Kamis, 14 Mei 2026

Guru Tak Mau Mengajar

Administrator - Rabu, 17 Januari 2018 04:12 WIB
Guru Tak Mau Mengajar

Siapa yang dapat disalahkan jika para siswa tambahan di SMA Negeri 2 Medan ini tidak mendapatkan proses belajar mengajar di sekolahnya. Kita salahkan Dinas Pendidikan Sumut atau para orangtua yang tetap memaksa anak-anaknya bersekolah meski masuk lewat jalur tambahan ini.

Baca Juga:

Sementara itu, pengakuan salah seorang siswa tambahan, Muhammad Akbar mengatakan, semenjak masuk semester dua tidak pernah ada guru yang masuk untuk mengajar.

“Kami di sekolah kayak nggak diakui, apalagi setelah ujian semester satu nggak ada dapat rapor. Kalau guru-guru nggak ada yang masuk setelah semester dua, tapi semester satu masih pernah belajar. Bahkan rapor kami belum ada dapat sampai sekarang,” ujar Muhammad Akbar di Kantor Pemprov Sumut, Jalan Dipenegoro, Selasa (16/1).

Bahkan, siswa bertubuh gempal ini mengakui sering mendapatkan bullying dari kakak kelas yang mengatakan bahwa mereka ‘siswa ilegal’.

“Bahkan sering kali kakak kelas 3 sering mengejek kami dengan sebutan siswa siluman. Kami sedih dengar kata-kata siluman itu,” katanya dengan suara mendayu.

Akbar menambahkan, dirinya bersama ratusan siswa lainnya tidak ingin untuk pindah sekolah swasta disebabkan telah nyaman dengan sekolah.

“Kami nggak mau pindah kami mau tetap disini. Kami sudah nyaman disini. Sampai ujian nasional kami akan tetap berada disini, kami mohon untuk pemerintah dengarkan kami,” pungkas Akbar. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Penanganan Laporan Terhadap RS.Royal Prima Lamban"
Resmi Dilantik, Pengurus FORWAKA Medan Periode 2026–2028 Diharapkan Perkuat Sinergi Pers dan Aparat Hukum
Ahmad Bahar Ungkap Pahitnya Jadi Penulis, Karya Pernah Dicekal
Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran Ar-Rahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba*
Wakil Bupati Asahan Hadiri Rakor Kemensos : Kabupaten Asahan Masuk Daftar Prioritas Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Menagih Janji 2029: Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia
komentar
beritaTerbaru