Mahasiswa FH UMSU Laporkan Oknum Karyawan Leasing ACC ke Polrestabes Medan atas Dugaan Penggelapan Mobil
Mahasiswa FH UMSU Laporkan Oknum Karyawan Leasing ACC ke Polrestabes Medan atas Dugaan Penggelapan Mobil
kota
PS Tuan | SUMUT24.co
Baca Juga:
- Mahasiswa FH UMSU Laporkan Oknum Karyawan Leasing ACC ke Polrestabes Medan atas Dugaan Penggelapan Mobil
- Beralih Fungsi Sejak 2014–2026 : Kawasan HTR Koperasi Tani Mandiri Diduga Berubah Menjadi Kebun Sawit, Ada Bukti Kwitansi
- Ketua Umum PP TPI: Soliditas dan Integritas Kunci Mewujudkan Visi Lembaga Pendidikan Islam
Kepala Desa (Kades) Tembung, Misman, diduga terindikasi melakukan tindak penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD) 2019 yang jumlahnya mencapai Rp1.955.503.431. Informasi yang diterima wartawan, banyak laporan warga soal pengerjaan pembangunan desa yang fiktif, tak hanya itu saja, hampir seluruh pengerjaan desa dikerjakan oleh rekanan atau kontraktor tanpa melibatkan warga.
Kejadian ini tentu membuat warga geram dan gigit jari karena tak dapat kerjaan dari dana desa tersebut.
Selain itu juga beredar isu jika Kades tak melibatkan perangkat desa termasuk Kepala Lingkungan (Kepling) dalam penggunaan anggaran yang mencapai hampir dua miliar rupiah tersebut.
ADD yang seyogianya digunakan untuk pembangunan desa, secara sembunyi-sembunyi justru diduga digunakan untuk kepentingan lain tanpa sepengetahuan aparatur desa.
Hal ini bisa dilihat, baru beberapa bulan menjabat Kades Misman sudah naik stang bulat alias mobil.
“Coba lihat, minim kali pengerjaan pembangunan desa disini yang dikerjakan. Kalau pun itu dikerjakan, kebanyakan desa yang dibangun bukan desa prioritas utama, pemilihannya Kades dan para koleganya yang menentukan. Makanya banyak warga geram dan menganggap ada tebang pilih dalam pembangunan desa Tembung ini. Itu pun semua yang ngerjakan proyeknya dikerjakan kontraktor, tak ada lagi warga yang diikut sertakan,” ujar salah satu sumber yang mengaku pernah bekerja sebagai perangkat desa Tembung dan tak ingin namanya disebutkan.
Menurut sumber, sesuai ketentuannya, setiap ADD yang keluar seharusnya dalam pengerjaanya haruslah dirapatkan secara terbuka bersama warga dan aparat desa lainnya, sehingga pembangunan yang dikerjakan dapat transparan dan teratur demi kepentingan pemerataan pembangunan desa.
“Percuma, warga yang minta gang atau jalannya diperbaiki toh tidak akan digubris kades, karena tak ada musyawarah sama warga sebelumnya. Ini permainan korupsi yang sering dilakukan. Karena kalau kontraktor yang ngerjakan pasti Kades ada dapat fee dari setiap pengerjaan desa. Jadi wajar, kalau baru hitungan bulan menjabat pak kades bisa punya mobil, ya mungkin uangnya korupsi, kalau tak korupsi mana mungkin bisa beli mobil, beliau backgroundnya bukan pengusaha, hanya kepling dulunya,” tegasnya.
Disisi lain, isu yang beredar bahwa Kades Misman dinilai arogan. Bagi perangkat desa maupun kepling yang tak sejalan dengannya akan dipecat. Dari info yang didapat sudah ada beberapa kepling yang digantikan tanpa sebab.(TIM)
Mahasiswa FH UMSU Laporkan Oknum Karyawan Leasing ACC ke Polrestabes Medan atas Dugaan Penggelapan Mobil
kota
Beralih Fungsi Sejak 2014&ndash2026 Kawasan HTR Koperasi Tani Mandiri Diduga Berubah Menjadi Kebun Sawit, Ada Bukti Kwitansi
kota
Ketua Umum PP TPI Soliditas dan Integritas Kunci Mewujudkan Visi Lembaga Pendidikan Islam
kota
Putri Ketua JMSI Sumut Rianto SH, MH Resmi Dipinang Fahdi Saidi Lubis
kota
Sportivitas dan Jiwa Ksatria Warnai Pembukaan Kejurda INKANAS Sumut 2026 Piala Kapolda Sumut KeVII
kota
Kapolda Sumut Nugraha Sakanti Jadi Amanah, 359 Personel Naik Pangkat Diminta Tingkatkan Pengabdian
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim bersama Ketua TP PKK Kota Tanjungbalai Mashandayani Mahyaruddin tampil ko
News
sumut24.co TANJUNGBALAI , Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai kembali menorehkan prestasi di bidang reformasi birokrasi. Kota Tanjungbalai
News
Polresta Deli Serdang Ikuti Fun Walk Peringati Hari Jadi Ke80 Kabupaten Deli Serdang dan HUT APKASI ke 26
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, menghadiri sidang pleno sekaligus penutupan Rapat Kerja Nasional (Raker
News