BANTEN | SUMUT24.co
Kapolri Jenderal Pol Prof H Muhammad Tito Karnavian PhD bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kamis (3/1), menghadiri Haul Masyayikh Pesantren Kananga dan sekaligis Doa bersama untuk Korban Tsunami Selat Sunda-Banten-Lampung di Mesjid Assalafi Caringin Labuan Pandeglango.
Pada kegiatan ini juga, Kapolri Jenderal Pol Prof H Muhammad Tito Karnavian PhD bersama Panglima Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang hadir sekaligus untuk bersilaturahmi kepada Alim Ulama di Banten.
“Banyak tokoh-tokoh yang lahir dari pondok pesantren, semoga kedepannya lahir lagi petinggi negara yang berasal dari pondok pesantren†ucap Panglima TNI saat mengambil pidato kebangsaan di Pesantren Kananga sekaligus penyerahan plakat dan ditutup foto bersama dalam acara Haul Masyayikh ini.
Adapun Haul Masyayikh kali ini ditujukan kepada KH Tb Muhammad Sholeh (w.1926), KH Tb Ahmad Abdul Hadi bin Shogiri (w.1958) dan KH Tb Abdul Mu’thi (w.1991)
Ditengah perjalanan menuju caringin, Kapolri dan Panglima TNI berkesempatan mengunjungi posko terpadu penanggulangan bencana Tsunami Banten.
Kapolri, Panglima TNI bersama Kapolda Banten dan Pangdam melaksanakan rapat guna membahas perkembangan penanggulangan bencana.
“Pemerintah pusat, pemerintah daerah harus bekerja sama untuk menanggulangi bencana Tsunami agar proses evakuasi dan proses rekontruksi bisa sangat cepat dilaksanakan†ujar Kapolri dalam sambutannya di Masjid Assalafi Labuan Pandeglang dalam Doa bersama Kapolri, Panglima TNI dan Ulama Se-Provinsi Banten.
Kapolri juga mengajak, agar untuk bersama-sama mendoakan saudara kita yang sudah wafat, wafat dalam keadaan Khusnul Khotimah, segala dosa-dosa mereka dihapuskan dan masuk Syurga Allah SWT. Kemudian Kapolri memimpin doa untuk mereka yang terkena bencana Tsunami.
Dalam rangkaian kegiatan ini Kapolri di dampingi Kadivhumas Polri Irjen Pol Drs M Iqbal, Kadivpropam Polri Irjen Pol Drs Listyo Sigit, serta Wakabaintelkam Polri Irjen Pol Drs Suntana.(rel/W02)
Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News