Turnamen Sepak Bola Antar Club se-Sumatera Barat Tahun 2026 Resmi di Buka Bupati Solok.
Turnamen Sepak Bola Antar Club seSumatera Barat Tahun 2026 Resmi di Buka&lrm Bupati Solok.
kota
MEDAN I SUMUT24.co Kabut asap yang melanda hampir seluruh Kab/Kota termasuk Kota medan sepertinya semakin pekat, selain mengganggu pemandangan, juga membuat mata perih. Wakil Gubernur Sumut Musa Rajeckshah yang dikonfirmasi terkait hal tersebut, mengimbau agar warga Sumut tetap memakai masker, mengingat situasi ini juga bukan hanya berdampak kepada wilayah Sumut, melainkan juga beberapa provinsi di Sumatera maupun Kalimantan. “Untuk libur sekolah kita belum membuat kebijakan tersebut,†sebutnya. Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Binsar Situmorang menyebutkan bahwa kabut asap tebal yang menyelimuti Medan dan sebagian wilayah di Sumut tersebut sudah mempengaruhi kegiatan warga. “Agar tidak terkena ISPA, hindari kegiatan keluar rumah dan tetap menggunakan masker. Asap tebal ini juga kita lihat kan sudah menganggu lalu lintas penerbangan,†sebutnya.
Baca Juga:
Berdasarkan Index Standar Pencemaran Udara (ISPU), kualitas udara Kota Medan sudah masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Demikian diketahui dari data yang diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Utara, Senin (23/9/2019).
Berdasarkan data tersebut disebutkan bahwa untuk tanggal 19 September 2019, kualitas udara Kota Medan sudah terukur sangat tidak sehat. Atau menuju level berbahaya. Komponen tidak sehat tersebut terlihat dari angka karbon monoksida (CO) yang telah mencapai level 206. Sementara untuk dikatakan baik harusnya berada di level 0-50. Dikatakan berbahaya jika sudah berada pada level 300 sampai 500. Berdasarkan data yang diberikan untuk pencemaran udara di tanggal 20, 21 hingga 23 September tidak ada data yang dikirim ke DLH. Alasannya karena ‘Sistem AQMS’ yang ada di Lapangan Merdeka ‘off’. “Yang hari ini belum ada,†ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumut melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan DLH Sumut Mariduk Sitorus. Seperti yang diketahui, Senin (23/9/2019), kabut asap di Kota Medan lebih dirasakan lebih parah oleh warga Medan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Apalagi dua hari terakhir Kota Medan juga tidak turun hujan. Sangat berbeda dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Salah seorang warga Medan, Sofyan (38) mengaku bahwa kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Medan saat ini sudah sangat meresahkannya dan membuat masyarakat susah untuk bernafas. Kita berharap pemerintah cepat mengatasi permasalahan ini. Tidak berlarut-larut dan membuat keadaan semakin parah dan menjadi-jadi.(W03)
Turnamen Sepak Bola Antar Club seSumatera Barat Tahun 2026 Resmi di Buka&lrm Bupati Solok.
kota
Silaturahmi Alumni HMI Sumut SeJabodetabek, Musa Rajekshah Saya Bangga Menjadi Bagian dari KAHMI
News
sumut24.co , Medan, Kuasa hukum Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos., dari Kantor Hukum Fernando Raja Sipahutar dan
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meluncurkan program inovasi Monitoring Aman Terpadu Medan Deli (Mata Deli), Min
kota
sumut24.co MedanKemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Medan ke436 berlangsung semarak di Kecamatan Medan Amplas. Dari pagi, ratusan masy
kota
sumut24.co MedanPanitia Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penawaran tiket
kota
Rombongan UAS Dihadang Massa di Kutai Barat, Polisi Tabligh Akbar Tetap Berjalan Kondusif
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai memanfaatkan ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 sebagai sarana memperkenalk
News
Wagub Sumut Surya Jajal Membatik di Stan Taman Budaya, Tegaskan Komitmen Lestarikan Warisan Budaya
kota
Buka PRSU ke50, Wagub Sumut Surya Tegaskan PRSU Jadi Etalase Pembangunan dan Penggerak Ekonomi Daerah
kota