Kamis, 02 Juli 2026

Wagubsu Dorong Pabrik Kelola Limbah Sendiri

Administrator - Jumat, 14 Desember 2018 11:03 WIB
Wagubsu Dorong Pabrik Kelola Limbah Sendiri

ASAHAN I Sumut24.co Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah mendorong perusahaan kelapa sawit untuk mengelola limbah industrinya sendiri. Selain untuk menghindari pencemaran lingkungan hidup, juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas, energi listrik dan barang berharga lainnya.

Baca Juga:

Hal itu disampaikan Wagubsu saat berkunjung ke Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Pabrik Gunung Melayu Satu (PGMS) PT Saudara Sejati Luhur, Asian Agri, di Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan, Kamis (13/12). “Saya berharap seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) di Sumut membangun PLTBg seperti yang dilakukan Asian Agri. PLTBg penting karena bisa mengurangi emisi gas rumah kaca,” katanya.

Menjaga lingkungan, kata Wagubsu, sangat penting khususnya untuk kepentingan generasi berikutnya. “PLTBg juga akan menolong pemerintah dalam pemenuhan energi listrik,” ujarnya

Sementara itu, Head Plantation Asian Agri Sumut dan Riau Omri Samosir mengatakan, selain mampu menekan pencemaran, Asian Agri kedepan akan memiliki 10 PLTBg, setelah tiga unit yang sedang dalam pembangunan di Sumatera Utara, diharapkan bisa selesai secepatnya. “Sebelumnya sudah ada tujuh PLTBg yang beroperasi dan ditambah tiga lainnya yang sedang dalam proses, maka akan ada 10 unit PLTBg Asian Agri,” ujarnya.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tobat Ekologis dari Kampus: Membaca Darurat Sampah Indonesia
Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Simalungun: Kolaborasi yang Solid Akan Memperkuat Stabilitas Daerah
Wali Kota menghadiri dan mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-43 Kota Medan
Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap Jabat Kakorsabhara Baharkam Polri, Zakiyuddin Harahap: Selamat Bertugas
Balitbang Golkar Gelar Diskusi dan Bedah Buku Revolusi Iran Karya Dr. Nasir Tamara
Dituding Sewenang-wenang, Eksepsi Nenek Marlina Ungkap Dakwaan Jaksa Diduga Hasil "Potong Kompas"
komentar
beritaTerbaru