Medan | SUMUT24
Baca Juga:
Meski KPK banyak menangkap pejabat yang korupsi, baik tangkap tangan maupun penyelidikan. Toh, tak membuat pejabat jera bahkan berhenti melakukan korupsi. KPK makin beraksi, pejabat makin lihai berdalih dan melakukan manuver agar tak jerat hukum.
Inilah yang dikatakan Psikolog dari USU Irna Minauli dengan istilah previladge (rasa imun) dalam dirinya sehingga apa yang dilakukan tak akan berpengaruh terhadap dirinya. Irna mengatakan itu pada Sumut24, Kamis (5/1).
Ditambahkan Irna, ketika pejabat melakukan tindakan korupsi sering dianggap bahwa dana yang mereka terima juga merupakan bagian dari previladge atas kekuasaan yang dimilikinya. “Semacam hak istimewa yang melekat pada jabatannya,” tegas Irna.
Psikolog yang juga Direktur Konsultan Pesona ini menambahkan, ketika pejabat itu menerima sesuatu dari bawahan juga sering dianggap kelaziman yang harus dilakukan. Sehingga, apa yang dilakukan bawahan, tak berpengaruh baginya.
“Masyarakat dan para pejabat masih belum bisa membedakan mana gratifikasi dan pemberian. Padahal cara membedakannya sangat sederhana. Ketika pemberian itu dikaitkan dengan jabatan seseorang maka hal itu menjadi suatu bentuk gratifikasi. Perlu dipertanyakan apakah mereka akan mendapatkan hadiah tersebut seandainya mereka tidak memiliki jabatan lagi,” kata Irna.
Itu sebabnya, kata Irna masalah post power syndrome nampaknya menjadi lebih banyak menimpa pejabat di Indonesia atau di negara-negara yang tingkat korupsinya tinggi. (R05)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News