Ahmad Bahar Ungkap Pahitnya Jadi Penulis, Karya Pernah Dicekal
Ahmad Bahar Ungkap Pahitnya Jadi Penulis, Karya Pernah Dicekal
kota
MEDAN|SUMUT24
Baca Juga:
Munculnya nama Djarot Syaiful Hidayat menjadi Cagubsu yang diusung oleh PDI Perjuangan, merupakan pertanda munculnya koalisi partai yang baru untuk melahirkan nama Cawagubsu yang akan mendampingi Djarot dalam pertarungan Pilgubsu 2018 mendatang.
Kepada SUMUT24, Sekretaris DPD PDI P Sumut Soetarto menyatakan, bahwa koalisi partai itu akan segera terbentuk, dan akan segera dideklarasikan pada Minggi 7 Januar 2018 mendatang.
“PDI P tidak bisa mengusung sendiri, karena hanya mempunyai 16 kursi. Sementara, sesuai ketentuan UU harus ada 20 kursi atau 20 persen dari jumlah kursi yang ada di DPRD Sumut,” katanya, Kamis (4/1).
Selain ditugaskan untuk melakukan konsolidasi dan maju sebagai Cagubsu, lanjutnya, Bu Mega juga menugaskan Djarot melakukan komunikasi politik dengan parpol lain. Kemudian dikaji secara komprehensif dan melihat siapa yang punya chemistry dalam visi, misi dan kerja untuk pembangunan Sumut, dalam rangka mencari Cawagubsu yang akan mendampinginya. Terkait dengan hal ini, kata Soetarto, pasti kita akan komunikasi dengan partai yang lain.
Soal parpol apa yang akan diajak untuk berkoalisi itu, Soetarto mengatakan kalau saat ini konstelasi politik di Sumut masih sangat dinamis. Kendati demikian, Soetarto mengakui kalau sebelumnya PDI P sudah ada melakukan komunikasi politik dengan beberapa parpol lain.
“PDI P melakukan komunikasi dengan Hanura, Golkar, PPP, dan Demokrat serta partai lain,” sebutnya.
Dan sebagai hasil dari komunikasi politik yang telah dilakukan itu, dalam waktu 2 atau 3 hari kedepan, akan dilakukan pengkajian dan penggodokan. Hingga pada akhirnya, Bu Mega akan memutuskan siapa yang akan mendampingi Djarot, dan apa partai koalisinya, untuk bisa mendaftar ke KPU Sumut.
Disinggung, apakah Hanura merupakan parpol yang memiliki kans paling besar untuk berkoalisi dengan PDI P. Menanggapi pertanyaan ini, Soetarto menuturkan, “Sangat mungkin, tetapi juga sangat terbuka kepada partai lain, dengan Golkar juga sangat terbuka. Bisa saja, dan sangat mungkin, saat ini sangat dinamis,” katanya.
Partai apa yang akan berkoalisi dengan PDI P untuk mendukung Djarot, sambungnya, nanti akan dideklarasikan pada 7 Januari 2018. Disitu akan dideklarasikan, sekaligus partai dan pengusungnya.
Sudah Lobi 3 Parpol
Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat telah didapuk untuk maju sebagai bakal calon gubernur Sumatera Utara di Pilkada 2018. Dia menegaskan, bakal melakukan komunikasi dengan parpol lain mengingat PDIP sebagai partai pengusung kekurangan empat kursi.
“Saya diberikan tugas mempersiapkan Pilgub di Sumut, termasuk berkomunikasi dengan parpol lain untuk menentukan bakal calon wakil gubernur yang nantinya akan diumumkan pada 7 Januari. Karena kita kurang empat kursi,” ucap Djarot di DPP PDIP Jakarta, Kamis (4/1).
Terkait hal itu, dia pun menyebut telah berkomunikasi dengan Partai Hanura, PPP, dan Golkar. Di mana partai tersebut belum menentukan calon.
“Dengan PPP, sudah ketemu Pak Romi, berbincang-bincang dan dengan Hanura juga begitu. Dan memang melakukan komunikasi dengan partai yang belum menentukan calonnya termasuk juga dengan Golkar,” tegas Djarot.
Dia pun menyebut calon wakilnya sudah ada, hanya tinggal didiskusikan. “Sudah ada, ya. Tapi perlu kita diskusikan, komunikasikan. Supaya ada chemistery keseluruhan,” tegas Djarot.
Syarat Mencukupi
Senada, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri juga sudah bertemu dengan para ketua umum partai untuk membicarakan Djarot.
“Ibu Megawati Soekarnoputri sudah bertemu dengan Bapak Muhaimin Iskandar, dengan Bapak Hendropriyono (Ketua Umum PKPI). Kemudian kami juga membangun komunikasi dengan Bapak Airlangga Hartarto (Ketua Umum Golkar), sehingga proses komunikasi berjalan dengan baik,” jelas Hasto.
Dengan upaya serta tanggapan dari sejumlah parpol, dia mengatakan syarat untuk bisa mengusung Djarot di Pilkada Sumut 2018 sudah terpenuhi.
“Berdasarkan komunikasi dengan partai-partai tersebut, maka kami meyakini bahwa kerja sama di Sumatera Utara telah memenuhi syarat untuk mengusung Pak Djarot,” pungkas Hasto. (W01/R03)
Ahmad Bahar Ungkap Pahitnya Jadi Penulis, Karya Pernah Dicekal
kota
Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran ArRahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba
kota
sumut24.co JAKARTA, Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Asahan untuk mendorong peningkatan akses pendidikan masyarakat mendapat sorotan posi
News
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
MEDAN Sumut24.coJelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman yang akan memasuki masa pensiun, sej
News
Viral! Peredaran Narkoba di Pantai Labu, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gerak Cepat bekuk Pelaku"
kota
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Jakarta Sumut24.coJaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dengan pidana 18 tahun penjara dalam per
Hukum
Jakarta Sumut24.coPresiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan dana denda administratif senilai Rp10 triliun serta lahan kawasan hutan
News
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi jabatan di jajaran perwira tinggi. Dalam mutasi terbaru, Irjen Pol
Profil