Penanganan Laporan Terhadap RS.Royal Prima Lamban"
Penanganan Laporan Terhadap RS.Royal Prima Lamban"
kota
PENYABUNGAN | SUMUT24
Baca Juga:
Sebanyak 5000 warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina), larut dalam kekhusyukan Tabligh Akbar di Aek Lapan Kelurahan Sipolupolu, Kecamatan Panyabungan, Rabu (24/1). Tabligh akbar yang dihadiri bakal calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah dan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution tersebut, diisi tausyiah ulama dari Mekkah, Arab Saudi, Syekh Dr Muhammad Ismail Zain Al Makky.
Tabligh Akbar bertema “Mandailing Temu Berkah†ini sendiri digelar oleh Alumni Timur Tengah (Mekkah-Madinah) asal Madina. Bakal calon Wakil Gubernur Sumatera Utara H Musa Rajekshah, mengaku senang bisa hadir dalam tabligh akbar bersama ribuan warga Mandailing Natal. “Saya percaya tabligh akbar seperti ini akan menambah kuat keimanan kita pada Allah SWT,†ungkapnya. Musa Rajekshah menyatakan, persatuan umat juga akan semakin terjaga. Karena dengan tabligh akbar ini, ribuan umat Islam bisa bertemu, berkumpul dan bersilaturahim di satu tempat.
“Saya meyakini persatuan umat juga akan semakin kuat. Membangun Sumut yang bermartabat pasti membutuhkan persatuan umat itu,†bebernya. Sementara Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution mengatakan, saat ini ada 22 pesantren di Madina. Hal ini menunjukkan Madina adalah daerah yang dibangun dengan kekuatan umat Islam.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kita patut bangga, ada ulama dari Mekkah yang memberikan tausyiahnya di Madina,†kata Dahlan. Dahlan mengatakan, Kabupaten Madina terus melakukan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat.
“Dengan kegiatan ini, saya mengajak kita semua untuk mempekuat ibadah dan dan keimanan. Semoga Kab Madina bisa bangkit dan diberkahi Allah SWT,†terangnya. Tampak hadir juga ulama Pengasuh Ponpes Mustafawiyah Purba Baru, Syekh Bakri Nasution, Kapolres Madina, AKBP Sonny Mallay.
Sementara, dalam tausyiahnya, Syekh Muhammad Ismail Zein, menyambut baik kehadiran bakal calon Wagubsu, Musa Rajekshah dalam majelis tersebut. Dia mengatakan, pendidikan generasi muda Islam adalah hal yang penting.
“Kehadiran lulusan Mekkah-Madinah di sini merupakan kebaikan yang harus terus diperkuat. Kerjasama di bidang pendidikan adalah salah satunya,†katanya. Syekh Ismail mengaku bangga bisa berkunjung ke Madina, dan mengunjungi Pesantren Mustafawiyah Purba Baru, yang merupakan pesantren terbesar di Sumut. “Kita tahu, daerah ini, Sumatera Utara, pernah melahirkan ulama-ulama besar dunia. Saya sangat senang bisa bertemu di sini,†ungkapnya.
Syekh Ismail menambahkan, di era saat ini, perkembangan teknologi komunikasi membuat informasi yang beredar cukup banyak. Dia pun menyebut saat ini, banyak hoax (cerita bohong/palsu) bertebaran.
“Di sinilah peran ulama, pemimpin diperlukan, untuk meluruskan informasi. Selain itu, umat Islam juga harus selalu memperkuat kesatuan agar pembangunan daerah bisa dilakukan secara maksimal,†katanya.(Red)
Penanganan Laporan Terhadap RS.Royal Prima Lamban"
kota
sumut24.co MEDAN , Kepengurusan Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA) Medan untuk masa bakti 20262028 resmi dilantik dalam acara khidmat ya
kota
Ahmad Bahar Ungkap Pahitnya Jadi Penulis, Karya Pernah Dicekal
kota
Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran ArRahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba
kota
sumut24.co JAKARTA, Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Asahan untuk mendorong peningkatan akses pendidikan masyarakat mendapat sorotan posi
News
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
MEDAN Sumut24.coJelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman yang akan memasuki masa pensiun, sej
News
Viral! Peredaran Narkoba di Pantai Labu, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gerak Cepat bekuk Pelaku"
kota
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Jakarta Sumut24.coJaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dengan pidana 18 tahun penjara dalam per
Hukum