JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
kota
Jakarta | SUMUT24
Baca Juga:
- JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
- Rektor UNPAB Prof. Isa Indrawan Terpilih Jadi Mentor Rektor Nasional, APTISI Siapkan Program Pembinaan 60.000 Pimpinan Kampus
- Mendefinisikan Ulang Kepemimpinan Modern: Richa Arie Sandy Bawa Filosofi "Quiet Luxury" dan "Boss Energy" ke Kancah Pendidikan Melalui Rindu Tenang
Kuasa Hukum Setya Novanto atau Setnov, Fredrick Yunadi menyatakan, kondisi kliennya cukup parah usai mengalami kecelakaan Kamis malam (16/11) sekitar pukul 19.00 WIB di kawasan Permata Hijau, Jakarta barat.
Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunandi mengatakan, kondisi kliennya cukup parah.
“Kondisi ketum kepalanya bengkak kanan kiri. Disuntik obat penenang,” ujar Fredrich, Kamis (16/11).
Bahkan, Fredrich menambahkan, kliennya bisa jadi mengalami gegar otak akibat kecelakaan ini. “Kata dokter potensi gegar otak,” ujar dia.
Fredrich menyatakan, Setnov mengalami kecelakaan saat akan mendatangi KPK untuk pemeriksaan kasusnya. Fredrich mengaku diminta untuk mendampingi Setnov di KPK.
“Di tengah jalan menuju KPK, ajudannya tiba-tiba kasih kabar bilang Bapak kecelakaan,” ujar dia.
Setnov saat ini dalam kondisi tidak sadar dan dalam pengangan khusus dokter serta perawat Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat. “Tensinya tinggi, tadi waktu diperiksa dokter 190,” ujar Fredrick.
Dia mengaku sudah membeberi riwayat kesehatan Setnov kepada tim dokter, termasuk saat dirawat di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
“Dia kan ada riwayat hipertensi, jantung dan vertigo. Ini kita sampaikan ke dokter. dokternya bilang, ‘wah bahaya, ini bisa game over kalau tidak segera ditangani’,” ujar Fredrick menirukan ucapan dokter.
Dia menyatakan, Setnov mengalami kecelakaan saat akan mendatangi KPK untuk pemeriksaan kasusnya. Fredrick mengaku diminta untuk mendampingi Setnov saat di KPK.
“Di tengah jalan menuju KPK, ajudannya tiba-tiba kasih kabar bilang Bapak kecelakaan,” ujarnya.
Fredrich lalu menceritakan detik-detik kecelakaan yang menimpa tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP tersebut.
“Tadi Pak Setya Novanto live by phone, beliau janji mau datang ke kantor Metro TV, ketemu DPD, lalu minta saya dampingi ke KPK,” kata Fredrich Yunadi di RS Medika Permata Hijau, Kamis (16/11). “Saya dapat telepon untuk mendampingi beliau,” ujarnya.
Menurut Fredrich Yunadi mengaku, mobil yang membawa Setya Novanto hancur. “Beliau luka-luka langsung pingsan.”
Menurut dia, Setya Novanto berusaha mengejar waktu. Dia akan bertemu dengan rekan-rekan politikus Golkar. Setelahnya, dia akan menuju Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sebelumnya, rekaman yang diklaim sebagai suara Setnov muncul dalam wawancara eksklusif dengan salah satu siaran televisi swasta. Suara dalam rekaman wawancara itu mengatakan dirinya akan datang ke gedung KPK. “Saya akan datang. Insya Allah,” ujar Setnov.
Namun, dia tidak menyebut kapan akan datang ke KPK. Dia hanya menegaskan tidak pernah lari dari kasus e-KTP yang menjeratnya.
Terkejut Dijemput Paksa KPK
Pada bagian lain wawancara itu, Setnov mengaku terkejut dengan upaya KPK menjemput paksa dan menggeledah kediamannya pada Rabu malam. Hal ini membuatnya heran, karena dia mengaku baru sekali dipanggil sebagai tersangka.
“Sebagai tersangka saya juga kaget, karena baru tersangka baru pertama kali panggilan terus tahu-tahu pas saya melucu lagi dari masalah-masalah hukum untuk hari ini, ternyata ada penggeledahan,” kata Setnov.
Karena itu, dia merasa kasus korupsi yang menjeratnya berbau politis. Bahkan, mantan Ketua Fraksi Golkar ini merasa dizalimi dengan penetapannya sebagai tersangka oleh KPK.
“Saya lihat ini nuansa politisnya tinggi, saya merasa dizalimi. Saya tidak pernah sama sekali, tidak pernah menerima uang, bisa dicek di BPK maupun BPKP,” ujar Setnov dalam wawancara via telepon itu.
Dia juga menegaskan dirinya saat ini tengah melakukan upaya hukum untuk menghadapi penetapan tersangka oleh KPK.
“Saya sudah melakukan langkah-langkah, selain judicial review masalah yang berkaitan dengan ini di MK, saya juga melakukan langkah perlindungan hukum kepada Presiden dan lembaga lainnya,” jelas Setnov.
KPK Turunkan Tim ke RS Medika
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menurunkan tim penyidik ke Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau. Tim penyidik diturunkan untuk mengetahui kondisi langsung Setya Novanto yang dikabarkan kecelakaan.
Menurut salah satu penyidik di KPK, terdapat satu mobil penyidik yang keluar, tapi tak tahu berapa penyidik yang berada di dalam. “Ada, satu mobil keluar,†ujar dia, Kamis (16/11).
Namun, menurutnya, di dalam mobil tersebut tidak ada tim dokter KPK yang ikut keluar.(red)
JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
kota
Rektor UNPAB Prof. Isa Indrawan Terpilih Jadi Mentor Rektor Nasional, APTISI Siapkan Program Pembinaan 60.000 Pimpinan Kampus
News
sumut24.co MedanDi tengah dinamika dunia bisnis dan pendidikan modern yang bergerak serba cepat, standar kepemimpinan serta pengembangan s
kota
Medan sumut24.co Menindak lanjuti intruksi Kapolda Sumut untuk menertibkan segala bentuk perjudian dan menindak pemilik dan para pelaku ya
Hukum
Proyek Jalan Rp1,28 Miliar Disorot, Kadis SDABMBK Deli Serdang &ldquoNanti Saya Check Dulu ke PPK&rdquo
News
Barapaksi Soroti Proyek Jalan Rp1,28 Miliar di Sunggal &ldquoJangan Ada Pembiaran Jika Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi&rdquo
kota
UNPAB Gelar Wisuda Periode ke76, Cetak Lulusan Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja
kota
Medan sumut24.co Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E.,M.M., menghadiri jamuan makan malam dengan s
kota
Medan sumut24.co Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, membongkar praktek jual beli narkoba, yang selalu memanfaatkan kafe sebagai titik t
Hukum
Dosen Universitas HKBP Nommemsen Pematangsiantar Melaksanakan PKM di Desa Bangun
kota