Jumat, 15 Mei 2026

Investor Singapura Berminat Bangun KA Ringan di Medan

Administrator - Kamis, 20 April 2017 02:38 WIB
Investor Singapura Berminat Bangun KA Ringan di Medan

MEDAN | SUMUT24 InvestorSingapura berminat membangun Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan yakni salah satu sistem kereta api penumpang yang beroperasi dikawasan perkotaan. Kereta Api yang konstruksinya ringan dan bisa berjalan bersama lalu lintas lain atau dalam lintasan khusus, disebut juga tram.

Baca Juga:

“Kami berminat membangun LRT itu di Kota Medan, Binjai dan Deli Serdang,” sebut Principal Consultant SMRT International Yeo Beng Lee ketika bertemu Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi di kantor Gubsu di Medan, Rabu (19/4).

Perusahaan transportasi SMRT yang mengeoprasikan mayoritas angkutan masal di Singapura ini menunjukkan keseriusan berinvestasi pembangunan angkutan masal berbasis Light Rail Transit (LRT) di kawasan Medan Binjai dan Deliserdang (Mebidang).

Yeo Beng Lee memaparkan, separuh populasi di Singapura atau 3 juta orang setiap harinya menggunakan layanan LRT atau MRT. Sebagian besar layanan angkutan masal LRT atau MRT di Singapura dioperasikan oleh dua operator dan pihaknya menjadi operator mayoritas.

“Kami sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun dan menjadi operator sejak tahun 1987 di Sungapura,” kata Lee.

Pada awalnya SMRT dibantu perusahaan lain dalam pembangunan dan pengeoprasian dan perawatan. “Sekarang sudah kita semua yang mengoperasian dan melakukan perawatan,” katanya.

SMRT juga berpengalaman sebagai penyedia layanan di bidang transportassi railsystem, bus, taxi, advertising, media dan penyewaan gedung.

Lee mengatakan, pihaknya sudah ditunjuk sebagai perushaaan yang akan membangun LRT di Bandung dan saat ini sedang melalui tahapan persiapan pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Gubsu menyambut baik ketertarikan SMRT untuk berinvestasi di Sumut. “Singapura sudah tidak diragukan lagi dalam pengelolaan transportasi masal yang modern dan terintegrasi. Ketertarikan SMRT adalah hal yang menggembirakan bagi kami,” kata Erry.

Gubsu mengatakan pengembangan kawasan perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo (Mebidangro) dan untuk mengatasi kemacetan lalulintas di kawasan perkotaan, diperlukan dukungan sarana transportasi yang memadai. “LRT dan MRT dapat menjadi moda transportasi massal andalan dalam mengatasi berbagai persoalan kemacetan dan pengembangan kawasan perkotaan,” ujar Gubsu Erry.

Gubsu yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Anthony Siahaan dan Assisten Ekonomi Pembangunan Ibnu S Hutomo serta Tetty Magdalena dari Bappeda. Tetty menjelaskan saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang tertarik berinvestasi di bidang transportasi massal di Sumut. Untuk wilayah Mebidang, ada PT Medan Metropolitan Monorel yang tertarik dan telah menyusun dan menyampaikan Pra Studi Kelayakan pembangunan monerel di Mebidang.

Sementara itu Kota Medan juga telah menyusun Studi Kelayakan pembangunan LRT Kota Medan yang diusulkan sebagai proyek strategis nasional. Tetty Magdalena menyebutkan nantiya akan ada integrasi pembangunan antara LRT Kota Medan dengan LRT/monorel Mebidang melalui pembangunan stasiun terintegrasi. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Diburu Sampai ke Jambi Polda Sumut Tangkap 2 Begal Sadis di Angkot Viral di Medsos
Bentrok Pemuda di Pancur Batu Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah.
Ketika Bebas Visa Menjadi Celah Judi Online: Alarm Baru Kedaulatan Digital Indonesia
KOMNAS PA Pusat Berikan Penghargaan kepada Polsek Pantai Labu atas Kepedulian dan Perlindungan terhadap Anak serta Guru Tahfiz Qur’an
116 Pengedar dan Pengguna Narkoba Diciduk, Polda Sumut Bakar 21 Barak Narkoba dalam Dua Hari
Polsek Tanjung Morawa Amankan Dua Terduga Pelaku Percobaan Curanmor
komentar
beritaTerbaru