Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
- BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
Menjelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, periode Tahun 2019-2024, yang akan berlangsung pada, Minggu (20/10/2019) mendatang, seluruh warga Sumatera Utara (Sumut) dihimbau untuk menjaga kondusifitas dan mensukses pelantikan orang nomor satu dan nomor dua di Indonesia.
Himbauan itu disamkpaikan Ketua Departemen Kebijakan Publik KAMMI SUMUT, Wira Putra di Sekretariat Pengurus Wilayah KAMMI SUMUT, Kamis (17/10/2019), menjelang pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Terpilih 2019.
Demisioner Presiden Mahasiswa USU itu juga menghimbau untuk menjaga pelantikan karena seluruh rangkaian panjang proses Pemilu sudah dilalui secara konstitusional dan hal tersebut sudah sesuai keputusan konstitusi dalam undang-undang yang telah diputuskan oleh KPU.
“Saya, selaku Ketua Departemen Kebijakan Publik PW KAMMI SUMUT bersama jajaran pengurus dan anggota mengajak seluruh warga untuk menjaga kondusifitas, kita sambut pelantikan Presiden pada, Minggu 20 Oktober nanti, dengan penuh suka cita dan mempererat kebersamaan kita,” kata Wira kepada wartawan.
Masih Wira, Presiden dan Wakil Presiden sudah dipilih melalui proses yang sangat panjang, menghabiskan anggaran Triliunan Rupiah, maka sudah seharusnya kita menjadikan momentum Pelantikan Presiden ini sebagai momentum untuk menghidupkan kembali cita-cita bangsa Indonesia yang dulu pernah ada untuk mensejahterakan seluruh masyarakat nya, pungkas Wira.
Koordinator Daerah Sumatera Utara BEM Seluruh Indonesia 2018 itu pun berpesan, tugas mahasiswa dan masyarakat sebagai kontrol sosial atas kebijakan pemerintah kedepan juga harus ditingkatkan agar pemerintahan dapat berjalan dengan baik, namun tugas kita itu bukan pada tataran membuat suasana yang tidak kondusif pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, melakukan aksi anarkis, kegiatan yang meneror dan Radikal.
Mahasiswa dan masyarakat adalah sosial control bagi perjalanan pemerintahan yang baik dan tugas itu tidak boleh hilang demi kemajuan bangsa.
Namun beber Wira, tugas kita bukan pada posisi mengganggu ketertiban umum saat pelantikan Presiden berlangsung. Karena akan banyak dampak yang terjadi baik dari segi keamanan maupun perekonomian ketika kondusifitas pelantikan Presiden ini tidak mampu kita jaga dan sukseskan bersama.
“Aksi anarkisme dan terorisme juga tak layak menjadi sebuah kegiatan yang harus kita sanjung karena itu tak pernah diajarkan oleh Agama manapun,” ungkap Wira.(W02)
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota
Dukung Lahirnya Perempuan Muda Berprestasi, Bupati Simalungun dan Ketua TP PKK Hadiri Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2026
kota