Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi: Rektor UNPAB Raih Gelar Eksekutif CHEL dan Diamanahkan Sebagai Mentor Nasional
Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Rektor UNPAB Raih Gelar Eksekutif CHEL dan Diamanahkan Sebagai Mentor Nasional
News
MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:Puluhan massa mengatasnamakan diri mereka Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI) Propinsi Sumatera Utara melakukan aksi damai di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut), untuk mendesak Polda Sumut agar segera menetapkan 32 anggota DPRD Tapteng yang lainnya jadi tersangka, Senin (10/12) pukul 11.00 Wib.
Dalam aksinya, massa mengapresiasi langkah cekatan, cepat, cerdas Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto yang melakukan penggeledahan di kantor DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (4/12) lalu.
Namun, massa menyayangkan kenapa hanya lima anggota DPRD Kabupaten Tapteng (Awaluddin Rao, Hariono Nainggolan, Julianus Simanungkalit, Jonias Silaban dan Sintong Gultom) yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Kami yakin penyidik Polda Sumatera Utara telah mendapatkan/memiliki 2 alat bukti yang cukup untuk menetapkan 32 anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai tersangka karena menjalankan sama dan melakukan perjanjian dinas pada waktu yang bersamaan juga,” ujar koordinator aksi, Saut Haornas Sagala.
Dikatakan Saut, dia dan rekan-rekannya juga yakin penyidik Polda Sumut telah mengantongi nama-nama anggota DPRD Tapteng dan staf yang melakukan bill hotel fiktif.
“Kami percaya Kapolda tidak akan melakukan tebang pilih dalam menetapkan tersangka dan melakukan penahanan terhadap 32 anggota DPRD Tapteng yang tersisa, walaupun ada dua orang mantan anggota DPRD yang menjabat Bupati dan Wakil Bupati Tapteng saat ini,” sebut Saut.
Disebutkan Saut, pihaknya akan melakukan aksi serupa apabila Kapolda Sumut tidak mengindahkan tuntutan mereka dan melakukan tebang pilih dalam pengusutan kasus tersebut.
Setelah 20 menit melakukan orasi, massa ditemui oleh salah satu perwakilan personel Bid Humas Polda Sumut, Kompol J K Tampubolon. Dia berjanji akan meneruskan tuntutan massa kepada Kapolda dan Direktorat yang menangani. Puas mendapat jawaban tersebut, massa membubarkan diri dengan damai.
Sebelumnya, kasus itu diselidiki Polda Sumut atas dasar laporan polisi nomor: LP/766/VI/2018/SPKT III tanggal 8 Juni 2018. Adapun modus kelima tersangka, yakni menggunakan bukti pembayaran bill hotel yang diduga fiktif atau di-mark up sebagai pertanggungjawaban atas perjalanan dinas keluar daerah dalam agenda konsultasi, kunjungan kerja dan bimbingan teknis, sehingga merugikan negara hingga Rp 655.924.350.
“Kelima tersangka dipersangkakan dengan pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahum 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001, yakni tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun,” ucap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, beberapa waktu lalu. (W05)
Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Rektor UNPAB Raih Gelar Eksekutif CHEL dan Diamanahkan Sebagai Mentor Nasional
News
H. Aswin Parinduri Apresiasi Suksesnya HUT ke62 Golkar Sumut, Serukan Dukungan untuk Andar Amin Harahap
News
KONI Sumut Matangkan Venue dan Dukungan Anggaran Porprovsu 2026KONI Sumatera Utara terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga
News
KONI Sumut Tetapkan Jadwal Baru Porprovsu 2026, Digelar 1&ndash9 Desember
News
Narkoba Diberangus! Polres Padangsidimpuan Sita 32 Kg Ganja dan Hampir 500 Gram Sabu
News
Kata Kata Bijak Tommy Jonathan Sinaga Keputusan yang Matang Lahir dari Pikiran yangDingin Keputusan yang matang membutuhkan pertimbangan ya
Tips
Medan DPW Perempuan Amanat Nasional (PUAN) Sumatera Utara sukses menghadirkan tiga tokoh perempuan hebat sebagai narasumber dalam saraseha
Politik
Pemanfaatan SIKOMPAK, Peserta Bintek Jurnalistik Kota Solok Gelar Orientasi Lapangan
News
BINJAI Dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda ke98 Tahun 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI PERJUANGAN kota Binjai bersama PAC seK
Umum
Pendidikan Karakter Anak Menjadi Perhatian Serius Gerakan Pramuka Kota Solok
News