Kamis, 14 Mei 2026

Mesin Partai Kunci Kemenangan Paslon

Administrator - Selasa, 16 Januari 2018 02:48 WIB
Mesin Partai Kunci Kemenangan Paslon

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Pilgubsu 2018 akan segera digelar beberapa bulan lagi, namun semua Paslon Pilgubsu 2018 sepertinya sudah mulai bergentayangan mendatangi masyarakat dengan berbagai janji dan bantuannya.

“Sah-sah saja semua Paslon ingin menang, akan tetapi semuanya tergantung mesin partai politik pengusung bekerja atau tidak. Kalau tidak bekerja apalagi dalam berbagai partai pendukung tersebut ada gap atau kurang harmonis, bisa-bisa Paslon akan tumbang (kalah),” tegas Pengamat Politik Osril Limbong kepada SUMUT24, Senin (15/1).

Menurutnya, memang saya perkirakan partisipasi pemilih pada tahun politik ini akan meningkat, karena begitu antusiasnya partai politik dan masyarakat menghangatkan Pilgubsu 2018 ini.

Akan tetapi dengan tak masuk atau dicalonkannya calon yang diunggulkan mereka seperti Erry Nuradi, “cuma hanya melemah sedikit saja dan akan kembali menentukan pilihannya kembali,” tegas Osril.

Seperti halnya Pilgubsu 2013 yang memenangkan pasangan Ganteng (Gatot-Tengku Erry) hanya meraih 30 persen suara atau 15 persen dari jumlah pemilih.

“Itu artinya partisifasi masyarakat sangat rendah sehingga golput menang kembali,” tegas Osril.

Akan dengan maksimalnya KPU melakukan sosialisasi ke masyarakat dan berbagai elemen dipastikan angka partisifasi pemilih akan meningkat, tapi kalau KPU dan stakeholder bekerja keras kalau tidak yang tetap rendah juga. Partisipasi politik tak terlepas dari berkorelasi dengan tingkat kepercayaan masyarakat kepada system, terutama kepemiluan dan dimensi demokrasi lainnya.

Partisipasi politik apa yang bisa diharapkan jika masyarakat tahu para calon yang maju tak sesuai dengan harapan mereka.Berdasarkan penghitungan KPU surat suara sah dalam Pilgub Sumut yang berlangsung pada 7 Maret lalu tersebut, sebanyak 4.861.467 suara, sementara yang tidak sah sebanyak 139.963 suara.

Dengan demikian total partisipasi pemilih sebanyak 5.001.430 jiwa. Sedangkan jumlah pemilih yang terdaftar di DPT berjumlah 10.310.872. KPUD Sumut seperti tidak belajar dari pengalaman Pilgubsu 5 tahun yang lalu dimana golputnya juga tinggi.

“Kurangnya sosialisasi dan persiapan TPS menjadi beberapa masalah yang terus berulang. Bahkan ada TPS yang jauh dari pemukiman warga dan hampir saja tidak ada yang mencoblos di satu desa. Ke depan perlu dipikirkan sebuah regulasi yang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat untuk ikut memilih,” ujar Osril mengingatkan. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Ahmad Bahar Ungkap Pahitnya Jadi Penulis, Karya Pernah Dicekal
Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran Ar-Rahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba*
Wakil Bupati Asahan Hadiri Rakor Kemensos : Kabupaten Asahan Masuk Daftar Prioritas Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Menagih Janji 2029: Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia
Sosok Dr Adlan, ASN Senior Pemko Medan yang Dinilai Layak Duduki Kursi Sekda
Viral! Peredaran Narkoba di Pantai Labu, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gerak Cepat bekuk Pelaku"
komentar
beritaTerbaru