Kamis, 22 Oktober 2026

YRKI Kecam Keras Brutal Aparat kepada Mahasiswa, Tangkap Oknum Pemicu Bentrokan

Administrator - Jumat, 21 September 2018 02:42 WIB
YRKI Kecam Keras Brutal Aparat kepada Mahasiswa, Tangkap Oknum Pemicu Bentrokan

MEDAN ISUMUT24.co Sehubungan dengan terjadinya aksi unjukrasa pada hari Kamis, tertanggal 20 September 2018, yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa Se-Kota Medan di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara yang menyebabkan beberapa mahasiswa terluka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat maka Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI) mengecam tindakan yang dilakukan oleh Oknum Anggota Kepolisian terhadap mahasiswa di Kota Medan, Ucap Aktivis Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia Irsan Armadi Msi dalam siaran persnya kepada Wartawan, Jumat (21/9). Menurutnya, Aksi yang dilakukan mahasiswa adalah suatu bentuk penyampaian aspirasi atas ketidakadilan yang ingin memperjuangkan haknya atas berbagai macam tuntutan untuk pemerintah yang diantaranya agar menstabilkan perekonomian di negeri ini dan memberikan ruang untuk kebebasan berpendapat. Seperti yang tertera dalam UUD ’45 Pasal 28 E ayat 3. Di Indonesia, kebebasan berpendapat merupakan salah satu HAM yang masih sering dilanggar. Sampai saat ini, masih banyak orang yang belum menghargai dan menghormati hak kebebasan berpendapat seseorang. Tidak sedikit kasus yang terjadi akibat pelanggaran HAM, khususnya hak kebebasan berpendapat. Banyak sekali orang-orang yang mengeluarkan pendapatnya di media sosial bisa berujung di pengadilan.

Baca Juga:

Mahasiswa mengeluarkan pendapat melalui aksi demonstrasi yang merupakan bahagian dari advokasi non litigasi. Mahasiswa merupakan kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan tinggi, sehingga dengan cara yang arif dan bijaksana dalam melakukan proses tahapan penyampaian pandangan di muka umum. Namun, sangat disesalkan karena ada oknum yang sengaja merusak, sehingga terjadi ketidakkondusifan yang berakibat terjadi bentrokan antara mahasiswa dengan aparat kepolisian. Mahasiswa akhirnya terpancing emosi, yang seharusnya aparat kepolisian dapat menenangkan tindakan mahasiswa dengan cara tidak melakukan perlawanan.

Dengan berdasarkan fakta yang dikumpulkan maka bersama dengan Surat Kecaman ini kami memberikan tuntutan sebagai berikut, Dengan keras mengecam segala bentuk tindakan brutal aparat polisi terhadap mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Sumut, Dengan keras mengecam tindakan barbar aparat polisi yang membatasi ruang-ruang penyampaian aspirasi langsung oleh mahasiswa, Kepada Kapolri dan Kapolda Sumut serta Kapolrestabes Medan agar mengusut tuntas tindakan represif yang dilakukan oleh anggota kepolisian terhadap mahasiswa, Menangkap segera oknum yang dengan sengaja membuat terjadinya bentrokan antara mahasiswa dan kepolisian.(R/W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Perpisahan Konsul Jepang, Rico Waas Dorong Peluang Kerja Sama Baru dengan Medan
Peringati Hari Santri, Ibnu Hajar Ajak Santri Karya Nyata untuk Bangsa
Hari Santri Nasional 2026, Ketum PP TPI Medan Ismet Danial Nasution Ajak Santri Perkuat Akhlak dan Nasionalisme
Melalui Subuh Keliling, Kapolresta Deli Serdang Sampaikan Pesan Kamtibmas Dan Dengarkan Aspirasi Masyarakat
TP PKK Kabupaten Asahan Ukir Prestasi, Raih Juara II Lomba Vlog KILAS Tingkat Sumut
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak Di Tanjungbalai, Wali Kota Siapkan Pendampingan Hukum
komentar
beritaTerbaru