H. Aswin Parinduri Apresiasi Suksesnya HUT ke-62 Golkar Sumut, Serukan Dukungan untuk Andar Amin Harahap
H. Aswin Parinduri Apresiasi Suksesnya HUT ke62 Golkar Sumut, Serukan Dukungan untuk Andar Amin Harahap
News
Medan I SUMUT24
Baca Juga:
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin diusir massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) saat memberikan kuliah kebangsaan di Aula Kampus 1 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Medan, Kamis (21/3).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, saat Ngabalin menjadi salah satu pemateri kuliah kebangsaan yang bertemakan industri 4.0. Tiba-tiba terdengar teriakan massa mahasiswa yang mengusirnya.
Ngabalin yang mendengar teriakan massa, langsung keluar dan mengklarifikasi kehadirannya bukan untuk tujuan politik.
Namun klarifikasinya ditolak massa mahasiswa. Terdengar para mahasiswa yang berteriak. ‘Pulang kau, pulang kau, usir, usir, usir’. Ngabalin tampak hanya tersenyum menanggapi teriakan para mahasiswa lalu meninggalkan acara.
Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa UINSU Boby Harahap mengatakan, aksi ini sengaja dilakukan untuk menjaga independensi kampus. Sebab, Ngabalin dinilai sebagai bagian dari tim sukses pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf.
“Tim siapa pun yang datang di kampus akan diusir, karena kampus adalah tempat mahasiswa untuk belajar, tidak boleh dilakukan sebagai lahan politik praktis dan kepentingan pribadi,” ujar Boby.
Boby mengatakan kehadiran Ngabalin di UINSU memiliki indikasi yang bermuatan politis yang dikemas dalam dialog wawasan kebangsaan yaitu industri 4.0 .
Reaksi massa, kata Boby, berlangsung spontanitas, berawal saat Ngabalin menyampaikan materi dengan menampilkan foto dan video Jokowi.
“Itukan enggak rasional. Foto dan video beredar dan suasana di dalam itu ricuh dan riuh, jadi kita melaksanakan aksi pada saat Ngabalin sedang presentasi, kita usir beliau kemudian pergi,” ujar Boby
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UINSU Amroeni Drajat saat dikonfirmasi membantah kalau kegiatan itu bermuatan politis.
“Pada hari ini kami mengadakan kegiatan (dari) Kominfo tentang (masalah) menghadapi revolusi industri,” ujar Drajat .
Amroeni juga mengatakan pada kegiatan itu sama sekali tidak ada kegiatan politik.
“Perlu diluruskan bahwasanya di dalam kegiatan ini tidak ada politisasi. Adapun (bila) sebagian dari mahasiswa menafsirkan sebagai kegiatan politik di kampus, itu sebuah kewajaran (melibatkan),” tambah Drajat .
Terkait aksi mahasiswa tersebut, kata Drajat pihak kampus nantinya akan memberikan pengertian agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Acara ini pada hakikatnya (dialog) untuk unsur kebangsaan untuk menghadapi 4.0. Kalau sanksi (tidak ) ada, kita berikan pemahaman. Kalau saya rasa idealisme yang mendorong (mahasiswa ) melakukan (aksi) itu,” ungkap Drajat. (red)
H. Aswin Parinduri Apresiasi Suksesnya HUT ke62 Golkar Sumut, Serukan Dukungan untuk Andar Amin Harahap
News
KONI Sumut Matangkan Venue dan Dukungan Anggaran Porprovsu 2026KONI Sumatera Utara terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga
News
KONI Sumut Tetapkan Jadwal Baru Porprovsu 2026, Digelar 1&ndash9 Desember
News
Narkoba Diberangus! Polres Padangsidimpuan Sita 32 Kg Ganja dan Hampir 500 Gram Sabu
News
Kata Kata Bijak Tommy Jonathan Sinaga Keputusan yang Matang Lahir dari Pikiran yangDingin Keputusan yang matang membutuhkan pertimbangan ya
Tips
Medan DPW Perempuan Amanat Nasional (PUAN) Sumatera Utara sukses menghadirkan tiga tokoh perempuan hebat sebagai narasumber dalam saraseha
Politik
Pemanfaatan SIKOMPAK, Peserta Bintek Jurnalistik Kota Solok Gelar Orientasi Lapangan
News
BINJAI Dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda ke98 Tahun 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI PERJUANGAN kota Binjai bersama PAC seK
Umum
Pendidikan Karakter Anak Menjadi Perhatian Serius Gerakan Pramuka Kota Solok
News
PB IKA PMII Instruksikan Salat Gaib dan Tahlil untuk Almarhum Fathan Subchi
News