Penanganan Laporan Terhadap RS.Royal Prima Lamban"
Penanganan Laporan Terhadap RS.Royal Prima Lamban"
kota
SEI BALEI I SUMUT24
Baca Juga:
Peningkatan ruas jalan Kecamatan Sei Balei, Batubara menuju Kabupaten Simalungun baru dikerjakan sudah kupak kapik, kualitas dan pematangan lahan dipertanyakan.
Pantauan wartawan di jalan penghubung dua kabupaten ini, Rabu (7/2) pada beberapa titik terlihat retakan-retakan di badan jalan. Sebagian ada tempelan-tempelan baru menghiasi proyek peningkatan jalan di Dinas Pekerjaan Umum senilai Rp 3,244,474.000.
Dian (27) warga yang ditemui juga menyampaikan kekesalannya, pada peningkatan jalan yang kerap dilintasi truk bermuatan berat ini seharusnya kualitas pekerjaan benar – benar diperhatikan.
“Masak baru satu bulan sudah hancur, anggaran besar jadi kesannya sia-sia”, kesal warga.
Proyek yang dilaksanakan oleh PT OIP dengan nomor kontrak 68-PK/PAPBD/ SP/PPK/DPUPR-BB/2017 itu kualitasnya benar-benar dipertanyakan.
“Kalau kualitasnya seperti ini, kita khawatirkan usia jalan baru ini akan berumur pendek, sayanglah dana sebesar itu jika sebentar saja jalannya hancur,” ujar Ketua Gema Batubara J Siahaan.
Dikatakan Siahaan, pihaknya akan melaporkan masalah dugaan volume dan perencanaan proyek ini ke instansi yang berkompeten.
Terkait masalah ini Plt Kadis PUPR Batubara M Yunus saat hendak dikonfirmasi di Kantor Dinas PUPR Batubara di Desa Perupuk Kecamatan Lima Puluh tidak berada dikantor. Sementara dihubungi melalui tiga nomor selulernya 081269300xxx, 081260645xxx dan 081397803xxx tidak aktif.
Menurut salah seorang staf dikantor itu sang pimpinannya sedang keluar. “Bapak sedang keluar, gak tau kemana,” kata staf kantor yang tidak mau menyebutkan namanya.
Begitu juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tidak berada dikantor. Dihubungi melalui selulernya 082360981xxx tidak diangkat.
Sekretaris YPHM Batubara Helmisyam Damanik meminta agar Dinas PUPR dan instansi terkait meninjau ulang proyek yang menghabiskan uang rakyat. Damanik juga meminta penegak Hukum di Batubara mengusut tuntas penggunaan anggaran.
“Kita sangat menyayangkan atas hasil pekerjaan yang tidak berkualitas, karena baru seumur jagung proyek yang menelan anggaran milliar sudah hancur dan tidak bermutu. Jangan-jangan tidak sesuai dengan standart sehingga tidak berkualitas sebagaimana mestinya. “Patut dicurigai pengerjaan itu diduga tidak sesuai dengan standartnya dan patut dipertanyakan,”tukas Damanik. (jo)
Penanganan Laporan Terhadap RS.Royal Prima Lamban"
kota
sumut24.co MEDAN , Kepengurusan Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA) Medan untuk masa bakti 20262028 resmi dilantik dalam acara khidmat ya
kota
Ahmad Bahar Ungkap Pahitnya Jadi Penulis, Karya Pernah Dicekal
kota
Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran ArRahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba
kota
sumut24.co JAKARTA, Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Asahan untuk mendorong peningkatan akses pendidikan masyarakat mendapat sorotan posi
News
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
MEDAN Sumut24.coJelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman yang akan memasuki masa pensiun, sej
News
Viral! Peredaran Narkoba di Pantai Labu, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gerak Cepat bekuk Pelaku"
kota
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Jakarta Sumut24.coJaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dengan pidana 18 tahun penjara dalam per
Hukum