Minggu, 23 Agustus 2026

Demo Pesantren Siti Hajar Sibolangit, FUI Sumut Kecam Keras Oknum Suruhan Pebisnis

Administrator - Minggu, 18 September 2022 03:35 WIB
Demo Pesantren Siti Hajar Sibolangit, FUI Sumut Kecam Keras Oknum Suruhan Pebisnis

 

Baca Juga:

Medan I Sumut24.co Beredar sebuah video mengatasnamakan warga, menolak adanya Pesantren Tahfiz Quran di Sibolangit, Deli Serdang. FUI menduga aksi itu dilakukan oleh oknum pegawai tempat bisnis terdekat sehingga kita sangat mengecam keras.

“Saya menyikapi tentu tidak gegabah atas unjuk rasa pada video beredar. Saya langsung menghubungi pemilik pesantren untuk membicarakan itu. Ternyata, pemiliknya kenal saya, saat pengajian di bank,” Kata Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumut, Indra Suheri, kepada wartawan, Jumat (16/9/2022).

Dikatakannya, pesantren tersebut sudah berdiri 1970 an, dan dulunya memiliki santri atau tahfiz sebangak 30 an orang secara gratis. Luas area itu sekitar 3,4 Hektar, sebagian bangunan pesatren dan sebagian lahan produktif.

“Saat saya telepon kepada pemilik, tanah itu bersertifikat hak milik dari keluarga besar ibu tersebut dan memiliki IMB. Sekarang yang menghuni pesantren tinggal 10 dari 30 orang sebelumnya. Karena ada teror pihak yang berkesan preman atau pihak lainnya,” ucap Indra.

Dikatakannya, pihaknya menduga yang melakukan unjuk rasa itu bukan dari warga setempat, melainkan dari kelompok atau pegawai tempat bisnis yang ada di dekat pesantren tersebut.

“Saya menduga demo itu orang yang bekerja di lokasi bisnis tempat wisata itu. Diduga ada desakan kepentingan dibelakang mereka. Ditambah dengan keterangan pemilik, tidak didukung keluarga setempat. Patutut diduga kuat segelintir orang tertentu karyawan hotel,” ucapnya.

Indra menyayangkan adanya unjuk rasa tersebut, karena tempat itu sudah lama berdiri. Bahkan itu merupakan tempat penghafal quran. Sudah pasti, mereka seorang anak yang tidak menggangu masyarakat setempat.

“Saya lihat video itu, tertulis “warga menolak menimbulkan keresahan warga”. Itu tulisan opini yang sesat, saya yakin pesantren tahfiz mengajarkan kalam suci. Mereka tidak mau banyak bicara, karena takut hafalannya hilang,” ujanrnya.

Sambugnya, ujuk rasa itu merupakan framing yang kontraproduktif Pancasila. Karena Pancasil merupakan landasan agama.

“Jangan ajarkan kami toleransi, ini terlalu ugal-ugalan. Kita sudah cukup tau tentang toleransi kepada agama, suku dan ras,” tambahnya.

Untuk itu, FUI akan melakukan kordinasi komunikatif dengan cara pihak terkait seperti kepolisian, pemerintah setempat lainnya.

“Desakan laskar, besok untuk ke sana. Tapi, kami masih tahap pendekatan,” tambahnya.red

Saat berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PT.Japfa aksi Peduli Penanganan Sampah Bersama Masyarakat Di Danau Toba.
Penyidik Polres Batubara Diduga Alergi Wartawan Ditanya Soal Junaini Ditetapkan Tersangka, Halomoan Gultom : Gak Ada Hak Bapak Tanyakan Itu
Kadis Kesehatan drg Irma Suryani MKM mencanangkan Kesatuan Gerak PKK KB
Kejatisu Pastikan Soal Dugaan Korupsi PUPR Sumut Tuntas,   Mulai Kepemimpinan Bambang Pardede & Marlindo Harahap jadi sorotan
Ketua Pewarta Berikan Baju Kebesaran ke Kasi Humas dan Kanit Paminal Polrestabes Medan
Jumat Barokah dan Sambut HUT ke-7 Pewarta.co, Ketua Pewarta Bagi-bagi Sembako ke Pengemudi Betor dan Jukir
komentar
beritaTerbaru