GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
- GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
DR H Sakhyan Asmara MSP menilai peristiwa yang menimpa Dzulmi Eldin menandakan bahwa ini yang ke tiga kalinya Walikota Medan sudah terseret kasus dengan KPK. Artinya, ini menjadi pelajaran sekaligus nasehat bagi para partai dan calon walikota kedepan. Dimana sudah saatnya partai betul-betul mengusung kadernya yang sudah teruji integritasnya dan tahan godaan khususnya godaan keuangan.
Sementara untuk para calon walikota Medan kejadian ini menjadi nasehat untuk mengukur diri untuk melaksanakan tugas sebagai pemimpin yang komit dengan tidak melakukan korupsi.
“Jangan bebankan sesuatu kepada calon, khususnya masalah keuangan. Kalau tidak, peristiwa ini akan terulang lagi. Karena kepala daerah akan merasa dikebiri dalam mengembalikan pembiayaan yang dikeluarkan,” tegas Sakhyan Asmara yang juga maju sebagai Balon Walikota Medan.
Menurutnya, kita harus mengikuti proses Pilkada ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Jangan sampai kita tersandera dengan praktik-praktik money politics.
Sebelum terlalu jauh masuk kepada kontestasi Pilkada Medan, terlebih dahulu ia ingin membuat pendidikan politik kepada masyarakat dengan mengubah pola pikir agar tidak lagi melihat isi kantong kandidat, baik pada pemilihan kepala daerah.
“Jangan lagi melihat isi kantong. Tapi, harus dilihat isi otak dan hatinya. Politik itu sebenarnya untuk kekuasaan atau kesejahteraan?” Kalau saya melihat jadi kepala daerah adalah tanggung jawab yang dibebankan kepadanya sebagai pemimpin untuk bisa mengarahkan masyarakatnya menuju kesejahteraan,” paparnya.
Menurut mantan Deputi Menpora RI Bidang Pengembangan Pemuda ini, untuk menjadi kepala daerah harus komit untuk tidak terlibat korupsi. Karena secara penghasilan atau pendapatan suatu kepala daerah itu sudah terbilang cukup. (W07)
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota