Rabu, 13 Mei 2026

Kontraktor Jalan Sibulele-Bonandolok Rp1,7 Miliar Kabur

Administrator - Selasa, 07 Maret 2017 00:11 WIB
Kontraktor Jalan Sibulele-Bonandolok Rp1,7 Miliar Kabur

MEDAN I SUMUT24

Baca Juga:

Terkait Pekerjaan jalan jurusan Sibulele menuju Desa Bonandolok mangkrak, akibat kaburnya Kontraktor asal Kota Medan berinisial BM, sangat kita sayangkan.

“Sebaiknya Kadis PU Samosir Bresman Simangunsong agar bertanggungjawab sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA),” tegas Ketua Barisan Rakyat Pengamat Korupsi (Barapaksi) Otty S Batubara kepada SUMUT24, Senin (6/3).

Menurutnya, dalam hal tersebut sebaiknya Kadis PU Samosir harus bertanggungjawab. “Karena dari awal lelang saja kan pasti diketahui track rekord para peserta lelang,” ujar Otty.

Ini kemungkinan kontraktor tersebut sudah pernah bleklist tapi KPA tidak tahu makanya terjadi kebobolan kaburnya kontraktor nakal tersebut. Dalam hal ini juga sebaiknya Kadis PU segera melaporkan kasus tersebut keaparat kepolisian. Agar diketahui apa kasusnya, kenapa kontraktor bisa lari, kalau tidak ada apa-apanya. “Kalau Kadis PU Samosir tak melapor kuat dugaan terjadi persekongkolan jahat antara Kadis PU dengan kontraktor nakal tersebut,” tegas Otty S Batubara.

Sebelumnya Terkait Pekerjaan jalan jurusan Sibulele menuju Desa Bonandolok. Kecamatan Balige, Nomor DPA SKPD: 900/27/DPA/DPPKKD/2016, dengan Nomor Kontrak:10-KTR/PPK-1/DAK/DPU-JJ/VIII/2016, nilai kontrak Rp1.791.520.000, Tahun Anggaran 2016, pelaksanan/penyedia CV YASHA dimulai 04 Agustus 2016. Proyek tersebut akhirnya mangkrak.

“Kontraktornya berinitial BM yang berdomisili di Medan, menghilang tak nampak batang hidungnya lagi, setelah menerima panjar 30 % dari nilai kontrak,” ujar Kadis PU Toba Samosir Bresman Simangunsong, ST yang ditanyai SUMUT24 beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut dikatakan Bresman Simangunsong, lokasinya proyek ini berada di ibukota Kabupaten Toba Samosir. Seharusnya tak akan lolos pengawasan Dinas Pekerjaan Umum Toba Samosir setiap saat. Namun inilah kenyataannya, proyek jalan penghubung ibukota ke Desa Bonandolok yang telah sepuluh tahun tak pernah mendapat perhatian itu bermasalah pula. Sejak awal proyek ini dikerjakan, sudah nampak tanda-tanda akan timbul masalah. Ketika itu, pekerjaan senilai Rp1.791.520.000, nampak pada papan proyek tanggal dimulai pada 04 Agustus 2016, akan tetapi tanggal dan bulan selesainya tidak tertera.

“Dinas PU Tobasa telah memutus kontrak kerja dengan CV.YASHA bulan Oktober lalu. Benar, konraktornya telah menerima panjar pekerjaan sebesar 30%. Tetapi, volume pekerjaan yang telah dilaksanakan, tidak sesuai dengan panjar yang diterima,” ujar salah seorang staf Dinas PU Toba Samosir. Diakuinya, kontrak kerja dengan CV. YASHA sudah diputus, pekerjaan tersebut akan dilanjutkan tahun 2017. Namun, Bresman Simangunsong tidak memberi jawaban tentang sisa panjar yang telah diterima kontraktor sebelumnya. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Laksamana Putra Mulai Bergerak, Incar Kursi Sekda Medan
Danrem 023/KS Tegas Kawal SPPG Losung Batu, Makanan Bergizi untuk Siswa Jadi Prioritas
Izin Gebyar Pajak Bapenda Sumut Dipertanyakan, Jangan Bohongi Masyarakat Pembayar Pajak
Inalum Dorong Jurnalisme Berkualitas Lewat Kompetisi IN-Journal
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Dukung Sakkamadeha Kembangkan Tenun Ulos Sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif Berkelanjutan
Cahaya Listrik PLN Membawa Bahagia Dan Akhiri Penantian Panjang Warga Dusun Untemungkur
komentar
beritaTerbaru