MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Terduga otak pembunuhan berencana terhadap pengusaha airsoft gun Indra Gunawan alias Kuna, bernama Siwaji Raja, memilih bungkam dan diam seribu bahasa saat keluar dari Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum), Polda Sumut, Senin (23/1).
Berdasarkan pantauan di lokasi, bersama tim pengacaranya, Siwaji Raja keluar ruang kerja Direktur Krimum Kombes Pol Nurfallah dengan pengawalan ketat dari petugas kepolisian.
Diketahui, Siwaji Raja merupakan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumut. Dia hanya terdiam saat puluhan wartawan mencecarnya pertanyaan.
“Abang tenang saja, ya. Santai abang kami tetap menjaga abang dan mengawal,†ujar seorang pria berkulit hitam yang terlihat akrab dengan Siwaji Raja.
Kemudian, seorang anggota tim pengacara langsung ikut masuk ke dalam mobil Toyota Innova hitam bersama polisi. Kemudian, mereka menuju ke Polrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan.
Diketahui, Siwaji Raja pernah menjabat sebagai Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Medan. Diduga, Kuna mempunyai data penyelewengan dana umat Hindu yang dilakukan Siwaji Raja serta berbagai masalah lainnya.
Siwaji Raja juga merupakan seorang pengusaha tambang serta punya berbagai jenis usaha lainnya.
Sebelumnya, dia juga telah melaporkan Kuna ke Polda Sumut dengan tuduhan pencemaran nama baik lewat undang-undang informasi dan transaksi elektronik.
Sebelumnya, Polisi menangkap Siwaji Raja di Kota Jambi, pada Minggu (22/1/2017) sekira pukul 13.00 WIB. Dan kemudian memboyongnya ke Polda Sumut.
Diduga, Siwaji Raja menjanjikan uang kepada seluruh komplotan penembakan Kuna sebesar Rp2,5 Milyar. Sementara, uang mukanya masih sebesar Rp50 juta yang telah diberikan.(w07)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News