Senin, 15 Juni 2026

Diskusi BNI Syariah dan SPS Sumut, RI Harus Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

Administrator - Kamis, 15 Maret 2018 17:22 WIB
Diskusi BNI Syariah dan SPS Sumut, RI Harus Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

MEDAN|SUMUT24 Pemimpin Wilayah Barat BNI Syariah Bambang Sutrisno menegaskan jumlah penduduk muslim Indonesia yang terbesar di dunia, merupakan potensi besar bagi perbankan syariah dan Komite Nasional Keuangan Syariah mendorong perbankan syariah dan menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia.

Baca Juga:

Hal itu dikatakan Bambang Sutrisno pada “Bincang-bincang bersama Jurnalis” dan launching Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) Medan di Hotel Grand Aston Medan, Kamis (15/3).

Acara ini digelar atas kerjasama BNI Syariah dengan Serikat Perusahaan Pers (SPS) dihadiri Direktur Eksekutif SPS Pusat Asmono Wikan, Ketua SPS Sumut H Farianda Putra Sinik, Sekretaris SPS Sumut Rianto Aghly SH yang juga Pemimpin Umum Harian Sumut24, Bendahara JES Jakarta Rabiatun, Gubsu diwakili Asisten Administrasi Umum dan Aset Provsu H Zonny Waldi, Bagian Kemitraan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah Regional 5 OJK Sumatera Bagian Utara Zulfikar, Sekretaris Umum MUI Sumut Ardiansyah, Pemimpin Wilayah Barat BNI Syariah Bambang Sutrisno, Pemimpin Cabang BNI Syariah Medan Mohammad Yasyfien dan Head Networking and Service BNI Medan Irfan Setiabudi Lubis.

Bambang menyebut potensi ekonomi dan perbankan syariah cukup besar karena ke depan industri halal food dunia makin berkembang. Meningkatnya pertumbuhan perbankan syariah terbukti dengan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan pembiayaan perbankan syariah yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.

Selain itu, potensi industri halal di Indonesia, serta dukungan nyata pemerintah seperti pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah dapat mendorong perbankan syariah dan menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia.

Ia menjelaskan industri halal terdapat potensi halal food sebesar Rp2.300 triliun, islamic fashion sebesar Rp190 triliun, halal tourism sebesar Rp135 triliun, haji dan umrah sebesar Rp120 triliun, dengan potensi dana wakaf sebesar Rp377 triliun dan zakat sebesar Rp271 triliun.

“Selain itu, tren preferensi masyarakat yang digital mendorong perbankan syariah untuk berinovasi mengembangkan aplikasi digital,” katanya.

Sebagai salah satu inovasi digital, dalam acara ini dilakukan penandatanganan MoU antara BNI Syariah dengan Grup Toko Roti Neko-neko dan Resto Sobat terkait penggunaan aplikasi YAP! sebagai media pembayaran ’jaman now’ yang akan digunakan di 63 outlet yang tersebar di Medan dan kota lainnya di Sumatera Utara. Penandatanganan diwakili oleh Pimpinan Cabang BNI Syariah Medan, Mohammad Yasyfien, dan Suripto.

Adjat Djatnika, Corporate Secretary BNI Syariah menambahkan di Indonesia saat ini industri perbankan syariah menunjukkan tanda-tanda terus membaik dimana market share (pangsa pasar) perbankan syariah mencapai 5,5 persen dari total pangsa pasar industri perbankan nasional.

“Perkembangan industri perbankan syariah yang terus tumbuh ini perlu terus didorong dengan pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan syariah,” kata Adjat Djatnika.

Adjat menyebut untuk meningkatkan literasi keuangan syariah, BNI Syariah bersama dengan rekan-rekan wartawan membentuk Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) dengan tujuan membantu pemerintah, industri syariah dan praktisi syariah serta siapa saja yang berkaitan dengan ekonomi syariah. “JES ikut serta (pro aktif) dalam menumbuhkan ekonomi syariah di Indonesia”, katanya.

Ia menjelaskan JES merupakan forum wartawan yang meliput tentang ekonomi syariah didirikan di Rumah Jambu Luwuk, Bogor, Jawa Barat pada tanggal 6 November 2010 bersamaan dengan press gathering BNI Syariah. Sampai saat ini telah terbentuk forum wartawan JES di 12 kota yaitu Jakarta, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Semarang, Makassar, Palu, Banda Aceh, Padang, Bandung dan Balikpapan. Pada kesempatan ini dibentuk JES ke-13 di Kota Medan.

Adjat menyebut untuk meningkatkan literasi keuangan syariah, BNI Syariah bersama dengan rekan-rekan wartawan membentuk Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) dengan tujuan membantu pemerintah, industri syariah dan praktisi syariah serta siapa saja yang berkaitan dengan ekonomi syariah. “JES ikut serta (pro aktif) dalam menumbuhkan ekonomi syariah di Indonesia”, katanya.

Ia menjelaskan JES merupakan forum wartawan yang meliput tentang ekonomi syariah didirikan di Rumah Jambu Luwuk, Bogor, Jawa Barat pada tanggal 6 November 2010 bersamaan dengan press gathering BNI Syariah. Sampai saat ini telah terbentuk forum wartawan JES di 12 kota yaitu Jakarta, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Semarang, Makassar, Palu, Banda Aceh, Padang, Bandung dan Balikpapan. Pada kesempatan ini dibentuk JES ke-13 di Kota Medan.

Gubsu HT Erry Nuradi diwakili Asisten Administrasi Umum dan Aset Provsu H Zonny Waldi berharap ekonomi syariah dapat jadi katalisator ekonomi Sumut. Ekonomi syariah dapat jadi solusi ketidakpastian ekonomi sekarang.

Menurut Zonny, Sumut memiliki potensi besar untuk perkembangan ekonomi syariah di mana penduduknya berkisar 14 juta jiwa, 64 persen diantaranya beragama Islam.

Ia menilai ekonomi syariah tumbuh cukup bagus, kini perbankan syariah trendnya juga meningkat. (R04/C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Perkumpulan Raja Parhata SeDunia Resmi Dibentuk, Dorong Pelestarian Adat dan Regenerasi Budaya untuk Nusantara
Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Ibunda Almarhum Jaka Malau yang Tewas Dalam Pengeroyokan Bermohon Atensi Komisi 3 DPR RI Ungkap Keadilan
Fraksi DPRD Medan Soroti LPJ APBD 2025, Wawali Zakiyuddin Harahap Dengarkan Pandangan di Paripurna
Polres Asahan Musnahkan Lebih Dari 14 Kg Sabu Dan 1.400 Lebih Cartridge Vape Narkotika, Diperkirakan Selamatkan 16.000 Jiwa
Lily MBA Soroti Kebocoran PAD dan Pengelolaan Aset dalam Pemandangan Umum Fraksi PDIP DPRD Medan3
komentar
beritaTerbaru