MAS TPI Medan Siapkan Lulusan Siap Kerja, Siswa Dibekali Empat Program Keterampilan dan PKL di Dunia Industri
MAS TPI Medan Siapkan Lulusan Siap Kerja, Siswa Dibekali Empat Program Keterampilan dan PKL di Dunia Industri
kota
MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Pelaksanaan proyek drainase atau Peningkatan Saluran Drainase di Perkotaan yang saat ini dalam pengerjaan di Lingkungan III dan XII, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan terus menjadi sorotan masyarakat.
Pasalnya, proyek drainase atau Peningkatan Saluran Drainase di Perkotaan senilai Rp 4,7 M dengan menggunakan anggaran yang tidak sedikit dan hasilnya menyebabkan keresahan masyarakat.
Namun, meski masyarakat telah mengadukan hasil yang masih dalam tahap pengerjaan masih diduga amburadul, pihak instansi pemerintah terkait, Lurah Tegal Rejo dan Camat Medan Perjuangan yang menerima aduan masyarakat terkesan mengakibatkan.
Atas dugaan sikap tidak perduli dari pihak pemerintah setempat (Kelurahan – Kecamatan), masyarakat diwakili warga, H. Tampubolon, E Siregar, Imo Siahaan dan Agus Lumbam Tobing mengambil inisiatif mendatangi Pemko Medan untuk menemui Walikota Medan, M. Bobby Afif Nasution dan Ketua DPRD Medan, Senin (27/8/2023) siang pukul 11.30 Wib.
“Untuk menyampaikan aspirasi atas nama masyarakat Lingkungan III dan XII, kami mendatangi Pemko Medan untuk menemui Walikota Medan, M. Bobby Afif Nasution dan Ketua DPRD Medan, namun tidak dapat ditemui. Akan tetapi, Walikota Medan melalui Staf Asisten Umum (Asmum) Pemko Medan memberikan surat rekomundasi agar masyarakat melaporkannya ke Dinas PU Kita Medan,” ungkap warga, Selasa (29/8/2023).
Masih warga, atas arahan dan rekomundasi dari staf Asmum Pemko Medan, masyarakat akan mengadukan pengerjaan proyek drainase atau Peningkatan Saluran Drainase di Perkotaan yang dikerjakan oleh, pihak kontraktor yakni PT. Jaya Sentrikon Indonesia dan CV. Mitra Bersama Konstruksi KSO dengan anggaran sebesar Rp 4.741.772.000 (Empat Milyar Tujuh Ratus Empat Puluh Satu Juta Tujuh Ratus Tujuh Puluh Dua Ribu Rupiah) dengan Konsultan PT. Konsulindo Citra Emala terkesan amburadul.
Lanjut warga, pengerjaan proyek yang diduga asal asalan oleh pihak pemborong diantaranya, lebar aspal jalan menjadi sempit akibat dari pengorekan drainase yang lebarnya mencapai 3 meter.
Ditambah material beton drainase yang diletakan saat pengerjaan dan usai pengerjaan tidak beraturan. Hal ini menyebabkan akses kendaraan roda dua (sepeda motor) dan roda empat (mobil) milik warga yang keluar masuk menjadi terganggu.
Pemasangan material beton drainase yang terlihat tidak rapat alias jarang jarang sehingga, dikhawatirkan akan menyebabkan tanah tepatnya didekat dinding pagar rumah warga menjadi abrasi (amblas). Dinding beton parit (drainase) disisi kiri dan kanan tidak sepadan seperti ular yang berbelok belok.
Kemudian, alat berat beko pada saat beroprasi tidak menggunakan bantalan sehingga aspal jalan rusak pecah pecah dan jalanan menjadi becek berlumpur apabila hujan turun dan berdebu menyebabkan polusi udara apabila musim panas.
“Dari beberapa point pelaksanaan proyek saat pengerjaanya dikerjakan yang terkesan tidak sesuai dengan aturan dan asal asalan, kami atas nama warga meminta Pemko Medan dan Dinas PU Kota Medan meninjau pengerjaan proyek yang ditangani pihak pemborong dan pekerja proyek. Apabila keluhan masyarakat tidak ditanggapi, warga akan melakukan penyetopan pengerjaan dan masyarakat akan melakukan aksi damai di Kantor Walikota Medan dan Dinas PU Kota Medan. Karena keluhan masyarakat yang beberapa kali disampaikan kepada pemerintah setempat terkesan diabaikan,” ungkap dikatakan warga dengan tegas.
Sementara, Lurah Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjungan, Abdul Hamid Nasution yang dikonfirmasi beberapa kali untuk mengklarifikasi kebenaran informasi masyarakatnya hingga saat ini belum ada memberikan keterangan. Bahkan, ketika dihubungi ke nomor via WhatsAppnya, tidak menjawab.(W02)
MAS TPI Medan Siapkan Lulusan Siap Kerja, Siswa Dibekali Empat Program Keterampilan dan PKL di Dunia Industri
kota
Tak Berkutik! Puluhan Minuman Beralkohol Disita Saat Polisi Razia Kafe di Padang Lawas
kota
Diduga Kumpul Kebo, 39 Penghuni Rumah Kos di Padangsidimpuan Dibawa ke Mapolres
kota
Sentuh Hati! Kasat Reskrim Polres Padang Lawas Santuni Anak Yatim, Mohon Doa demi Keselamatan Bertugas.
kota
Tak Ada Ruang bagi Premanisme dan Miras, Polres Padang Lawas Intensifkan Razia THM
kota
PTSL hingga Sertifikat Elektronik, Andar Amin Harahap Paparkan Terobosan ATR/BPN untuk Masyarakat Padangsidimpuan
kota
TIM Gabungan Satresnarkoba dan Polsek Medan Baru Gerebek Gudang Penyimpanan 5 Kg Sabu Jaringan Cina Malaysia Indonesia
kota
Polrestabes Medan Bongkar Jaringan Narkoba Medan14 Sarang Narkoba Dibumihanguskan
kota
Pesan Bijak Ketua umum Serikat abang bajaj indonesia ( Serabi) Sumut Usai Terima Penghargaan Maxim Medan. Jaga Silaturahmi, Rezeki Sudah Dia
kota
Ketika Rekaman Berusia Hampir Seabad Bertemu Kembali dengan Pewaris Tradisinya
kota