Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Kunjungan Tokoh Pemerhati Kebangsaan dan Politik
Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Kunjungan Tokoh Pemerhati Kebangsaan dan Politik
kota
SEMARANG – Indonesia menempati posisi tiga besar jumlah penderita kusta di dunia, setelah India dan Brasil. Ironisnya, masalah terbesar yang dihadapi para penderita kusta bukanlah penyakitnya, melainkan stigma dari masyarakat.
Baca Juga:
- Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Kunjungan Tokoh Pemerhati Kebangsaan dan Politik
- Perumda Tirtanadi Gelar Sosialisasi Layanan Tarif Air Minum di Percut Sei Tuan Dan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang
- Apresiasi Pameran Foto "Prahara Pulau Emas", Wali Kota Medan : Foto Jurnalistik Menggugah Empati dan Menciptakan Harapan
“Di Indonesia, masalah terbesar yang dihadapi penderita kusta adalah stigma,” kata Pakar kesehatan kulit Dr. dr. Renni Yuniati, SpKK saat menjadi pembicara pada Semarang Progress in Emerging and Re-emerging Infectious Diseases (Speed) 5, di Semarang.
Menurut dia, stigma terhadap penderita kusta harus dihilangkan agar mereka bisa terbuka menyelesaikan pengobatan untuk mengobati penyakitnya yang berlangsung antara sembilan bulan sampai 1,5 tahun.
Ia mencontohkan ada satu pasien di sebuah keluarga yang dalam satu rumah tidak mendukung pengobatan atas penyakit kusta yang dideritanya sehingga hanya berobat ke apotik dan toko obat.
“Akhirnya, pasien ini berada dalam kondisi kecacatan yang cukup parah akibat penyakitnya dan tidak berdaya. Makanya, saya ingatkan untuk tidak memberikan stigma negatif terhadap penderita kusta,” katanya.
Renni menjelaskan penyakit kusta sebenarnya bisa diketahui dari deteksi awal, yakni munculnya bercak putih atau merah yang terasa tebal dan mati rasa yang menunjukkan kecacatan di syaraf.
“Sebetulnya, munculnya bercak putih atau merah yang mati rasa itu ‘warning’ bahwa ada proses pemutusan syaraf. Segera periksakan ke dokter, jangan cuma membeli obat di apotik,” wantinya. (red)
Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Kunjungan Tokoh Pemerhati Kebangsaan dan Politik
kota
sumut24.co DeliserdangPerusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan sosialisasi layanan tarif
Umum
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi diselenggarakannya pameran foto bertajuk Prahara Pulau Emas yang
kota
sumut24.co DeliserdangGubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang
Umum
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) memperkuat profesionalisme organi
kota
sumut24.co MedanGallery Mustika Deli Dekranasda Medan menjadi ruang promosi sekaligus inkubasi bagi pelaku UMKM Kota Medan untuk mengemban
kota
sumut24.co LangkatDirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian P
Umum
Momen HUT ke 81 RI, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palas Serahkan JKM dan Beasiswa Pendidikan Anak
kota
Polri Dukung Swasembada Pangan, Polresta Deli Serdang turut laksanakan Penanaman Bawang Putih Serentak Di 17 Provinsi
kota
Rahudman Harahap Diamanahkan Hashim Djojohadikusumo Pimpin PNM
kota