak babi yang dibuang ke Sungai Bederah Danau Siombak Kecamatan Medan Marelan. Demikian dikatakan Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan (Kadiv Sekper) Humarkar Ritonga didampingi Kepala Divisi Pengolahan Air Minum (Kadiv PAM) Andrianto, kepada wartawan di ruang Sekper PDAM Tirtanadi Jl SM Raja, Senin (11/11).
Lebih jauh dikatakannya, masyarakat pelanggan tidak perlu khawatir adanya bangkai ternak babi yang dibuang ke Sungai Bederah karena PDAM Tirtanadi tidak mengambil air untuk diproduksi dari Sungai Bederah.
“Kami pastikan bangkai babi yang hanyut di Sungai Bederah tidak ada pengaruhnya terhadap kualitas air ke pelanggan, karena Tirtanadi tidak mengambil air dari Sungai Bederah,” kata Humarkar Ritonga.
Dikatakannya pelanggan yang di sekitar Sungai Bederah yaitu Kecamatan Medan Marelan mendapat pasokan air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hamparan Perak yang berasal dari Sungai Belawan.
Untuk itu katanya masyarakat pelanggan tidak perlu khawatir mengkonsumsi air dirumah karena berbeda sumber air baku yang diambil oleh Tirtanadi.
Sementara Andrianto mengatakan, PDAM Tirtanadi dalam mengelola air minum harus sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 462 Tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Oleh karena itu masyarakat tidak perlu khawatir karena kualitas air yang dikelola Tirtanadi telah sesuai dengan Permenkes.
Humarkar menambahkan, selain IPA Hamparan Perak saat ini Tirtanadi mengolah sumber air baku untuk IPA Deli Tua dan Martubung berasal dari Sungai Deli, IPA Sunggal berasal dari Sungai Belawan kemudian IPA Limau Manis dan Tirta Lyonnaise Medan (TLM) berasal dari Sungai Belumai.
Seperti diketahui belakangan ini ratusan babi mati diakibatkan terserang virus Hog Cholera, yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Sumatera Utara, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sudah menerima bantuan vaksin dan tenaga ahli dari Pemerintah Pusat untuk menangani penyebaran kolera babi. Diharapkan virus ini bisa diatasi secepatnya. (R03)
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota