Senin, 06 Juli 2026

Kapolda Sumut Hadiri Dialog Kebangsaan Bersatu Untuk NKRI

Administrator - Selasa, 22 Oktober 2019 08:11 WIB
Kapolda Sumut Hadiri Dialog Kebangsaan Bersatu Untuk NKRI
MEDAN | SUMUT24.co Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Drd Agus Andrianto SH MH, menghadiri sekaligus membuka Focus Grup Discussion (FGD) Dialog Kebangsaan bertemakan Bersatu Untuk NKRI, di Balroom Hotel Emerald Garden Jalan Putri Hijau, Selasa (22/10/2019). Selain Kapolda, turut hadir, Wakapolda Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Irwasda, PJU Polda Sumut, Kapolrestabes Medan, Dandim 0201/BS, Ketua FKUB Sumut Dr H Maratua Simanjuntak, Narasumber Gus Ahmad Muwafiq, Perwakilan Kakanwil Kemenag Sumut, Ketua MUI Kota Medan, serta para personil TNI-Polri, ASN, para rektor, dosen, kepsek, guru, serta tokoh agama, ulama dan masyarakat. Dalam sambutannya, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyampaikan, bahwasanya agama jangan sampai menjadi alat untuk menggapai kekuasaan. “Yang muda juga akan menggantikan yang lebih tua. Intinya kita harus bisa mencerna mana yang baik dan mana yang tidak baik. Dengan terselenggaranya FGD ini dapat memberikan kita contoh positif agar dapat di aplikasikan di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya. Selain itu, Jenderal Polisi bintang dua ini menyebutkan, bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku dan bangsa. Oleh karena itu, menurut dia, jangan sampai terpecah belah. “Tantangan negara ini berat. Jadi kita harus berani menyampaikan pendapat yang positif. Mari kita sama-sama menyuarakan ajaran yang benar-benar berpengaruh untuk negara ini. Kami mengucapkan selamat atas terselenggarannya kegiatan ini, semoga kegiata kita ini mendapat keberkahan dari Allah SWT,” jelasnya. Sementara itu, selaku narasumber Gus Ahmad Muwafiq dalam ceramahnya mengatakan, dunia ini semangkin sempit dengan terciptanya era baru, yaitu masyarakat millennial. Dimana apa pun hal yang mau dicari dapat dilakukan hanya melalui media HP, laptop, dan lainnya. Selain itu, ia menyebutkan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, karena tercipta dari beberapa suku bangsa. Bangsa Indonesia imbuh dia, juga adalah bangsa yang kuat. “Namun ada gerakan-gerakan bendera hitam terinspirasi dari negara Timur luar sana, yang gerakannya dijadikan alat untuk mencoba menyelesaikan problem Indonesia. Padahal kalau mau negara dunia maju dan damai pakailah ideologi negara Indonesia yaitu Pancasila,” tegasnya. Gus Muwafiq menerangkan, satu-satunya presiden yang pernah berpidato menggunakan Al-Qur’an adalah Bung Karno. Sebelum masuk ke Indonesia ini sebenarnya simbol persatuan dan kesatuan itu sudah disadari bahkan sampai tingkat agama. “Bangsa Indonesia sebenarnya adalah bangsa yang sehat bangsa yang terhormat yang punya sikap kebersamaan yang luar biasa dari Sabang sampai Merauke bisa bersatu dengan 1 bendera,” sebutnya. Menurut Gus Muwafiq, hanya TNI-Polri yang punya kekuatan agar problem dan konflik di Indonesia itu tidak berkembang. Sedangkan tugas Kyai, Ulama dan tokoh-tokoh Agama yaitu menyarankan agar indonesia dapat damai.(W05)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
Stand Bapenda Sumut "Anti Celingak-Celinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
komentar
beritaTerbaru