MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr H Dadang Hartanto SH SIK MSi menghadiri kegiatan dialog Nasional Tokoh Lintas Agama dan Deklarasi Pemilu Damai di Hotel Grand Inna Darma Deli, Medan, Sabtu (22/12).
Kegiatan dialog nasional ini dihadiri Asrena Kapolri/KA Satgas Nusantara Polri Irjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono MSi yang juga sebagai pembicara dalam dialog nasional kerukanan antar umat beragama tersebut.
Turut hadir Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH, Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum, Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Eko Kristianto SIK MSi, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi, PJU Polda Sumut, Ketua Dewan Pimpinan MUI dan Ketua MUI se-Indonesia agian Barat, Walikota Medan Drs H T Zulmi Eldin, Ketua MUI Sumut, Ketua FKUB Sumut, Ketua Bawaslu Sumut, Ketua MUI Medan, pimpinan ormas beragama se-Sumatera Utara, dan tokoh pemuda.
Awal kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa yang dibawakan oleh Prof Dr Mhd Hatta, laporan panitia pelaksana, kata sambutan Komisi Kerukunan Antar umat beragama Prof HM Zainuddin Daulay MHum, kata sambutan Kapolda Sumut sekaligus membuka kegiatan dialog nasional, pidato pembicara kunci, pembacaan deklarasi bersama pemilu damai, penyerahan cendramata dan foto bersama.
Irjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono MSi yang menjadi pembicara dalam dialog tersebut mengajak seluruh komponen tokoh lintas agama untuk menjadi pendingin dalam menghadapi suhu politik menjelang Pemilu yang semakin meningkat.
“Kami berharap tokoh lintas agama untuk menjadi pendingin situasi dan menjadi cooler system dalam berbagai gejolak yang ada menjelang Pemilu 2019 mendatang,” kata Irjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono MSi.
Lanjut dikatakan Irjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono MSi, bangsa Indonesia ini masyarakatnya masih patuh pada pimpinan-pimpinannya.
“Oleh karena itu, diharapkan kepada para tokoh lintas agama agar mengajak pengikutnya untuk menjaga dan mendinginkan suasana, dan bukan memanaskan suasana karena bisa menimbulkan gesekan dan terjadinya konflik dan ini sangat berbahaya,” tandas Irjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono MSi.(W02)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News